Disorda inventarisasi venues PON 2016
Rabu, 31 Oktober 2012 - 21:05 WIB
Disorda inventarisasi venues PON 2016
A
A
A
Sindonews.com - Sukses menjadi tuan rumah multi even Pekan Olahraga Nasional (PON) bukan hanya meraih prestasi. Sebagai tuan rumah juga harus sukses dalam penyelenggaraan, baik itu dari pengadaan tempat bertanding berstandar internasional, perangkat pertandingan dan jalannya pertandingan.
Sebagai persiapan, venues untuk pertandingan cabang olahraga menjadi perhatian utama untuk bisa sukses menyelenggarakan perhelatan akbar tersebut. Karena itu, Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Jawa Barat berencana akan menginventarisasi sarana olahraga yang akan digunakan untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Jabar 2016.
Menurut Sekretaris Disorda, Wahyu Iskandar, rencana tersebut akan dilakukan sebagai langkah untuk menyukseskan Tanah Pasundan, yang akan bertindak sebagai tuan rumah pesta olahraga level nasional itu. ''Kami sudah kumpulkan masukan dari 43 cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan di PON, tentang venues olahraga yang akan digunakan,”katanya.
Dalam pembangunannya, Wahyu mengakui, akan ada pemerataan pembangunan venue olahraga, di 26 kabupaten kota di Jabar. Namun semuanya tidak serba baru membangun dari awal. Dia juga mengatakan, akan dibagi menjadi 3 jenis pembangunan venue. Yakni rehab (perbaikan), menggelar Memorandum of Understanding (MoU) dengan pihak swasta dan bangunan baru.
''Di Jawa Barat sebenarnya sudah lengkap, barangkali sifat pembangunannya hanya rehab saja.
Tapi tidak menutup kemungkinan ada venues baru yang akan kita bangun atau ada bangunan yang akan dikelola oleh swasta,” katanya.
Namun saat ditanya mengenai anggaran, Wahyu enggan berkomentar lebih banyak. Meski begitu, rencana pembangunan venue ini akan ada pada anggaran 2013. ''Soal anggaran, belum sampai ke sana, tapi sudah membuat tim yang melibatkan Bappeda, KONI, ahli olahraga dan lain-lain, untuk perumusan pembangunan ini,” ujarnya.
Sementara itu, langkah Disorda ini dikritisi pemerhati olahraga Jawa Barat, Ajat Sudrajat, yang menilai Disorda kurang tanggap menyikapi kesempatan emas Jabar menjadi tuan rumah PON.
Bahkan mantan sekretaris umum KONI Jabar tiga periode ini, menganggap Disorda tidak mempunyai program yang jelas untuk sarana olahraga prestasi. ''Sejak didirikan kedinasan ini pada tahun 2009, belum ada pembangunan olahraga yang sukses dibangun Disorda,” tegasnya.
Dirinya memberikan contoh pada pembangunan Sentra Pembinaan Olahraga Terpadu (Sport) Arcamanik, yang hingga kini belum ada kejelasan tentang pembangunannya. Padahal Sport Arcamanik ini, merupakan program Disorda dari tahun 2010 lalu.
Untuk itu, dirinya mengaku khawatir, hal serupa juga terjadi pada pembangunan penyelenggaraan PON ini, terlebih pelaksanaan PON ini tinggal menyisakan waktu empat tahun lagi. ''Untuk ukuran pembangunan venues, waktu empat tahun tidak lama. Apalagi ini berkaitan dengan birokrasi. Pasti memerlukan proses yang tidak sebentar,“ tegasnya.
Sebagai persiapan, venues untuk pertandingan cabang olahraga menjadi perhatian utama untuk bisa sukses menyelenggarakan perhelatan akbar tersebut. Karena itu, Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Jawa Barat berencana akan menginventarisasi sarana olahraga yang akan digunakan untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Jabar 2016.
Menurut Sekretaris Disorda, Wahyu Iskandar, rencana tersebut akan dilakukan sebagai langkah untuk menyukseskan Tanah Pasundan, yang akan bertindak sebagai tuan rumah pesta olahraga level nasional itu. ''Kami sudah kumpulkan masukan dari 43 cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan di PON, tentang venues olahraga yang akan digunakan,”katanya.
Dalam pembangunannya, Wahyu mengakui, akan ada pemerataan pembangunan venue olahraga, di 26 kabupaten kota di Jabar. Namun semuanya tidak serba baru membangun dari awal. Dia juga mengatakan, akan dibagi menjadi 3 jenis pembangunan venue. Yakni rehab (perbaikan), menggelar Memorandum of Understanding (MoU) dengan pihak swasta dan bangunan baru.
''Di Jawa Barat sebenarnya sudah lengkap, barangkali sifat pembangunannya hanya rehab saja.
Tapi tidak menutup kemungkinan ada venues baru yang akan kita bangun atau ada bangunan yang akan dikelola oleh swasta,” katanya.
Namun saat ditanya mengenai anggaran, Wahyu enggan berkomentar lebih banyak. Meski begitu, rencana pembangunan venue ini akan ada pada anggaran 2013. ''Soal anggaran, belum sampai ke sana, tapi sudah membuat tim yang melibatkan Bappeda, KONI, ahli olahraga dan lain-lain, untuk perumusan pembangunan ini,” ujarnya.
Sementara itu, langkah Disorda ini dikritisi pemerhati olahraga Jawa Barat, Ajat Sudrajat, yang menilai Disorda kurang tanggap menyikapi kesempatan emas Jabar menjadi tuan rumah PON.
Bahkan mantan sekretaris umum KONI Jabar tiga periode ini, menganggap Disorda tidak mempunyai program yang jelas untuk sarana olahraga prestasi. ''Sejak didirikan kedinasan ini pada tahun 2009, belum ada pembangunan olahraga yang sukses dibangun Disorda,” tegasnya.
Dirinya memberikan contoh pada pembangunan Sentra Pembinaan Olahraga Terpadu (Sport) Arcamanik, yang hingga kini belum ada kejelasan tentang pembangunannya. Padahal Sport Arcamanik ini, merupakan program Disorda dari tahun 2010 lalu.
Untuk itu, dirinya mengaku khawatir, hal serupa juga terjadi pada pembangunan penyelenggaraan PON ini, terlebih pelaksanaan PON ini tinggal menyisakan waktu empat tahun lagi. ''Untuk ukuran pembangunan venues, waktu empat tahun tidak lama. Apalagi ini berkaitan dengan birokrasi. Pasti memerlukan proses yang tidak sebentar,“ tegasnya.
(aww)