Rumah bordil sponsori klub sepakbola Yunani
Senin, 22 Oktober 2012 - 09:27 WIB
Rumah bordil sponsori klub sepakbola Yunani
A
A
A
Sindonews.com - Krisis ekonomi yang menerjang Yunani terus mengancam kelangsungan beberapa klub sepak bola di negeri para dewa tersebut. Untuk tetap hidup segala cara pun ditempuh agar klub bisa bertahan. Bahkan, ada klub yang disponsori rumah bordil (tempat pelacuran).
Radio lokal, NovaSport FM melansir, bahwa Voukefalas, klub amatir asal Larissa, menjalin kerja sama dengan dua rumah bordil setempat. Logo "Villa Erotica" dan "House Soula", yang merupakan rumah bordil, terpampang di seragam Voukefalas yang berwarna pink.
" Senang atau tidak kami harus mengumumkan kepada pemain bahwa sponsor utama kita adalah rumah bordil, mereka ingin mengetahui soal bonus. Awalnya mereka tidak percaya. Namun, ketika seragam dicetak, mereka berpikir itu lucu. Usulan disponsori rumah bordil berdasarkan alasan ekonomi," ujar Presiden Voukefalas, Giannis Batziolas, seperti dilansir, wagrankings.com.
Kerja sama ini cukup membantu pemain. House Soula membayar lebih dari seribu euro bagi setiap pemain yang mengenakan seragam tersebut.
Namun, keputusan Voukefalas bekerjasama dengan rumah pelacuran mendapatkan tentangan dari penyelenggara liga. Mereka melarang pemain mengenakan jersey mereka karena hal itu melanggar nilai-nilai olahraga dan tidak pantas untuk fans di bawah umur meski prostitusi legal di Yunani.
Radio lokal, NovaSport FM melansir, bahwa Voukefalas, klub amatir asal Larissa, menjalin kerja sama dengan dua rumah bordil setempat. Logo "Villa Erotica" dan "House Soula", yang merupakan rumah bordil, terpampang di seragam Voukefalas yang berwarna pink.
" Senang atau tidak kami harus mengumumkan kepada pemain bahwa sponsor utama kita adalah rumah bordil, mereka ingin mengetahui soal bonus. Awalnya mereka tidak percaya. Namun, ketika seragam dicetak, mereka berpikir itu lucu. Usulan disponsori rumah bordil berdasarkan alasan ekonomi," ujar Presiden Voukefalas, Giannis Batziolas, seperti dilansir, wagrankings.com.
Kerja sama ini cukup membantu pemain. House Soula membayar lebih dari seribu euro bagi setiap pemain yang mengenakan seragam tersebut.
Namun, keputusan Voukefalas bekerjasama dengan rumah pelacuran mendapatkan tentangan dari penyelenggara liga. Mereka melarang pemain mengenakan jersey mereka karena hal itu melanggar nilai-nilai olahraga dan tidak pantas untuk fans di bawah umur meski prostitusi legal di Yunani.
(wbs)