Misi mustahil 20 emas

Rabu, 19 September 2012 - 16:18 WIB
Misi mustahil 20 emas
Misi mustahil 20 emas
A A A
Sindonews.com - Hampir bisa dipastikan Kontingen DIY gagal mewujudkan target 20 medali emas pada PON XVIII/2012 Riau. Gelaran empat tahun yang tinggal sehari besok, tidak mungkin bisa dijadikan lumbung medali emas yang saat ini baru mengemas sembilan medali emas. Berharap bisa menambah 11 medali emas lagi dalam waktu sehari ibarat misi yang mustahil.

Apalagi dalam beberapa jam terkahir ini, Kontingen DIY mengalami paceklik medali. Sepanjang Selasa (18/9) sampai siang ini, Kontingen DIY belum menambah medali emas. DIY hanya menambah 2 medali perak dan 1 perunggu. Dua perak didapatkan dari cabang tenis nomor perorangan ganda putri dan cabang balap sepeda nomor team time trial. Sedangkan perunggu didapatkan dari cabang panjat tebing nomor boulder mix.

Pembalap sepeda putri DIY Nurhayati mengakui tim sudah berusaha semaksimal mungkin di partai final saat bertanding di nomor team time trial. Latihan yang kurang maksimal mungkin menjadi salah satu penyebabnya kalah dari di tim Jawa Timur di final. "Persiapan kami hanya dua bulan, yakni setelah saya melahirkan. Ini membuat latihan kurang optimal," katanya, Rabu (19/9/2012).

Sepanjang Selasa sampai hari ini, sejumlah cabang yang gagal menambah koleksi medali antara lain panahan nomor ronde nasional perorangan putra dan putri, bola voli indoor putri.

Target finish 10 besar juga kemungkinan sulit tercapai. Sampai saat ini, DIY masih terpuruk di posisi 15 dengan raihan 9 emas, 12 perak dan 13 perunggu. Memang masih ada sejumlah lomba yang masih diikuti atlet Bumi Mataram sampai gelaran PON usai. Sejumlah cabang olah raga itu antara lain 2 nomor di cabang balap sepeda, cabang panahan nomor ronde nasional beregu putra, cabang senam indah nomor solo, duet dan kombinasi.

Dari cabang yang belum dilombakan itu, berat bagi Kontingen DIY bisa memborong 6 medali emas. Jika pun medali emas berhasil diborong semuanya, tetap saja target 20 emas tidak bisa terwujud. Pasalnya, jika pun sukses menambah 6 medali emas, koleksi Kontingen DIY baru 15 medali emas. Artinya, masih minus 5 medali emas dari yang ditargetkan.

Berikut raihan medali Kontingen DIY pada PON 2012: Aeromodeling 1 perak, balap sepeda (1 emas, 3 perak, 1 perunggu), biliar (1 perunggu), bola voli pantai (1 emas), catur (1 perak), gantole (1 emas), judo (1 perunggu), karate (1 perunggu), panahan (2 emas, 2 perak), panjat tebing (1 perunggu), raekwondo (2 emas, 2 perak, 1 perunggu), tenis (2 perak), terbang layang (1 emas, 1 perunggu), terjun payung (1 perunggu), wushu (1 emas, 1 perak, 3 perunggu) dan pencak silat (2 perunggu). Totalnya 9 emas, 12 perak dan 13 perunggu.
(wbs)
Berita Terkait
Kalahkan Kepulauan Riau,...
Kalahkan Kepulauan Riau, Papua Tembus Semifinal Futsal PON XX Papua
Klasemen Medali PON...
Klasemen Medali PON Aceh-Sumut 2024: Provinsi Riau Borong 6 Emas!
5 Atlet Dayung Riau...
5 Atlet Dayung Riau untuk PON Papua 2021 Positif Covid-19
Sembuh dari Covid-19,...
Sembuh dari Covid-19, Tim Dayung Riau Terbang ke PON XX Papua 2021
Dari Dayung, Riau Sabet...
Dari Dayung, Riau Sabet Emas Pertama di PON XX Papua 2021
5 Fakta Unik PON XX...
5 Fakta Unik PON XX Papua 2021, dari Keamanan hingga Noken
Berita Terkini
2 Pemain Timnas Putri...
2 Pemain Timnas Putri Palestina Diculik Israel, FIFA Tutup Mata
3 jam yang lalu
Timnas Indonesia Tekuk...
Timnas Indonesia Tekuk Timor Leste 3-0 di Piala AFF U-19 2026
4 jam yang lalu
Hasil Indonesia Open...
Hasil Indonesia Open 2026: Jonatan Sikat Alwi, Jafar/Felisha Kalah
4 jam yang lalu
Ion Water Gandeng Hyrox...
Ion Water Gandeng Hyrox Jakarta, Buka Jalan Atlet Fitness Indonesia ke Panggung Global
7 jam yang lalu
Hasil Indonesia Open...
Hasil Indonesia Open 2026: Sabar/Reza dan Raymond/Joaquin ke Perempat Final!
7 jam yang lalu
Ronaldo Jadi Brand Ambassador...
Ronaldo Jadi Brand Ambassador Global, Dreame Indonesia Luncurkan 3 Produk Smart Home Terbaru
8 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Imsakiyah Ramadan...
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H, Jumat 20 Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved