Gaji Rp700 juta belum dibayar Persela
Kamis, 25 Oktober 2012 - 19:36 WIB
Gaji Rp700 juta belum dibayar Persela
A
A
A
Sindonews.com - Terungkap sudah alasan kepindahan Miroslav Janu dari Persela Lamongan ke Persebaya Divisi Utama (DU). Pelatih asal Republik Ceko itu mengaku kecewa dengan Persela karena tidak membayar tunggakan gaji sebesar Rp700 juta.
Meski sudah menangani seleksi Persebaya Divisi Utama (DU), namun hati Janu belum bisa tenang. Bukan hanya lantaran belum resmi teken kontrak, namun juga menanti pelunasan gaji di klub sebelumnya, Persela Lomongan. "Gaji lima bulan di Persela belum dibayar sampai sekarang," keluh Janu usai memimpin latihan Persebaya di Gelora 10 November, Kamis pagi (25/10).
Bukan hanya itu, Janu juga kecewa karena pihak Persela meminta dirinya kembali melatih tim berjuluk Laskar Joko Tingkir itu, namun enggan membayar tunggakan gaji musim lalu.
"Lamongan sebenarnya minta saya balik ke sana, tapi mereka tidak mau bayar gaji musim lalu. Saya tidak mau," ungkap pria yang berhasil membawa Persela menembus posisi empat besar di kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim lalu.
Ditambahkan Janu, dirinya sudah berulang kali menghubungi pengurus Persela untuk meminta kejelasan mengenai gajinya. Namun, upayanya menemui jalan buntu. "Mereka tidak mau angkat handphone. Tidak mau komunikasi. Mereka bohong di koran, mereka bohong ke La Mania," kecam mantan pelatih Arema ini.
Pelatih asal Republik Ceko itu menambahkan, selain haknya yang belum terbayar, Persela juga masih menunggak gaji pemain. Kabarnya, penggawa Laskar Joko Tingkir belum mendapatkan gaji selama kurang lebih tiga bulan. "Bukan saya tidak mau melatih Persela lagi, tapi kondisi sebenarnya seperti ini, " ucapnya,
Ironisnya, pihak Persela sudah memperkenalkan calon pengganti Janu yaitu Gomes de Olivera. Sebelumnya pria asal Brasil itu melatih tim Indonesia Super League asal Papua, Persiwa Wamena. "Itulah Indonesia, belum bayar saya, dia sudah ada pelatih baru. Dia belum bayar pemain, sudah mau cari pemain baru," paparnya.
Sementara di Persebaya, Janu mengaku masih belum resmi menjadi pelatih. Sebab, sampai saat ini kesepakatan secara hitam putih belum ada. "Masih belum ada kontrak, saya tidak ingin kejadian di Persela terulang, " ucapnya.
Meski sudah menangani seleksi Persebaya Divisi Utama (DU), namun hati Janu belum bisa tenang. Bukan hanya lantaran belum resmi teken kontrak, namun juga menanti pelunasan gaji di klub sebelumnya, Persela Lomongan. "Gaji lima bulan di Persela belum dibayar sampai sekarang," keluh Janu usai memimpin latihan Persebaya di Gelora 10 November, Kamis pagi (25/10).
Bukan hanya itu, Janu juga kecewa karena pihak Persela meminta dirinya kembali melatih tim berjuluk Laskar Joko Tingkir itu, namun enggan membayar tunggakan gaji musim lalu.
"Lamongan sebenarnya minta saya balik ke sana, tapi mereka tidak mau bayar gaji musim lalu. Saya tidak mau," ungkap pria yang berhasil membawa Persela menembus posisi empat besar di kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim lalu.
Ditambahkan Janu, dirinya sudah berulang kali menghubungi pengurus Persela untuk meminta kejelasan mengenai gajinya. Namun, upayanya menemui jalan buntu. "Mereka tidak mau angkat handphone. Tidak mau komunikasi. Mereka bohong di koran, mereka bohong ke La Mania," kecam mantan pelatih Arema ini.
Pelatih asal Republik Ceko itu menambahkan, selain haknya yang belum terbayar, Persela juga masih menunggak gaji pemain. Kabarnya, penggawa Laskar Joko Tingkir belum mendapatkan gaji selama kurang lebih tiga bulan. "Bukan saya tidak mau melatih Persela lagi, tapi kondisi sebenarnya seperti ini, " ucapnya,
Ironisnya, pihak Persela sudah memperkenalkan calon pengganti Janu yaitu Gomes de Olivera. Sebelumnya pria asal Brasil itu melatih tim Indonesia Super League asal Papua, Persiwa Wamena. "Itulah Indonesia, belum bayar saya, dia sudah ada pelatih baru. Dia belum bayar pemain, sudah mau cari pemain baru," paparnya.
Sementara di Persebaya, Janu mengaku masih belum resmi menjadi pelatih. Sebab, sampai saat ini kesepakatan secara hitam putih belum ada. "Masih belum ada kontrak, saya tidak ingin kejadian di Persela terulang, " ucapnya.
(aww)