M'Vila jadi kambing hitam?
Sabtu, 10 November 2012 - 16:15 WIB
M'Vila jadi kambing hitam?
A
A
A
Sindonews.com - Kuasa hukum Yann M'Vila, Fillion mengaku kliennya telah dijadikan kambing hitam setelah Federasi SepakBola Prancis (FFF) melarangnya tampil bersama Les Blues selama 20 bulan.
Sebelumnya, Gelandang Rennes tersebut mendapatkan sanksi keras dari FFF, setelah dirinya bersama empat rekan setimnya (Wissam Ben Yedder, Antoine Griezmann, Chris Mavinga, dan M'Baye Niang) mengunjungi kelab malam jelang pertandingan kualifikasi Piala Eropa U-21 melawan Norwegia pada Oktober lalu.
Akibat peristiwa tersebut tim besutan Erick Mombaerts gagal lolos ke putaran Final Piala Eropa 2013 yang akan berlangsung di Israel, setelah mereka kalah agregat 5-3. Namun, menurut Fillion kliennya telah diperlakukan tidak adil dalam peristiwa ini.
"Saat ini M'Vila cukup tertekan. Saya berpikir larangan M'Vila tidak proporsional, jadi ada kemungkinan bahwa dia telah dijadikan kambing hitam dalam keputusan ini," kata kuasa hukumnya seperti dilansir ESPN, Sabtu (10/11/2012).
Senada dengan pernyataan Fillion, calon presiden FFF Christophe Bouchet mengaku terkejut dengan keputusan yang diberikan kepada pemain berusia 22 tahun itu. "Memang benar jika ada pemain yang melakukan pelanggaran harus diberikan sanksi tegas, karena dia harus mengambil tanggung jawab itu dan saya setuju. Namun, ini terlalu berlebihan, jadi saya merasa ketidakadilan ketika keputusan itu dijatuhkan kepada pemain," tambah mantan Presiden Olympique de Marseille tersebut.
Ini merupakan hukuman kedua kalinya yang diberikan FFF kepada M'Villa. Sebelumnya pemain berusia 22 tahun tersebut diskors satu pertandingan karena menolak berjabat tangan dengan pelatih Laurent Blanc. M'Villa merasa kesal karena dirinya diganti dengan Olivier Giroud saat Prancis kalah melawan Spanyol dalam Kejuaraan Eropa pada Juni lalu.
Sebelumnya, Gelandang Rennes tersebut mendapatkan sanksi keras dari FFF, setelah dirinya bersama empat rekan setimnya (Wissam Ben Yedder, Antoine Griezmann, Chris Mavinga, dan M'Baye Niang) mengunjungi kelab malam jelang pertandingan kualifikasi Piala Eropa U-21 melawan Norwegia pada Oktober lalu.
Akibat peristiwa tersebut tim besutan Erick Mombaerts gagal lolos ke putaran Final Piala Eropa 2013 yang akan berlangsung di Israel, setelah mereka kalah agregat 5-3. Namun, menurut Fillion kliennya telah diperlakukan tidak adil dalam peristiwa ini.
"Saat ini M'Vila cukup tertekan. Saya berpikir larangan M'Vila tidak proporsional, jadi ada kemungkinan bahwa dia telah dijadikan kambing hitam dalam keputusan ini," kata kuasa hukumnya seperti dilansir ESPN, Sabtu (10/11/2012).
Senada dengan pernyataan Fillion, calon presiden FFF Christophe Bouchet mengaku terkejut dengan keputusan yang diberikan kepada pemain berusia 22 tahun itu. "Memang benar jika ada pemain yang melakukan pelanggaran harus diberikan sanksi tegas, karena dia harus mengambil tanggung jawab itu dan saya setuju. Namun, ini terlalu berlebihan, jadi saya merasa ketidakadilan ketika keputusan itu dijatuhkan kepada pemain," tambah mantan Presiden Olympique de Marseille tersebut.
Ini merupakan hukuman kedua kalinya yang diberikan FFF kepada M'Villa. Sebelumnya pemain berusia 22 tahun tersebut diskors satu pertandingan karena menolak berjabat tangan dengan pelatih Laurent Blanc. M'Villa merasa kesal karena dirinya diganti dengan Olivier Giroud saat Prancis kalah melawan Spanyol dalam Kejuaraan Eropa pada Juni lalu.
(aww)