Panjat tebing DIY jeblok
Rabu, 19 September 2012 - 12:40 WIB
Panjat tebing DIY jeblok
A
A
A
Sindonews.com - Tim panjat tebing DIY yang bertanding di PON XVIII/2012 Riau tidak mampu memberikan hasil maksimal. Dari 14 nomor yang dilombakan, tidak satu pun medali emas yang berhasil dikemas. DIY hanya mampu membawa pulang 1 medali perunggu. Target 3 emas gagal total.
Hasil buruk panjat tebing DIY pada pesta olah raga empat tahunan tersebut memang di luar dugaan. Di atas kertas, DIY mampu bersaing dengan para rival. Dari 10 atlet yang dikirim dari cabang olah raga (cabor) ini, dua di antaranya atlet nasional. Etty Herawati adalah mantan juara dunia, Fitriyani merupakan peraih medali emas pada SEA Games 2011.
Etty dan Fitriani diprediksi bisa mendulang dua medali emas dari nomor spesialisnya. Nomor speed track yang menjadi spesialis Fitriani seperti saat juara pada SEA Games 2011, tidak mampu berbuat banyak di PON Riau. Atlet asal Sleman ini kalah bersaing dengan atlet dari DKI Jakarta dan Jawa Timur. Satu-satunya medali perunggu yang diraih DIY dari cabor ini adalah pada nomor boulder mix
Manager Tim Panjat Tebing DIY Arief Noor Hartanto meminta maaf yang sebesar-besarnya atas kegagalan timnya. Dia mengakui, hasil buruk yang diraih pada PON 2012 ini di luar perkiraannya. "Kami mohon maaf tidak bisa mewujudkan target. Anak-anak sudah berjuang maksimal, mulai saat latihan sampai pertandingan resmi, namun hasil akhir kurang menggembirakan," ujarnya, Rabu (19/9/2012).
Anggota DPRD DIY ini menambahkan, hasil jeblok ini harus segera dievaluasi. Evaluasi bukan untuk mencari kambing hitam atas kegagalan timnya. Dengan lapang dada, Inung -sapaan akrbanya- bersedia disalahkan mengingat kapasitasnya sebagai manager tim. "Tidak perlu saling menyalahkan terutama kepada atlet. Semuanya menjadi tanggung jawab selaku manager tim," tuturnya.
Menurut dia, evaluasi dilakukan agar pada even mendatang tidak terjadi lagi hasil mengecewakan seperti pada PON Riau ini. Dia juga meminta agar tidak terlarut dalam kesedihan atas kegagalan yang dialami. "Kita ambil hikmahnya. Kita harus berbenah agar ke depan bisa menjadi lebih baik, tidak seperti yang sekarang ini (PON 2012)," katanya.
Hasil buruk panjat tebing DIY pada pesta olah raga empat tahunan tersebut memang di luar dugaan. Di atas kertas, DIY mampu bersaing dengan para rival. Dari 10 atlet yang dikirim dari cabang olah raga (cabor) ini, dua di antaranya atlet nasional. Etty Herawati adalah mantan juara dunia, Fitriyani merupakan peraih medali emas pada SEA Games 2011.
Etty dan Fitriani diprediksi bisa mendulang dua medali emas dari nomor spesialisnya. Nomor speed track yang menjadi spesialis Fitriani seperti saat juara pada SEA Games 2011, tidak mampu berbuat banyak di PON Riau. Atlet asal Sleman ini kalah bersaing dengan atlet dari DKI Jakarta dan Jawa Timur. Satu-satunya medali perunggu yang diraih DIY dari cabor ini adalah pada nomor boulder mix
Manager Tim Panjat Tebing DIY Arief Noor Hartanto meminta maaf yang sebesar-besarnya atas kegagalan timnya. Dia mengakui, hasil buruk yang diraih pada PON 2012 ini di luar perkiraannya. "Kami mohon maaf tidak bisa mewujudkan target. Anak-anak sudah berjuang maksimal, mulai saat latihan sampai pertandingan resmi, namun hasil akhir kurang menggembirakan," ujarnya, Rabu (19/9/2012).
Anggota DPRD DIY ini menambahkan, hasil jeblok ini harus segera dievaluasi. Evaluasi bukan untuk mencari kambing hitam atas kegagalan timnya. Dengan lapang dada, Inung -sapaan akrbanya- bersedia disalahkan mengingat kapasitasnya sebagai manager tim. "Tidak perlu saling menyalahkan terutama kepada atlet. Semuanya menjadi tanggung jawab selaku manager tim," tuturnya.
Menurut dia, evaluasi dilakukan agar pada even mendatang tidak terjadi lagi hasil mengecewakan seperti pada PON Riau ini. Dia juga meminta agar tidak terlarut dalam kesedihan atas kegagalan yang dialami. "Kita ambil hikmahnya. Kita harus berbenah agar ke depan bisa menjadi lebih baik, tidak seperti yang sekarang ini (PON 2012)," katanya.
(wbs)