Prestasi tiga cabor Sulsel luar biasa
Kamis, 20 September 2012 - 22:14 WIB
Prestasi tiga cabor Sulsel luar biasa
A
A
A
Sindonews.com - KONI Sulawesi Selatan (Sulsel) menilai, ada tiga cabang olahraga (cabor) yang paling maksimal di PON XVIII Riau. Yakni karate, anggar, dan layar.
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Latihan KONI Sulsel, Marzuki Wadeng mengatakan, sebelumnya cabor karate hanya ditarget meraih tiga medali emas, di PON Riau 2012. Namun hasilnya, anak-anak asuh Mursalim Badoo, bisa mendulang enam medali emas. Termasuk dua perak dan satu perunggu. ''Di luar dari prediksi kami. Karate tampil sangat luar biasa di PON tahun ini,” ucapnya.
Cabor lainnya adalah, layar. Sebelumnya hanya ditarget dua emas. Namun hasilnya, bisa tiga emas tiga perak dan satu perunggu. ''Jumlah yang luar biasa dan sudah maksimal,” sebutnya.
Anggar juga menjadi cabor dengan capaian yang maksimal. Hanya ditarget dua emas, namun mendulang tiga emas. ''Tiga cabor itu yang melebihi dari target,” katanya.
Dia mengatakan, ada sejumlah faktor sehingga tiga cabor tersebut bisa meraih hasil maksimal selama PON. “Paling utama adalah iklim organisasi yang kondusif,” ucapnya.
Marzuki menjelaskan, kalau induk organisasinya bagus, maka proses regenerasi atlet dan pembinaan juga bagus. “Liat saja induk organisasi yang tidak kondusif, pasti prestasinya juga jatuh,” katanya.
Pelatih karate Sulsel Mursalim Badoo mengakui, kalau proses regenerasi di cabor karate sangat baik. ''Ada beberapa atlet kita sudah tidak bisa lagi tampil di PON mendatang. Nah, adik mereka telah disiapkan untuk mengganti mereka,” jelasnya.
Dia mencontohkan Febby Ramadhan adalah peraih medali perak di kejuaran dunia karate di Uzbekistan belum lama ini. ''Dia masih kadet dan sudah disiapkan untuk PON mendatang,” pungkasnya.
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Latihan KONI Sulsel, Marzuki Wadeng mengatakan, sebelumnya cabor karate hanya ditarget meraih tiga medali emas, di PON Riau 2012. Namun hasilnya, anak-anak asuh Mursalim Badoo, bisa mendulang enam medali emas. Termasuk dua perak dan satu perunggu. ''Di luar dari prediksi kami. Karate tampil sangat luar biasa di PON tahun ini,” ucapnya.
Cabor lainnya adalah, layar. Sebelumnya hanya ditarget dua emas. Namun hasilnya, bisa tiga emas tiga perak dan satu perunggu. ''Jumlah yang luar biasa dan sudah maksimal,” sebutnya.
Anggar juga menjadi cabor dengan capaian yang maksimal. Hanya ditarget dua emas, namun mendulang tiga emas. ''Tiga cabor itu yang melebihi dari target,” katanya.
Dia mengatakan, ada sejumlah faktor sehingga tiga cabor tersebut bisa meraih hasil maksimal selama PON. “Paling utama adalah iklim organisasi yang kondusif,” ucapnya.
Marzuki menjelaskan, kalau induk organisasinya bagus, maka proses regenerasi atlet dan pembinaan juga bagus. “Liat saja induk organisasi yang tidak kondusif, pasti prestasinya juga jatuh,” katanya.
Pelatih karate Sulsel Mursalim Badoo mengakui, kalau proses regenerasi di cabor karate sangat baik. ''Ada beberapa atlet kita sudah tidak bisa lagi tampil di PON mendatang. Nah, adik mereka telah disiapkan untuk mengganti mereka,” jelasnya.
Dia mencontohkan Febby Ramadhan adalah peraih medali perak di kejuaran dunia karate di Uzbekistan belum lama ini. ''Dia masih kadet dan sudah disiapkan untuk PON mendatang,” pungkasnya.
(aww)