Aturan PSS bikin taekwondoin Sulsel gagal

Selasa, 18 September 2012 - 01:44 WIB
Aturan PSS bikin taekwondoin...
Aturan PSS bikin taekwondoin Sulsel gagal
A A A
Sindonews.com - Hasil yang diraih cabang olahraga (cabor) taekwondo di PON XVIII Riau 2012, dinilai mengecewakan. Taekwondoin Sulawesi Selatan (Sulsel) pulang ke Makassar hanya bisa membawa satu medali perunggu.
Di PON XVIII Riau 2012, cabor taekwondo menurunkan lima orang atletnya. Yakni Muhammad Halidin walter kelas under 80 kilo gram (kg), Richard Renaldi light kelas under 74 kg, Ni Komang Ayu Santri Les, feather kelas under 75 kg, Sribuana Resmon bantam kelas under 53 kg, serta Jamaluddin kelas feather 68 kg.

Empat atlet taekwondo Sulsel tersebut berguguran di babak penyisihan. Hanya Sribuana yang berhasil mempersembahkan perunggu. ''Hasil ini sangat jauh dari harapan pelatih, manajer. Ini tidak maksimal,” sebut pelatih taekwondi Sulsel Tahir.

Dia mengatakan, ada beberapa faktor yang membuat anak-anak asuhnya, tidak bisa maksimal di PON XVIII Riau 2012. ''Pertama adalah keluarnya peraturan baru dari Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI),” katanya.

Dalam aturan tersebut dijelaskan, di PON XVIII 2012, akan digunakan protector scoring system (PSS) untuk pemberian angka. ''Aturan tersebut yang menyulitkan atlet kita karena baru keluar di bulan Juli. Sehingga kita terlambat beli alatnya dan coba menggunakannya,” jelasnya.

Faktor-faktor kegagalan lainnya adalah, kurangnya try out yang dilakukan cabor taekwondo jelang PON. “Akibatnya, atlet kita kurang berpengalaman dan minim jam terbang. Sedangkan daerah lain latihan hingga ke Korea,” sebutnya.

Menurutnya, PON Riau ini, harus dijadikan bahan evaluasi untuk even akbar nasional tahun-tahun mendatang. ''Kita harus berbenah. Karena kalau mengacu dari hasil sebelumnya, sangat jauh berbeda,” jelasnya.

Dia mengatakan, saat Pra PON, Sulsel berhasil menyabet satu medali emas dari Muhammad Halidin. ''Sayangnya saat PON ini dia tidak bisa maksimal gara-gara kurangnya waktu untuk menpelajari alat tersebut,” katanya.

Sedangkan peraih perunggu Pra PON, Richard Renaldi juga gagal mempertahankan capainnya di PON ini. ''Mau bagaimana lagi. Hanya satu perunggulah yang kami bisa sumbangkan,” jelasnya.

Ketua Satuan Tugas dan Pengendalian Latihan KONI Sulsel, Marzuki Wadeng tidak mempersoalkan hasil yang dicapai taekwondo. “Mereka sudah maksimal dan kita menghargai kerja keras mereka,” pungkasnya
(aww)
Berita Terkait
5 Fakta Unik PON XX...
5 Fakta Unik PON XX Papua 2021, dari Keamanan hingga Noken
Dualisme PSSI Tahun...
Dualisme PSSI Tahun 2012 Penyebab Timnas Indonesia Gagal Total di Piala AFF 2012
7 Arena PON XX Papua...
7 Arena PON XX Papua 2021 yang Diresmikan Presiden Jokowi
Kisah Greysia Polii:...
Kisah Greysia Polii: Skandal Olimpiade 2012, Pensiun, Tragedi, Emas Olimpiade 2020
Polemik Revisi PP 109/2012,...
Polemik Revisi PP 109/2012, Kemenkumham Dorong Libatkan Partisipasi Publik
Venue Siap, Cabor Futsal...
Venue Siap, Cabor Futsal PON XX Papua Digelar Tepat Waktu
Berita Terkini
FIFA Bikin Kejutan!...
FIFA Bikin Kejutan! Leandro Paredes Tak Jadi Dikartu Merah di Final Piala Dunia 2026
2 jam yang lalu
Timnas Argentina Pulang...
Timnas Argentina Pulang Tanpa Trofi Disambut Bak Juara, Bagaimana Masa Depan Lionel Messi?
2 jam yang lalu
ASEAN Hyundai Cup 2026...
ASEAN Hyundai Cup 2026 Segera Bergulir, Dukung Perjuangan Timnas Indonesia di VISION+
4 jam yang lalu
Jadwal Timnas Indonesia...
Jadwal Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi Garuda Akhiri Penantian Gelar Perdana
6 jam yang lalu
Profil Jesslyn Wijaya...
Profil Jesslyn Wijaya Lay, Atlet Golf Putri yang Diduga Diculik di Mangga Besar
7 jam yang lalu
Yamal Usul Duel Fisik...
Yamal Usul Duel Fisik Paredes vs Gavi Berlanjut di Ring Tinju
8 jam yang lalu
Infografis
8 Negara dengan Aturan...
8 Negara dengan Aturan Berpakaian Paling Ketat, Ada yang Melarang Sandal Jepit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved