Terganggu teriakan suporter, sepak takraw Sumut kandas

Senin, 17 September 2012 - 22:09 WIB
Terganggu teriakan suporter,...
Terganggu teriakan suporter, sepak takraw Sumut kandas
A A A
Sindonews.com - Peluang tim sepak takraw beregu Sumatera Utara lolos dari fase penyisihan grup A semakin tipis. Kecilnya peluang tim lolos ke babak selanjutnya setelah mengalami dua kali kekalahan dari empat pertandingan di Hall F Purana MTQ Bandar Serai, Pekan Baru, Senin (17/9).

Saat bertanding melawan NTB, tim Sumut menyerah dengan skor 1-2. Saat meladeni Kalsel, tim Sumut kalah dengan skor 1-3. Tim Sumut masih menyisakan dua pertandingan lagi. Di pertandingan ketiga melawan Sulawesi Selatan (Sulsel) dan keempat bersua Banten yang digelar, Selasa (18/7). Namun, hasil ini sulit membantu Sumut untuk lolos ke babak selanjutnya. Mengingat, di perempatfinal hanya dua tim yang mewakili tiap grup.

Manajer tim sepak takraw Sumut, Suratman, menuturkan, Muhammad Rizky Satria dan kawan-kawan sudah berusaha maksimal untuk memberikan yang terbaik bagi kontingen Sumut. Namun, ia mengakui, jika kekuatan tim-tim lain yang berada satu grup dengan Sumut, memiliki pemain yang sudah memiliki pengalaman yang lebih baik. "Kualitas pemain kita, dengan pemain dari tim lain harus kita akui kalah. Karena, pemain tim lain sudah memiliki jam terbang yang tinggi," ungkapnya menanggapi hasil dari pertandingan tim Sumut.

Katanya, perlawanan yang kurang maksimal tim Sumut terhadap lawan, tidak terlepas dari absennya pemain andalan Ari Guswanto, yang harus absen karena sakit, dua hari menjelang pertandingan. "Ari itu pemain utama kita dan dia juga selama ini, sebagai motor dalam tim mengatur serangan pemain. Ini sangat berdampak bagi tim. Sehingga kita bermain dengan pemain yang pas-pasan dan satu cadangan tiap pertandingan," jelasnya.

Suratman juga mengeluhkan jarak tribun penonton dengan lapangan yang sangat dekat. Sehingga, suara terompet, teriakan dan gendang dari suporter tim dan penonton menganggu konsentrasi pemain. Selainitu juga, lanjutnya, kondisi gedung yang panas, juga berpengaruh pada stamina pemain.

"Seharusnya panitia bisa mengatasi kedua hal itu. Kami bukan mencari kambing hitam, tapi sebagai masukan bagi panitia. Karena konsentrasi pemain harus sangat diperhatikan. hal-hal yang menganggu konsentrasi itu, harus diatasi oleh panitia," tuturnya.

Di nomor double event, peluang Sumut untuk meraih medali juga gagal di babak penyisihan. Anak asuh Harry Mulya Pranata mengalami tiga kali kekalahan. Yakni, 0-3 saat bersua dengan Kaltim, 1-3 dari NTT dan menyerah 0-3 atas Kalbar.
(aww)
Berita Terkait
5 Fakta Unik PON XX...
5 Fakta Unik PON XX Papua 2021, dari Keamanan hingga Noken
Dualisme PSSI Tahun...
Dualisme PSSI Tahun 2012 Penyebab Timnas Indonesia Gagal Total di Piala AFF 2012
7 Arena PON XX Papua...
7 Arena PON XX Papua 2021 yang Diresmikan Presiden Jokowi
Kisah Greysia Polii:...
Kisah Greysia Polii: Skandal Olimpiade 2012, Pensiun, Tragedi, Emas Olimpiade 2020
Polemik Revisi PP 109/2012,...
Polemik Revisi PP 109/2012, Kemenkumham Dorong Libatkan Partisipasi Publik
Venue Siap, Cabor Futsal...
Venue Siap, Cabor Futsal PON XX Papua Digelar Tepat Waktu
Berita Terkini
AS Diskriminatif, Cabut...
AS Diskriminatif, Cabut Kuota Tiket Suporter Timnas Iran di Piala Dunia 2026
47 menit yang lalu
WasitResmi Piala Dunia...
WasitResmi Piala Dunia 2026 Ditolak Masuk AS, FIFA Diminta Bayar Kompensasi Rp1,6 Miliar
1 jam yang lalu
Wasit Resmi Piala Dunia...
Wasit Resmi Piala Dunia 2026 Ditolak Masuk AS, Komentator Bola Simon Jordan Malah Bikin Geram
2 jam yang lalu
Ranking FIFA Timnas...
Ranking FIFA Timnas Indonesia Naik usai Tumbangkan Mozambik?
4 jam yang lalu
Timnas Indonesia Tundukkan...
Timnas Indonesia Tundukkan Mozambik Lewat Gol Tunggal Ole Romeny
13 jam yang lalu
PMGO 2026 Cetak Rekor...
PMGO 2026 Cetak Rekor Guinness, Lebih dari 1,2 Juta Pendaftar Turnamen
13 jam yang lalu
Infografis
Sepak Terjang Dewas...
Sepak Terjang Dewas Danantara Tony Blair Dianggap Zionis Sejati
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved