19 cabor Sulsel gagal sumbang medali
Rabu, 19 September 2012 - 21:27 WIB
19 cabor Sulsel gagal sumbang medali
A
A
A
Sindonews.com - Sulawesi Selatan (Sulsel) mengirim 37 cabang olahraga (cabor) di PON XVIII/2012. Dari jumlah tersebut, 19 cabor di antaranya gagal total atau tidak menyumbang satupun medali.
19 cabor tersebut adalah, polo air, bulu tangkis, futsal, billiard, voly pasir, wushu, golf, bridge, gulat, gantole, paralayang, basket, tenis meja, panah, selam, bowling, balap sepeda, ski air dan menembak.
Satu-satunya cabor yang tidak mengikuti babak penyisihan adalah paralayang dan gantole. ''Dari sisi kami, ke-19 cabor tersebut tidak gagal total, namun tidak beruntung,” kata Kepala Bidang Pembinaan KONI Sulsel Addien.
Dia mengatakan, persiapan 37 cabor yang dikirim ke PON XVIII Riau 2012, sangat baik dan matang. Soal hasil yang tidak maksimal, adalah dinamika dalam olahraga. ''Inilah dinamikanya karena daerah lain lebih mantap persiapannya,” sebutnya.
Menurutnya, apa pun hasil yang diraih atlet selama PON XVIII Riau, tetaplah dihargai. Karena mereka sudah memberikan prestasi terbaiknya, walaupun tidak maksimal. ''Kami tetap menilai positif apa pun hasil yang sudah diraih selama PON,” jelasnya.
Addien menjelaskan, sampai di Makassar, KONI Sulsel langsung melakukan evaluasi untuk semua cabor. Baik yang tidak menyumbang medali maupun yang berhasil tampil maksimal. ''Kami akan undang pelatih, manajer, dan semua pihak untuk mendiskusikannya,” katanya.
Dia mengatakan, evaluasi nanti bukanlah sebuah penghakiman. Karena yang akan dibicarakan plus minus dari hasil yang sudah diraih selama PON 2012. ''Kita akan cari di mana titik masalahnya dan melakukan perbaikan,” ucapnya.
Karena menurutnya, Sulsel harus mempersiapkan diri lagi untuk pelaksanaan PON XIV. Diharapkan, ada perbaikan prestasi dari waktu ke waktu. ''Akan terus ada perbaikan untuk hasil yang lebih baik lagi di PON mendatang,” kata Addien.
Sementara itu, pengamat olahraga asal Makassar Mirdin Midding mengatakan, tidak maksimalnya 19 cabor tersebut bukanlah kesalahan atlet. ''Atlet yang bertanding sudah bekerja keras. Yang menjadi masalah adalah sistem yang dibangun salah,” paparnya.
Dia mencotohkan, KONI Sulsel menargetkan 30 medali emas di PON XVIII Riau 2012. Menurut dia, target tersebut justru menyulitkan. ''Mereka memasang target yang terlalu tinggi. Di mata saya, target tersebut adalah mission impossible atau sulit tercapai,” katanya.
Mantan kepala bidang pembinaan dan prestasi KONI Sulsel itu menjelaskan, seharusnya target yang dipasang adalah minimal. ''Kalau target minimal, maka bebannya tidak terlalu besar. Kedua target tersebut hanyalah estimasi sementara,” ucapnya.
Persoalan lain yang juga menjadi catatan Mirdan adalah KONI Sulsel tidak melakukan sport spionase untuk mengintip kekuatan daerah lain di cabor andalan. ''Akhirnya Sulsel tidak punya acuan untuk mengukur kekuatannya dibandingkan daerah lain,” jelasnya.
Menurut Mirdan, persoalan lainnya adalah waktu pemusatan latihan yang tidak maksimal sehingga atlet tidak bisa berkonsentrasi dengan baik. ''Ini yang saya lihat menjadi kekurangan sistem di PON tahun ini,” katanya.
