Jabar berteriak merasa layak juara umum

Rabu, 19 September 2012 - 23:35 WIB
Jabar berteriak merasa...
Jabar berteriak merasa layak juara umum
A A A
Sindonews.com - Kontingen Jabar melakukan protes dan banding pada beberapa nomor yang dipertandingkan di PON XVIII. Jabar merasa dirampok oleh kecurangan wasit dan nonteknis lainnya.Secara keseluruhan, Jabar yang hanya finish di urutan kedua masih dinilai memuaskan karena masih masuk dalam tiga besar, dan memperbaiki prestasi pada PON XVII/2008 di Kaltim.''Melihat peraihan medali sekarang Jabar sudah dipastikan kedua. Namun ada empat nomor yang sedang diperjuangkan karena terkait kecurangan-kecurangan yang dilakukan DKI Jakarta,”ungkap Ketua Umum KONI Jabar, Azis Syarif, Rabu (19/9).Kecurangan tersebut terjadi di cabang olahraga golf, tinju dan sepatu roda. Pada cabor golf, DKI Jakarta menurunkan atlet profesional, William Nata Wijaya, yangseharusnya tidak boleh bertanding. ''DKI Jakarta di golf menurunkan atlet profesional dan mendapatkan medali emas. Menurut aturan itu dinyatakan melanggar. Dan kalau banding berhasil emas itu milik Jabar,”tegasnya.Begitu juga dengan cabor sepatu roda di mana atlet Jabar dicurangi dengan cara sengaja ditabrak oleh kontingen lain. ''Sekarang kami lagi menunggu keputusan banding yang kita ajukan, sepatu roda, golf dan tinju kami memiliki bukti kuat baik itu foto maupun rekaman video dan data-data lainnya,”ujarnya.Medali emas Jabar sekarang 99 medali emas. Jikalau ditambah 8 medali yang dicurangi Jabar harus juara umum.''Tapi ternyata sekarang dua besar. Seharusnya kita menjadi juara umum.''Jabar saat ini sebenarnya sudah Juara umum. Dengan anggaran hanya 90 miliar, Jabar bisa masuk dua besar, berbeda dengan tim-tim pesaing yang memang memiliki anggaran lebih dari 300 miliar.''Bagi kami, Jabar sudah selangkah lebih maju dan menjadi juara. Pengumuman banding hari ini. Semua memuji Jabar,''katanya.Total peraihan medali merata bahkan Jatim dan DKI Jakarta tidak meraih target peraihan medali.Bahkan ini juga merupakan sejarah dimana peraihan medali sangat ketat.Kalau tidak dicurangi DKI Jakarta, Jabar Juara umum.Sementara itu, Ketua Tim Advokasi Kontingen PON XVIII Jawa Barat Agus Sihombing mengatakan, kontingen Jawa Barat mengajukan protes dan banding ke Dewan Hakim PB PON XVIII/2012 di lima cabang olahraga yang dipertandingkan di ajang pesta olahraga empat tahunan itu.''Kami sudah mengajukan banding hasil pertandingan di lima cabor yang kami anggap bermasalah, semuanya protes dan banding ke dewan hakim," katanya.Menurut Agus, banding atas putusan pertandingan itu sudah dilakukan di empat cabang olahraga yakni di cabang sepatu roda, sofbol, menembak dan tinju."Yang sudah masuk ke dewan hakim sebanyak empat kasus banding, sedangkan terakhir untuk protes cabang bola basket dimasukkan pada Rabu ini," kata Agus.Langkah protes dan banding itu, kata Agus, dilakukan karena merupakan hak kontingen yang merasa dirugikan untuk melakukan protes atau banding, tentunya dengan mengikuti ketentuan yang berlaku.
(aww)
Berita Terkait
5 Fakta Unik PON XX...
5 Fakta Unik PON XX Papua 2021, dari Keamanan hingga Noken
Dualisme PSSI Tahun...
Dualisme PSSI Tahun 2012 Penyebab Timnas Indonesia Gagal Total di Piala AFF 2012
7 Arena PON XX Papua...
7 Arena PON XX Papua 2021 yang Diresmikan Presiden Jokowi
Kisah Greysia Polii:...
Kisah Greysia Polii: Skandal Olimpiade 2012, Pensiun, Tragedi, Emas Olimpiade 2020
Polemik Revisi PP 109/2012,...
Polemik Revisi PP 109/2012, Kemenkumham Dorong Libatkan Partisipasi Publik
Venue Siap, Cabor Futsal...
Venue Siap, Cabor Futsal PON XX Papua Digelar Tepat Waktu
Berita Terkini
Profil Jesslyn Wijaya...
Profil Jesslyn Wijaya Lay, Atlet Golf Putri yang Diduga Diculik di Mangga Besar
24 menit yang lalu
Yamal Usul Duel Fisik...
Yamal Usul Duel Fisik Paredes vs Gavi Berlanjut di Ring Tinju
35 menit yang lalu
10 Kontroversi Argentina...
10 Kontroversi Argentina di Piala Dunia 2026: Tuduhan Dibantu Wasit hingga Pukul Pemain Spanyol
43 menit yang lalu
Ranking FIFA usai Piala...
Ranking FIFA usai Piala Dunia 2026: Spanyol Gusur Argentina dari Takhta, Norwegia Meroket 12 Tingkat
4 jam yang lalu
Legenda Liverpool Kevin...
Legenda Liverpool Kevin Keegan Meninggal Dunia di Usia 75 tahun
6 jam yang lalu
Jalanan Memerah, 2 Juta...
Jalanan Memerah, 2 Juta Suporter Spanyol Turun ke Jalan Rayakan Gelar Piala Dunia 2026
7 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Juara...
Daftar Lengkap Juara Dunia MotoGP dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved