Stosur idamkan gelar Grand Slam kedua
Minggu, 11 November 2012 - 03:36 WIB
Stosur idamkan gelar Grand Slam kedua
A
A
A
Sindonews.com - Petenis wanita asal Australia, Samantha Stosur, berharap bisa membuang nasib buruk dari lapangan dalam perjalanannya di event Grand Slam setelah gagal menambah trofi dalam turnamen besar di tahun ini.
Namun, secara keseluruhan mengakhiri musim dengan menempati posisi sembilan dunia, menurutnya, itu masih cukup bagus. "Tidak setinggi yang saya harapkan, itu sudah pasti," lanjutnya, seperti dikutip sportlive.co.za, kemarin (10/11).
"Tapi dengan beristirahat dan menenangkan diri, bagian dari kemampuan bermain saya sudah membaik dan yang lainnya masih bisa ditingkatkan."
Dalam pikiran Stosur, dirinya perlu untuk meningkatkan permainannya, dan mendapatkan kondisi bermain yang lebih baik dari waktu ke waktu. Petenis berusia 28 tahun itu juga selalu berkonsultasi dengan psikolog olahraga. Stosur mengalami sedikit depresi karena di tengah sorakan dukungan penggemarnya, ia justru tersingkir di babak pertama Australia Terbuka tahun ini, dan dia tidak pernah melewati babak ketiga di turnamen yang digelar di kandangnya itu. "Saya menempatkan terlalu banyak tekanan dalam diri saya pada Australia Terbuka karena saya benar-benar ingin melaluinya dengan baik," katanya.
"Anda hanya mendapatkan kesempatan untuk bermain di kandang selama beberapa minggu dan saya mungkin berharap terlalu banyak, sehingga saya tidak mampu memaksimalkan kesempatan di lapangan dengan sangat baik," jelas Stosur.
Meskipun sudah mendekati usia kepala tiga, Stosur masih yakin jika dirinya bisa meraih gelar Grand Slam kedua, setelah berhasil mendapatkannya saat menundukkan Serena Williams di babak final Flushing Meadows 2011. "Tentu yakin. Saya pernah melakukannya sekali, anda juga harus berpikir 'kenapa hal itu tidak bisa diulangi lagi?'," tuturnya.
Namun, secara keseluruhan mengakhiri musim dengan menempati posisi sembilan dunia, menurutnya, itu masih cukup bagus. "Tidak setinggi yang saya harapkan, itu sudah pasti," lanjutnya, seperti dikutip sportlive.co.za, kemarin (10/11).
"Tapi dengan beristirahat dan menenangkan diri, bagian dari kemampuan bermain saya sudah membaik dan yang lainnya masih bisa ditingkatkan."
Dalam pikiran Stosur, dirinya perlu untuk meningkatkan permainannya, dan mendapatkan kondisi bermain yang lebih baik dari waktu ke waktu. Petenis berusia 28 tahun itu juga selalu berkonsultasi dengan psikolog olahraga. Stosur mengalami sedikit depresi karena di tengah sorakan dukungan penggemarnya, ia justru tersingkir di babak pertama Australia Terbuka tahun ini, dan dia tidak pernah melewati babak ketiga di turnamen yang digelar di kandangnya itu. "Saya menempatkan terlalu banyak tekanan dalam diri saya pada Australia Terbuka karena saya benar-benar ingin melaluinya dengan baik," katanya.
"Anda hanya mendapatkan kesempatan untuk bermain di kandang selama beberapa minggu dan saya mungkin berharap terlalu banyak, sehingga saya tidak mampu memaksimalkan kesempatan di lapangan dengan sangat baik," jelas Stosur.
Meskipun sudah mendekati usia kepala tiga, Stosur masih yakin jika dirinya bisa meraih gelar Grand Slam kedua, setelah berhasil mendapatkannya saat menundukkan Serena Williams di babak final Flushing Meadows 2011. "Tentu yakin. Saya pernah melakukannya sekali, anda juga harus berpikir 'kenapa hal itu tidak bisa diulangi lagi?'," tuturnya.
(nug)