Piala Dunia dan GM Pria
Senin, 29 Oktober 2012 - 21:40 WIB
Piala Dunia dan GM Pria
A
A
A
Sindonews.com - Irene Kharisma Sukandar menjadi satu-satunya pecatur Indonesia yang juara di Asian Continental Chess Championship di Ho Chi Minh City, Vietnam, dalam 11 kali penyelenggaraan. Gelar juara bagi Irene juga berarti sejarah baru lainnya. Dia juga sekaligus berhasil mendapatkan tiket ke Piala Dunia 2014 mendatang.
Pada even yang sama, Irene memperoleh Norma Grand Master Pria yang pertama. Lagi-lagi Irene membuat sejarah baru bagi percaturan Indonesia bahkan Asia Tenggara. Karena sebelumnya belum pernah ada pecatur wanita yang berasal dari Asia Tenggara yang mampu memperoleh Norma Grand Master Pria. Namun, Irene masih membutuhkan dua Norma Grand Master Pria lagi untuk menggenapkan Gelar Grand Master Pria tersebut.
"Setelah ikut PON XVIII di Riau, target saya selanjutnya adalah Piala Dunia 2014 dan meraih gelar Grand Master Pria. Untuk itu sekarang ini saya terus berlatih, karena untuk menyandang gelar Gran Master Pria saya harus menyabet dua Norma Grand Master Pria lainnya," ujar Irene kepada Wartawan.
Menjadi juara dunia, meraih gelar Grand Master Pria, dan juga Elo Rating 2500 menjadi target Irene selanjutnya. Untuk menggapai targetnya itu, Irene berencana akan menjalani program latihan jangka pendek di akademi catur Moskow, Rusia, selama 20 bulan. Selama itu, Irene akan melakukan latihan intensif dengan diselingi 10 turnamen internasional di dataran Eropa.
Selain itu, selama di sana, Irene juga akan dilatih oleh beberapa Grand Master Super papan atas dunia yang berasal dari Rusia dan negara sekitarnya (Pecahan Uni Soviet) yang notabene merupakan negara yang selalu menjadi juara dunia catur.
Meskipun Irene bisa dibilang sebagai lumbung prestasi catur, namun perhatian Pemerintah terhadap atlet-atlet terbaik tanah air, termasuk atlet yang selalu mencetak sejarah baru itu dinilai masing kurang. Manajer Irene, Kaisar Jenius H, yang juga kakak kandung dari atlet kelahiran 7 April 1992 itu, menuturkan program latihan jangka pendek Irene itu membutuhkan biaya yang tidak kecil, estimasinya mencapai hampir mendekati Rp2 Miliar.
Hal inilah yang menjadi kendala yang dihadapi Irene saat ini. Irene yang saat itu didampingi manager dan ayahnya, mengaku jika saat ini dirinya membutuhkan suntikan dana yang cukup besar khususnya dari pemerintah.
Namun sayang, hingga saat ini belum ada angin segar yang bisa membuatnya sedikit lega. pemerintah baru akan memberikan perhatiannya jika membutuhkan atlet saja, tidak secara berkesinambungan. Padahal, Atlet itu membutuhkan pembinaan serta latihan yang berkesinambungan tidak cuma saat akan mengikuti kejuaraan nasional saja.
"Kami sudah berusaha untuk meminta bantuan dari Pemerintah Pusat ataupun Pemerintah Daerah, tapi sayang sampai saat ini belum ada kepastiannya," ungkap Kaisar.
Saat ini Irene sangat membutuhkan perhatian dari pemerintah, khususnya Pemrov Jabar, karena saat ini Irene masuk dalam atlet Jabar. Karena apa yang akan diraih Irene nanti untuk mengharumkan nama Indonesia juga, khususnya Jabar.
Pasca PON XVIII lalu, Irene menjadi primadona di dunia catur. Pasalnya banyak daerah-daerah lain yang berusaha untuk meminang Irene. Namun karena kecintaan Irene terhadap Jabar, dirinya beserta tim masih siap untuk membela Jabar. Meskipun masih banyak kesempatan lain di saat perhatian terhadap atlet seperti Irene dinilai masih kurang.
Untuk biaya pelatihan Irene di Moskow pihaknya sudah mengantongi sejumlah uang yang dikumpulkan dari hasil prestasi Irene sendiri. Namun, jumlahnya masih jauh dari yang dibutuhkan. Untuk itu, pihaknya berharap agar Pemerintah mau membantu meringankan biaya yang dibutuhkan oleh Irene. Pasalnya, tujuan yang ingin dicapai Irene tidak lain karena ingin mengharumkan nama bangsa lewat prestasi yang diraihnya nanti.
"Walaupun nanti harus menjalani latihan di Moskow selama 20 bulan, tapi Irene akan selalu siap jika sewaktu-waktu diminta untuk turun dalam kejuaraan catur mewakili Jawa Barat atau Indonesia," ungkapnya.
