Target 20 emas sulit dicapai kontingen DIY
Selasa, 18 September 2012 - 13:09 WIB
Target 20 emas sulit dicapai kontingen DIY
A
A
A
Sindonews.com - Kontingen Yogyakarta (DIY) untuk PON XVIII/2012 Riau mentargetkan dapat meraih 20 medali emas atau ranking 10 besar. Target tersebut kemungkinan besar tidak terealisasi mengingat sampai hari ini Selasa (18/9/2012), DIY baru membukukan 9 medali emas dan masih berada di peringkat 14 klasemen PON.
Pada ajang pesta olahraga terbesar di Tanah Air yang tinggal beberapa hari lagi, sulit bagi Kontingen DIY bisa menambah 11 medali emas lagi. Dalam perhitungan, Kontingen DIY maksimal hanya mampu membukukan 14 medali emas. Artinya jika perhitungan itu benar, maka ada 6 medali yang lepas dari jangkuan para atlet Bumi Mataram itu.
Penyebab utama target tidak mampu diwujudkan adalah banyak cabang olahraga (cabor) yang sebelumnya digadang-gadang meraih medali emas, gagal mewujudkannya. Bahkan, banyak cabor yang pulang dengan tangan hampa alias tidak meraih medali sama sekali, perunggu sekali pun.
Sampai gelaran PON berakhir, kemungkinan Kontingen DIY hanya menambah 5 medali emas lagi. Cabor yang berpotensi menambah pundi-pundi medali untuk DIY antara lain panahan, taekwondo dan lainnya.
Ketua Kontingen DIY Mansur mengatakan, berdasarkan rapat koordinasi Kontingen DIY, kemungkinan besar hanya bisa mendulang 14 medali emas. Sedangkan untuk masuk 10 besar, juga terasa sulit mengingat daerah lain juga masih punya peluang menambah koleksi medali.
"Perhitungannya seperti itu. Namun, para atlet tetap diminta berjuang maksimal di cabor yang tersisa. Harus all out untuk meraih hasil terbaik sekaligus memperbaiki peringkat," katanya, Selasa (18/9/2012).
Sampai saat ini, banyak cabor yang dikirim Kontingen DIY gagal menyumbang medali. Padahal cabor tersebut diproyeksikan bisa mendulang medali emas. Cabor tersebut antara lain, balap motor, sepatu roda, tarung drajat, binaraga, anggar, menembak, dayung dan lainnya. Mereka harus pulang dengan tangan hampa.
Cabor panjat tebing yang diprediksi bisa membawa pulang minimal 2 medali emas, sampai saat ini juga masih paceklik medali. Dari 9 nomor yang sudah selesai dilombakan, tim besutan Taufan Faizal Rizal ini juga belum ada satu pun atletnya yang naik podium, sekali pun hanya perunggu.
Nomor terbaik hanya pada speed track campuran atas nama Ismu Nugroho - Fitriyani yang berhasil menembus final. Namun akhirnya gagal masuk tiga besar dan harus puas berada di peringkat 5.
Tim bola voli putra DIY yang menjadi unggulan pada PON Riau juga kandas. Padahal, prestasi mereka cukup membanggakan. Dalam dua even PON terakhir (2004 dan 2008), mereka selalu berhasil menembus partai final. Pada PON 2012 ini, mereka juga menargerkan masuk final, namun langkahnya harus terhenti. Di babak perempatfinal, mereka tersungkur dari Bali.
Pelatih Tim Bola Voli DIY Wahyono Hariadi mengakui, tim besutannya masuk kategori unggulan pada PON Riau. Targetnya adalah menembus babak final seperti pada dua PON sebelumnya. "Sayangnya target di Riau tidak tercapai, kami kalah dari Bali," ujarnya.
Pada ajang pesta olahraga terbesar di Tanah Air yang tinggal beberapa hari lagi, sulit bagi Kontingen DIY bisa menambah 11 medali emas lagi. Dalam perhitungan, Kontingen DIY maksimal hanya mampu membukukan 14 medali emas. Artinya jika perhitungan itu benar, maka ada 6 medali yang lepas dari jangkuan para atlet Bumi Mataram itu.
Penyebab utama target tidak mampu diwujudkan adalah banyak cabang olahraga (cabor) yang sebelumnya digadang-gadang meraih medali emas, gagal mewujudkannya. Bahkan, banyak cabor yang pulang dengan tangan hampa alias tidak meraih medali sama sekali, perunggu sekali pun.
Sampai gelaran PON berakhir, kemungkinan Kontingen DIY hanya menambah 5 medali emas lagi. Cabor yang berpotensi menambah pundi-pundi medali untuk DIY antara lain panahan, taekwondo dan lainnya.
Ketua Kontingen DIY Mansur mengatakan, berdasarkan rapat koordinasi Kontingen DIY, kemungkinan besar hanya bisa mendulang 14 medali emas. Sedangkan untuk masuk 10 besar, juga terasa sulit mengingat daerah lain juga masih punya peluang menambah koleksi medali.
"Perhitungannya seperti itu. Namun, para atlet tetap diminta berjuang maksimal di cabor yang tersisa. Harus all out untuk meraih hasil terbaik sekaligus memperbaiki peringkat," katanya, Selasa (18/9/2012).
Sampai saat ini, banyak cabor yang dikirim Kontingen DIY gagal menyumbang medali. Padahal cabor tersebut diproyeksikan bisa mendulang medali emas. Cabor tersebut antara lain, balap motor, sepatu roda, tarung drajat, binaraga, anggar, menembak, dayung dan lainnya. Mereka harus pulang dengan tangan hampa.
Cabor panjat tebing yang diprediksi bisa membawa pulang minimal 2 medali emas, sampai saat ini juga masih paceklik medali. Dari 9 nomor yang sudah selesai dilombakan, tim besutan Taufan Faizal Rizal ini juga belum ada satu pun atletnya yang naik podium, sekali pun hanya perunggu.
Nomor terbaik hanya pada speed track campuran atas nama Ismu Nugroho - Fitriyani yang berhasil menembus final. Namun akhirnya gagal masuk tiga besar dan harus puas berada di peringkat 5.
Tim bola voli putra DIY yang menjadi unggulan pada PON Riau juga kandas. Padahal, prestasi mereka cukup membanggakan. Dalam dua even PON terakhir (2004 dan 2008), mereka selalu berhasil menembus partai final. Pada PON 2012 ini, mereka juga menargerkan masuk final, namun langkahnya harus terhenti. Di babak perempatfinal, mereka tersungkur dari Bali.
Pelatih Tim Bola Voli DIY Wahyono Hariadi mengakui, tim besutannya masuk kategori unggulan pada PON Riau. Targetnya adalah menembus babak final seperti pada dua PON sebelumnya. "Sayangnya target di Riau tidak tercapai, kami kalah dari Bali," ujarnya.
(akr)