Jabar ngotot berjuang jegal DKI Jakarta

Kamis, 20 September 2012 - 20:39 WIB
Jabar ngotot berjuang...
Jabar ngotot berjuang jegal DKI Jakarta
A A A
Sindonews.com - Pengajuan protes kontingen Jabar kepada dewan hakim terkait lima cabang olahraga di perhelatan akbar multi event Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII 2012 masih diperjuangkan. Ketua tim advokasi kontingen Jawa Barat, Agus Sihombing menuturkan, permohonan banding yang dilakukan KONI Jabar terhadap DKI Jakarta terkait atlet sofbol atas nama Dikdik permohonannya sebagian sudah dikabulkan.

Di antaranya mutasi Dikdik dari DKI Jakarta ke Jabar tidak sah, namun pertandingan yang dijalani DKI Jakarta dinyatakan sah. Meskipun demikian, dewan hakim menghukum KONI DKI Jakarta untuk membayar biaya pembinaan sebesar Rp 25 juta kepada KONI Jabar. Apabila 1x24 jam KONI DKI tidak membayar biaya terebut, maka emas atas DKI di diskualifikasi. Selain itu, dewan hakim juga memerintahkan Dikdik untuk mengurus surat mutasi dari Jabar.

''Banding yang kami layangkan ke dewan hakim terkait lima cabor yang dianggap merugikan peraihan medali Jabar sudah mulai ada titik terang, sebagian permohonan dari cabor softball sudah dikabulkan,”katanya.

Namun, banding untuk cabor golf atas nama William yang dianggap atlet professional ditolak dewan hakim. Ditolaknya banding tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya, dewan hakim memutuskan William bukan atlet profesional, namun masih atlet amatir. Meskipun begitu, pihak Jabar masih merasa menemukan banyak kebohongan.

Karena melihat data yang ada untuk cabor golf menggunakan kuata, di mana DKI Jakarta mendapatkan tujuh kuota yaitu empat untuk putra dan tiga untuk putri. Sedangkan untuik William, pada saat BK tidak terdaftar nama, dan pada saat bersamaan entry by name, William sedang berada di Amerika mengikuti pertandingan.

''Kemungkinan ada kebohongan yang nanti akan kami buktikan. Contohnya saat entry by name kan dia lagi di Amerika lalu formulir pendaftaran siapa yang menandatangani, kapan dia memberikan foto dan KTP nya,” tegas Agus.

Agus menganggap masih ada kemungkinan keterangan William adalah palsu. Agus dan tim masih mengumpulkan data untuk kasus tersebut. ''Kami masih kumpulkan data-data, dan kalau terbukti kami akan lakukan gugatan, karena ini merugikan Jabar,”ujarnya.

Upaya yang dilakukan KONI Jabar belum cukup sampai disitu, karena masih ada tiga cabor yang belum diputuskan seperti pada cabor sepatu roda, tinju dan menembak. ''Untuk cabor sepatu roda kami yakin emas untuk Jabar, karena dari persidangan dewan hakim sudah percaya dengan melihat bukti-bukti yang kami berikan. Itu merupakan pelanggaran dan harus di diskualifikasi,”katanya kepada wartawan, Kamis (20/9).

Sedangkan, untuk cabor tinju pihaknya masih mengusahakan banding. Karena menurutnya, masih ada perdebatan dari pihak dewan hakim terkait persoalan yang ada di cabor tinju. Begitu juga dengan cabor menembak, dimana secara mendadak menambah nomor yang dipertandingkan tanpa mengikutsertakan Jabar. Dengan melihat kasus tersebut sudah jelas kontingen Jabar dirugikan dan mempengaruhi terhadap peraihan medali pada PON XVIII 2012 ini.

Sementara itu Ketua KONI Jabar, Azis Syarif mengatakan, meskipun gugatan yang dilakukan Jabar diterima, tidak akan merubah posisi Jabar pada peraihan medali di PON ke 18 itu. Jabar akan masih tetap menjadi yang kedua di bawah DKI Jakarta. ''Meskipun diterima, Jabar tetap di nomor dua. Yang terpenting adalah perjuangannya, setidaknya bisa mempertipis raihan medali meskipun kemenangan seharusnya milik Jabar,”ungkapnya.
(aww)
Berita Terkait
5 Fakta Unik PON XX...
5 Fakta Unik PON XX Papua 2021, dari Keamanan hingga Noken
Dualisme PSSI Tahun...
Dualisme PSSI Tahun 2012 Penyebab Timnas Indonesia Gagal Total di Piala AFF 2012
7 Arena PON XX Papua...
7 Arena PON XX Papua 2021 yang Diresmikan Presiden Jokowi
Kisah Greysia Polii:...
Kisah Greysia Polii: Skandal Olimpiade 2012, Pensiun, Tragedi, Emas Olimpiade 2020
Polemik Revisi PP 109/2012,...
Polemik Revisi PP 109/2012, Kemenkumham Dorong Libatkan Partisipasi Publik
Venue Siap, Cabor Futsal...
Venue Siap, Cabor Futsal PON XX Papua Digelar Tepat Waktu
Berita Terkini
Profil Jesslyn Wijaya...
Profil Jesslyn Wijaya Lay, Atlet Golf Putri yang Diduga Diculik di Mangga Besar
24 menit yang lalu
Yamal Usul Duel Fisik...
Yamal Usul Duel Fisik Paredes vs Gavi Berlanjut di Ring Tinju
35 menit yang lalu
10 Kontroversi Argentina...
10 Kontroversi Argentina di Piala Dunia 2026: Tuduhan Dibantu Wasit hingga Pukul Pemain Spanyol
43 menit yang lalu
Ranking FIFA usai Piala...
Ranking FIFA usai Piala Dunia 2026: Spanyol Gusur Argentina dari Takhta, Norwegia Meroket 12 Tingkat
4 jam yang lalu
Legenda Liverpool Kevin...
Legenda Liverpool Kevin Keegan Meninggal Dunia di Usia 75 tahun
6 jam yang lalu
Jalanan Memerah, 2 Juta...
Jalanan Memerah, 2 Juta Suporter Spanyol Turun ke Jalan Rayakan Gelar Piala Dunia 2026
7 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Ini Lokasinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved