Salut raihan empat medali pendekar Sulsel
Rabu, 19 September 2012 - 20:37 WIB
Salut raihan empat medali pendekar Sulsel
A
A
A
Sindonews.com - Cabang olahraga (cabor) pencak silat menyumbang empat medali untuk Sulawesi Selatan (Sulsel) di PON XVIII Riau 2012. Hasil tersebut dinilai sebagai pencapaian yang luar biasa.
Medali yang dipersembahkan terdiri dari satu emas, satu perak, dan dua perunggu. Ketua Bidang Teknik KONI Sulsel, Muzakkir mengatakan, jika dibanding PON XVIII Kalimantan Timur (Kaltim) tahun 2008 lalu, cabor tersebut menyumbang lima medali.
Bedanya, di tahun ini, sumbangan medali perak diperoleh dengan susah payah. Karena salah satu atlet Sulsel yakni Hamuddin yang turun di kelas C, 60-65 kilogram (kg), tetap bertarung walaupun menderita cedera berat. ''Hamuddin mengalami cedera punggung, tangan patah, dan kaki bergeser,” kata dia.
Namun, dalam kondisi seperti itu, dia tetap bertarung dan tidak mundur. Tekad dan keberanian itu yang menurut Muzakkir tidak bisa ditukar dengan apa pun juga. ''Saya salut Hamuddin. Dia pemberani dan tidak gentar,” ucapnya.
Muzakkir mengatakan, semangat keberanian dan pantang menyerah tersebut diharapkan tetap ada di dalam diri atlet-atlet Sulsel dari cabor lain. ''Tidak ada kata mundur, kita harus terus bertarung,” tegasnya.
Sementara itu, pelatih pencak silat Sulsel Arham mengatakan, hasil tersebut masih mengecewakan. Karena seharusnya, dua emas bisa dipersembahkan. ''Yang terealisasi hanya satu emas. Seharusnya bisa satu emas lagi jika kemenangan kita tidak dianulir,” sebutnya.
Dia mengatakan, pencapain tersebut tidak jauh berbeda dengan PON XVII Kaltim lalu. Bedanya hanya di medali perak dan perunggu. ''Terima kasih doanya semua warga Sulsel. kami sekalian minta maaf hanya bisa memberikan itu,” pungkasnya.
Medali yang dipersembahkan terdiri dari satu emas, satu perak, dan dua perunggu. Ketua Bidang Teknik KONI Sulsel, Muzakkir mengatakan, jika dibanding PON XVIII Kalimantan Timur (Kaltim) tahun 2008 lalu, cabor tersebut menyumbang lima medali.
Bedanya, di tahun ini, sumbangan medali perak diperoleh dengan susah payah. Karena salah satu atlet Sulsel yakni Hamuddin yang turun di kelas C, 60-65 kilogram (kg), tetap bertarung walaupun menderita cedera berat. ''Hamuddin mengalami cedera punggung, tangan patah, dan kaki bergeser,” kata dia.
Namun, dalam kondisi seperti itu, dia tetap bertarung dan tidak mundur. Tekad dan keberanian itu yang menurut Muzakkir tidak bisa ditukar dengan apa pun juga. ''Saya salut Hamuddin. Dia pemberani dan tidak gentar,” ucapnya.
Muzakkir mengatakan, semangat keberanian dan pantang menyerah tersebut diharapkan tetap ada di dalam diri atlet-atlet Sulsel dari cabor lain. ''Tidak ada kata mundur, kita harus terus bertarung,” tegasnya.
Sementara itu, pelatih pencak silat Sulsel Arham mengatakan, hasil tersebut masih mengecewakan. Karena seharusnya, dua emas bisa dipersembahkan. ''Yang terealisasi hanya satu emas. Seharusnya bisa satu emas lagi jika kemenangan kita tidak dianulir,” sebutnya.
Dia mengatakan, pencapain tersebut tidak jauh berbeda dengan PON XVII Kaltim lalu. Bedanya hanya di medali perak dan perunggu. ''Terima kasih doanya semua warga Sulsel. kami sekalian minta maaf hanya bisa memberikan itu,” pungkasnya.
(aww)