Ribery bantah lebih pentingkan Bayern
Rabu, 14 November 2012 - 07:27 WIB
Ribery bantah lebih pentingkan Bayern
A
A
A
Sindonews.com - Winger Prancis Franck Ribery mencoba meredakan kontroversi yang diciptakannya. Pemain berusia 29 tahun itu menyalahkan ketidakmampuannya berbicara bahasa Jerman dengan fasih usai mengucapkan pernyataan mengejutkan karena tidak mementingkan penampilannya bersama tim nasional.
Mantan punggawa Olympique Marseille itu berniat mengakhiri polemik. Dia mengaku tidak bisa mengungkapkan ekspresi sebenarnya mengingat wawancara menggunakan bahasa Jerman. Ribery mengutarakan mustahil baginya tidak tampil penuh dedikasi ketika mengenakan seragamLes Bleus, julukan Prancis.
“Mungkin ada yang salah dengan kapasitas saya berbicara bahasa Jerman. Saya tidak mungkin mendahulukan salah satu di antara Bayern atau Prancis. Akan sangat bodoh membandingkan keduanya,” terang Ribery.
Agen Ribery, Jean-Pierre Bernes juga berusaha membantu kliennya. Barnes menegaskan apabila membela Bayern dan Jerman sama pentingnya bagi Ribery. Pembelaan ini berhasil meredakan kontroversi. Pelatih Prancis Didier Deschamps tidak meragukan komitmen Ribery bagi Prancis dan tidak memperpanjang masalah itu.
Hal ini menjadi yang kesekian kali Ribery mengganggu harmonisasi timnas. Sebelumnya dia ikut memberontak ketika anggota skuad menolak berlatih selepas dipulangkannya Nicolas Anelka pada Piala Dunia 2010. Ribery juga terlibat skandal prostitusi di bawah umur. Sebagai pemain keturunan, pernyataan Ribery ini berpeluang memunculkan kembali perdebatan terhadap nasionalisme pemain Les Bleus.
Sudah beberapa kali politisi Prancis mempertanyakan dedikasi pemain campuran ras, karena mereka tidak menyanyikan lagu kebangsaan La Marseillaise sebelum pertandingan.
Mantan punggawa Olympique Marseille itu berniat mengakhiri polemik. Dia mengaku tidak bisa mengungkapkan ekspresi sebenarnya mengingat wawancara menggunakan bahasa Jerman. Ribery mengutarakan mustahil baginya tidak tampil penuh dedikasi ketika mengenakan seragamLes Bleus, julukan Prancis.
“Mungkin ada yang salah dengan kapasitas saya berbicara bahasa Jerman. Saya tidak mungkin mendahulukan salah satu di antara Bayern atau Prancis. Akan sangat bodoh membandingkan keduanya,” terang Ribery.
Agen Ribery, Jean-Pierre Bernes juga berusaha membantu kliennya. Barnes menegaskan apabila membela Bayern dan Jerman sama pentingnya bagi Ribery. Pembelaan ini berhasil meredakan kontroversi. Pelatih Prancis Didier Deschamps tidak meragukan komitmen Ribery bagi Prancis dan tidak memperpanjang masalah itu.
Hal ini menjadi yang kesekian kali Ribery mengganggu harmonisasi timnas. Sebelumnya dia ikut memberontak ketika anggota skuad menolak berlatih selepas dipulangkannya Nicolas Anelka pada Piala Dunia 2010. Ribery juga terlibat skandal prostitusi di bawah umur. Sebagai pemain keturunan, pernyataan Ribery ini berpeluang memunculkan kembali perdebatan terhadap nasionalisme pemain Les Bleus.
Sudah beberapa kali politisi Prancis mempertanyakan dedikasi pemain campuran ras, karena mereka tidak menyanyikan lagu kebangsaan La Marseillaise sebelum pertandingan.
(akr)