Kekasih Lampard kunjungi penderita diare
Selasa, 16 Oktober 2012 - 13:54 WIB
Kekasih Lampard kunjungi penderita diare
A
A
A
Sindonews.com - Tunangan gelandang senior Chelsea, Frank Lampard, Christine Bleakley tersentuh hatinya untuk menjalani misi kemanusiaan dengan mengunjungi anak-anak penderita diare di Uganda.
Christine bersama organisasi Sport Relief yang diusung BBC Sport berkesempatan untuk menunjukkan kepedulian sosial dalam kegiatan amal . Presenter televisi ini ingin membantu misi pencegahan diare yang sudah menjangkit di Uganda.
Tercatat ribuan anak di negara Afrika Timur itu terancam mati lantaran menderita diare. Wajar saja karena sebanyak 28 persen penduduk tidak memiliki akses untuk mendapatkan air minum bersih.
Sedangkan 66 persen penduduk tidak memiliki akses sanitasi yang memadai. Melihat fakta menyedihkan itu, Christine tergerak untuk terjun langsung mengunjungi anak-anak tersebut. Ia sempat berbincang dengan salah satu siswa sekolah Kasasa, Moses Sekitoleko.
“Saya selalu bermain dan berlari, jadi sangat haus. Suatu hari, saya benar-benar haus. Meskipun tahu kotor, saya tetap minum air dari pipa. Malam harinya, saya sakit dan dibawa ke rumah sakit. Saya terserang diare,” ujar Moses kepada Christine seperti dilansir The Sun.
Ya, setidaknya 2.000 anak mati setiap hari lantaran diare. Christine pun sangat memahami penderitaan mereka dan ingin segera menurunkan angka kematian tersebut.
“Saya ingin sekali membantu mereka. Faktanya, Moses tahu kalau dia telah mencemari dirinya sendiri. Tapi, bisakah Anda melarang bocah 12 tahun minum saat dia haus,? tutur Christine.
Wanita 33 tahun ini juga mengagumi jiwa sosial yang dimiliki bintang Afrika, Didier Drogba yang juga mantan rekan setim Lampard di Chelsea.
Christine bersama organisasi Sport Relief yang diusung BBC Sport berkesempatan untuk menunjukkan kepedulian sosial dalam kegiatan amal . Presenter televisi ini ingin membantu misi pencegahan diare yang sudah menjangkit di Uganda.
Tercatat ribuan anak di negara Afrika Timur itu terancam mati lantaran menderita diare. Wajar saja karena sebanyak 28 persen penduduk tidak memiliki akses untuk mendapatkan air minum bersih.
Sedangkan 66 persen penduduk tidak memiliki akses sanitasi yang memadai. Melihat fakta menyedihkan itu, Christine tergerak untuk terjun langsung mengunjungi anak-anak tersebut. Ia sempat berbincang dengan salah satu siswa sekolah Kasasa, Moses Sekitoleko.
“Saya selalu bermain dan berlari, jadi sangat haus. Suatu hari, saya benar-benar haus. Meskipun tahu kotor, saya tetap minum air dari pipa. Malam harinya, saya sakit dan dibawa ke rumah sakit. Saya terserang diare,” ujar Moses kepada Christine seperti dilansir The Sun.
Ya, setidaknya 2.000 anak mati setiap hari lantaran diare. Christine pun sangat memahami penderitaan mereka dan ingin segera menurunkan angka kematian tersebut.
“Saya ingin sekali membantu mereka. Faktanya, Moses tahu kalau dia telah mencemari dirinya sendiri. Tapi, bisakah Anda melarang bocah 12 tahun minum saat dia haus,? tutur Christine.
Wanita 33 tahun ini juga mengagumi jiwa sosial yang dimiliki bintang Afrika, Didier Drogba yang juga mantan rekan setim Lampard di Chelsea.
(wbs)