Pada PON XVII/2008 di Kalimantan Timur, Sulsel berhasil menempati urutan keenam dengan 25 emas, 23 perak dan 28 perunggu.
19 cabor tersebut adalah, polo air, bulu tangkis, futsal, billiard, voly pasir, wushu, golf, bridge, gulat, gantole, paralayang, basket, tenis meja, panah, selam, bowling, balap sepeda, ski air dan menembak.
Satu-satunya cabor yang tidak mengikuti babak penyisihan adalah paralayang dan gantole. ''Dari sisi kami, ke-19 cabor tersebut tidak gagal total, namun tidak beruntung,” kata Kepala Bidang Pembinaan KONI Sulsel Addien.
Dia mengatakan, persiapan 37 cabor yang dikirim ke PON XVIII Riau 2012, sangat baik dan matang. Soal hasil yang tidak maksimal, adalah dinamika dalam olahraga. ''Inilah dinamikanya karena daerah lain lebih mantap persiapannya,” sebutnya.
Menurutnya, apa pun hasil yang diraih atlet selama PON XVIII Riau, tetaplah dihargai. Karena mereka sudah memberikan prestasi terbaiknya, walaupun tidak maksimal. ''Kami tetap menilai positif apa pun hasil yang sudah diraih selama PON,” jelasnya.
Addien menjelaskan, sampai di Makassar, KONI Sulsel langsung melakukan evaluasi untuk semua cabor. Baik yang tidak menyumbang medali maupun yang berhasil tampil maksimal. ''Kami akan undang pelatih, manajer, dan semua pihak untuk mendiskusikannya,” katanya.
Dia mengatakan, evaluasi nanti bukanlah sebuah penghakiman. Karena yang akan dibicarakan plus minus dari hasil yang sudah diraih selama PON 2012. ''Kita akan cari di mana titik masalahnya dan melakukan perbaikan,” ucapnya.
Karena menurutnya, Sulsel harus mempersiapkan diri lagi untuk pelaksanaan PON XIV. Diharapkan, ada perbaikan prestasi dari waktu ke waktu. ''Akan terus ada perbaikan untuk hasil yang lebih baik lagi di PON mendatang,” kata Addien.
Sementara itu, pengamat olahraga asal Makassar Mirdin Midding mengatakan, tidak maksimalnya 19 cabor tersebut bukanlah kesalahan atlet. ''Atlet yang bertanding sudah bekerja keras. Yang menjadi masalah adalah sistem yang dibangun salah,” paparnya.
Dia mencotohkan, KONI Sulsel menargetkan 30 medali emas di PON XVIII Riau 2012. Menurut dia, target tersebut justru menyulitkan. ''Mereka memasang target yang terlalu tinggi. Di mata saya, target tersebut adalah mission impossible atau sulit tercapai,” katanya.
Mantan kepala bidang pembinaan dan prestasi KONI Sulsel itu menjelaskan, seharusnya target yang dipasang adalah minimal. ''Kalau target minimal, maka bebannya tidak terlalu besar. Kedua target tersebut hanyalah estimasi sementara,” ucapnya.
Persoalan lain yang juga menjadi catatan Mirdan adalah KONI Sulsel tidak melakukan sport spionase untuk mengintip kekuatan daerah lain di cabor andalan. ''Akhirnya Sulsel tidak punya acuan untuk mengukur kekuatannya dibandingkan daerah lain,” jelasnya.
Menurut Mirdan, persoalan lainnya adalah waktu pemusatan latihan yang tidak maksimal sehingga atlet tidak bisa berkonsentrasi dengan baik. ''Ini yang saya lihat menjadi kekurangan sistem di PON tahun ini,” katanya.
Pada PON XVII/2008 di Kalimantan Timur, Sulsel berhasil menempati urutan keenam dengan 25 emas, 23 perak dan 28 perunggu.
(aww)