Sriwijaya FC kesulitan gaet Bepe
Senin, 12 November 2012 - 20:54 WIB
Sriwijaya FC kesulitan gaet Bepe
A
A
A
Sindonews.com - Rumor banyaknya bomber asing dan lokal yang bakal merapat ke Sriwijaya FC (SFC) terus berembus. Namun, semua nama yang dilontarkan tersebut berujung pada bagaimana selera sang nakhoda.
Sekalipun ada beberapa nama tenar seperti Noh ‘Along’ Alamsyah, namun di mata pelatih kepala SFC Kas Hartadi, striker yang masih memiliki naluri besar dalam urusan mencetak gol, adalah Bambang ‘Bepe’ Pamungkas dan Budi Sudarsono. Dua striker senior Tim Nasional ini, ternyata masih diidamkan Kas Hartadi untuk berlabuh di Stadion Gelora Sriwijaya.
Tapi upaya Kas untuk mendatangkan dua pemain tersebut sepertinya sulit diwujudkan. Seperti Budi Sudarsono yang sebelumnya pernah mengenakan seragam Laskar Wong Kito-julukan SFC, kerap dibekap cidera.
Selain itu, pemain yang berjuluk si pyton tersebut kadang menunjukan sikap yang kurang terpuji dilapangan. Sementara khusus untuk Bepe, dia hanya memprioritaskan untuk membela Persija Jakarta. ''Memang sulit untuk membawa Bepe ke sini (Palembang), saya sudah berkomunikasi dengan dia. Saat ini kontraknya belum deal dengan Persija dan itu merupakan prioritas utamanya,” ungkap Kas Hartadi.
Alasan Kas menyukai Bepe, karena pemain kelahiran Salatiga 10 Juni 1980 merupakan tipikal striker yang cerdas. Selain mampu menempatkan diri pada posisi yang ideal untuk membuat gol, Bepe juga memiliki akurasi heading yang tajam.
''Naluri Bepe didalam kota penalti lawan sangat tinggi. Dia mempunyai tendangan kaki kiri dan kanan yang sama bagusnya, tenang dan mempunyai lompatan yang tinggi dan tandukan yang akurat. Tapi sekali lagi, sulit untuk mendatangkan dia,” puji Kas.
Ketika disinggung bagaimana dengan Noh ‘Along’ Alamsyah, mantan asisten Ivan Venkov Kolev ini jelas mengatakan setuju. Karena, Along merupakan pemain asia yang bersinar di Liga Indonesia. ''Sekarang kami hanya fokuskan pada ujicoba untuk pemain, ini program pematangan tim. Tapi, kalaupun ada pemain yang akan masuk untuk seleksi, kami akan tetap menunggu,” tukasnya lagi.
Sementara Direktur Teknik PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Hendri Zainuddin, mengatakan tetap membuka diri terhadap pemain-pemain yang masuk, baik itu pemain lokal maupun asing. ''Apakah Bepe atau Noh (Alamsyah), silahkan, kita terus menjajaki komunikasi dengan siapapun. Memang, kita masih mengincar untuk pemain depan,” katanya.
Apalagi, ucap Hendri, manajemen dan tim juga lagi mengawasi kerja Jerry Karpeh yang terlanjur di kontrak, tapi belum menunjukkan permainan yang diharapkan klub. Kemudian, satu striker asing yang masih terkatung-katung, yakni Boakay Eddy Foday yang sudah bergabung, namun manajemen masih perlu mempertimbangkan.
''Jerry (Karpeh) harus memperlihatkan permainan sesuai keinginan pelatih, dia masih kita evaluasi. Sedangkan Boakay (Eddy Foday) walaupun sudah disukai pelatih, tapi sekali lagi dia juga harus menunjukkan sikap yang bagus baik di lapangan maupun di luar lapangan,” pungkasnya.
Sekalipun ada beberapa nama tenar seperti Noh ‘Along’ Alamsyah, namun di mata pelatih kepala SFC Kas Hartadi, striker yang masih memiliki naluri besar dalam urusan mencetak gol, adalah Bambang ‘Bepe’ Pamungkas dan Budi Sudarsono. Dua striker senior Tim Nasional ini, ternyata masih diidamkan Kas Hartadi untuk berlabuh di Stadion Gelora Sriwijaya.
Tapi upaya Kas untuk mendatangkan dua pemain tersebut sepertinya sulit diwujudkan. Seperti Budi Sudarsono yang sebelumnya pernah mengenakan seragam Laskar Wong Kito-julukan SFC, kerap dibekap cidera.
Selain itu, pemain yang berjuluk si pyton tersebut kadang menunjukan sikap yang kurang terpuji dilapangan. Sementara khusus untuk Bepe, dia hanya memprioritaskan untuk membela Persija Jakarta. ''Memang sulit untuk membawa Bepe ke sini (Palembang), saya sudah berkomunikasi dengan dia. Saat ini kontraknya belum deal dengan Persija dan itu merupakan prioritas utamanya,” ungkap Kas Hartadi.
Alasan Kas menyukai Bepe, karena pemain kelahiran Salatiga 10 Juni 1980 merupakan tipikal striker yang cerdas. Selain mampu menempatkan diri pada posisi yang ideal untuk membuat gol, Bepe juga memiliki akurasi heading yang tajam.
''Naluri Bepe didalam kota penalti lawan sangat tinggi. Dia mempunyai tendangan kaki kiri dan kanan yang sama bagusnya, tenang dan mempunyai lompatan yang tinggi dan tandukan yang akurat. Tapi sekali lagi, sulit untuk mendatangkan dia,” puji Kas.
Ketika disinggung bagaimana dengan Noh ‘Along’ Alamsyah, mantan asisten Ivan Venkov Kolev ini jelas mengatakan setuju. Karena, Along merupakan pemain asia yang bersinar di Liga Indonesia. ''Sekarang kami hanya fokuskan pada ujicoba untuk pemain, ini program pematangan tim. Tapi, kalaupun ada pemain yang akan masuk untuk seleksi, kami akan tetap menunggu,” tukasnya lagi.
Sementara Direktur Teknik PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Hendri Zainuddin, mengatakan tetap membuka diri terhadap pemain-pemain yang masuk, baik itu pemain lokal maupun asing. ''Apakah Bepe atau Noh (Alamsyah), silahkan, kita terus menjajaki komunikasi dengan siapapun. Memang, kita masih mengincar untuk pemain depan,” katanya.
Apalagi, ucap Hendri, manajemen dan tim juga lagi mengawasi kerja Jerry Karpeh yang terlanjur di kontrak, tapi belum menunjukkan permainan yang diharapkan klub. Kemudian, satu striker asing yang masih terkatung-katung, yakni Boakay Eddy Foday yang sudah bergabung, namun manajemen masih perlu mempertimbangkan.
''Jerry (Karpeh) harus memperlihatkan permainan sesuai keinginan pelatih, dia masih kita evaluasi. Sedangkan Boakay (Eddy Foday) walaupun sudah disukai pelatih, tapi sekali lagi dia juga harus menunjukkan sikap yang bagus baik di lapangan maupun di luar lapangan,” pungkasnya.
(aww)