Untuk itu, perhatian dari pemerintah akan menjadi sangat membantu untuk program Irene untuk memecahkan rekor-rekor dan sejarah baru di cabang olahraga catur Indonesia, Asia, bahkan Dunia.
Pada even yang sama, Irene memperoleh Norma Grand Master Pria yang pertama. Lagi-lagi Irene membuat sejarah baru bagi percaturan Indonesia bahkan Asia Tenggara. Karena sebelumnya belum pernah ada pecatur wanita yang berasal dari Asia Tenggara yang mampu memperoleh Norma Grand Master Pria. Namun, Irene masih membutuhkan dua Norma Grand Master Pria lagi untuk menggenapkan Gelar Grand Master Pria tersebut.
"Setelah ikut PON XVIII di Riau, target saya selanjutnya adalah Piala Dunia 2014 dan meraih gelar Grand Master Pria. Untuk itu sekarang ini saya terus berlatih, karena untuk menyandang gelar Gran Master Pria saya harus menyabet dua Norma Grand Master Pria lainnya," ujar Irene kepada Wartawan.
Menjadi juara dunia, meraih gelar Grand Master Pria, dan juga Elo Rating 2500 menjadi target Irene selanjutnya. Untuk menggapai targetnya itu, Irene berencana akan menjalani program latihan jangka pendek di akademi catur Moskow, Rusia, selama 20 bulan. Selama itu, Irene akan melakukan latihan intensif dengan diselingi 10 turnamen internasional di dataran Eropa.
Selain itu, selama di sana, Irene juga akan dilatih oleh beberapa Grand Master Super papan atas dunia yang berasal dari Rusia dan negara sekitarnya (Pecahan Uni Soviet) yang notabene merupakan negara yang selalu menjadi juara dunia catur.
Meskipun Irene bisa dibilang sebagai lumbung prestasi catur, namun perhatian Pemerintah terhadap atlet-atlet terbaik tanah air, termasuk atlet yang selalu mencetak sejarah baru itu dinilai masing kurang. Manajer Irene, Kaisar Jenius H, yang juga kakak kandung dari atlet kelahiran 7 April 1992 itu, menuturkan program latihan jangka pendek Irene itu membutuhkan biaya yang tidak kecil, estimasinya mencapai hampir mendekati Rp2 Miliar.
Hal inilah yang menjadi kendala yang dihadapi Irene saat ini. Irene yang saat itu didampingi manager dan ayahnya, mengaku jika saat ini dirinya membutuhkan suntikan dana yang cukup besar khususnya dari pemerintah.
Namun sayang, hingga saat ini belum ada angin segar yang bisa membuatnya sedikit lega. pemerintah baru akan memberikan perhatiannya jika membutuhkan atlet saja, tidak secara berkesinambungan. Padahal, Atlet itu membutuhkan pembinaan serta latihan yang berkesinambungan tidak cuma saat akan mengikuti kejuaraan nasional saja.
"Kami sudah berusaha untuk meminta bantuan dari Pemerintah Pusat ataupun Pemerintah Daerah, tapi sayang sampai saat ini belum ada kepastiannya," ungkap Kaisar.
Saat ini Irene sangat membutuhkan perhatian dari pemerintah, khususnya Pemrov Jabar, karena saat ini Irene masuk dalam atlet Jabar. Karena apa yang akan diraih Irene nanti untuk mengharumkan nama Indonesia juga, khususnya Jabar.
Pasca PON XVIII lalu, Irene menjadi primadona di dunia catur. Pasalnya banyak daerah-daerah lain yang berusaha untuk meminang Irene. Namun karena kecintaan Irene terhadap Jabar, dirinya beserta tim masih siap untuk membela Jabar. Meskipun masih banyak kesempatan lain di saat perhatian terhadap atlet seperti Irene dinilai masih kurang.
Untuk biaya pelatihan Irene di Moskow pihaknya sudah mengantongi sejumlah uang yang dikumpulkan dari hasil prestasi Irene sendiri. Namun, jumlahnya masih jauh dari yang dibutuhkan. Untuk itu, pihaknya berharap agar Pemerintah mau membantu meringankan biaya yang dibutuhkan oleh Irene. Pasalnya, tujuan yang ingin dicapai Irene tidak lain karena ingin mengharumkan nama bangsa lewat prestasi yang diraihnya nanti.
"Walaupun nanti harus menjalani latihan di Moskow selama 20 bulan, tapi Irene akan selalu siap jika sewaktu-waktu diminta untuk turun dalam kejuaraan catur mewakili Jawa Barat atau Indonesia," ungkapnya.
Untuk itu, perhatian dari pemerintah akan menjadi sangat membantu untuk program Irene untuk memecahkan rekor-rekor dan sejarah baru di cabang olahraga catur Indonesia, Asia, bahkan Dunia.
(aww)