Secara klinis, otak Camacho sudah mati
Jum'at, 23 November 2012 - 08:41 WIB
Secara klinis, otak Camacho sudah mati
A
A
A
Sindonews.com - Dokter yang merawat Hector Camacho di sebuah rumah sakit di Puerto Rico, menyatakan bahwa mantan juara dunia itu telah mati otak. Camacho memasuki masa kritis setelah pada Selasa kemarin, ia diberondong tembakan yang mengenai lehernya, sementara satu temannya yang berada satu mobil bersamanya tewas seketika.
"Dokter masih melakukan tes sebelum bertemu dengan keluarganya," kata Ernesto Torres, Direktur RS Centro Medico, Rio Piedras, tempat Camacho menjalani perawatan setelah penembakan. "Secara klinis, Hector Camacho sudah mati otak," lanjutnya sembari menambahkan bahwa hal itu akan disampaikan kepada keluarga, termasuk untuk memutuskan apakah akan melepas respirator untuk membuatnya tetap hidup.
Torres sebelumnya telah mengatakan bahwa peluru telah merusak tiga arteri yang berjalan melalui leher dan akibatnya darah tidak mengalir dengan baik ke otak Camacho. "Kami telah melakukan semua yang bisa kami lakukan," kata Torres yang juga menjelaskan jika hasil pemeriksaan otak yang dilakukan malam sebelumnya diketahui negatif dan hasilnya akan dibawa ke seorang ahli saraf untuk menentukan keputusan akhir.
Kepada ibu Camacho, Torres juga sudah menyampaikan kemungkinan-kemungkinan terburuk yang nanti bakal terjadi. "Ibunya sudah mengetahui terkait kemungkinan yang terburuk, dan kami telah mengatakan kepadanya untuk mempersiapkan skenario terburuk."
Camacho adalah salah satu petinju yang paling berwarna pada era 1980-an. Dalam karirnya, ia membukukan rekor duel 79(38KO)-6-3. Petinju-petinju besar yang pernah dihadapinya antara lain Roberto Duran, Oscar De La Hoya, Julio Cesar Chavez, Sugar Ray Leonard, Felix Trinidad, Ray Mancini dan Greg Haugen.
"Dokter masih melakukan tes sebelum bertemu dengan keluarganya," kata Ernesto Torres, Direktur RS Centro Medico, Rio Piedras, tempat Camacho menjalani perawatan setelah penembakan. "Secara klinis, Hector Camacho sudah mati otak," lanjutnya sembari menambahkan bahwa hal itu akan disampaikan kepada keluarga, termasuk untuk memutuskan apakah akan melepas respirator untuk membuatnya tetap hidup.
Torres sebelumnya telah mengatakan bahwa peluru telah merusak tiga arteri yang berjalan melalui leher dan akibatnya darah tidak mengalir dengan baik ke otak Camacho. "Kami telah melakukan semua yang bisa kami lakukan," kata Torres yang juga menjelaskan jika hasil pemeriksaan otak yang dilakukan malam sebelumnya diketahui negatif dan hasilnya akan dibawa ke seorang ahli saraf untuk menentukan keputusan akhir.
Kepada ibu Camacho, Torres juga sudah menyampaikan kemungkinan-kemungkinan terburuk yang nanti bakal terjadi. "Ibunya sudah mengetahui terkait kemungkinan yang terburuk, dan kami telah mengatakan kepadanya untuk mempersiapkan skenario terburuk."
Camacho adalah salah satu petinju yang paling berwarna pada era 1980-an. Dalam karirnya, ia membukukan rekor duel 79(38KO)-6-3. Petinju-petinju besar yang pernah dihadapinya antara lain Roberto Duran, Oscar De La Hoya, Julio Cesar Chavez, Sugar Ray Leonard, Felix Trinidad, Ray Mancini dan Greg Haugen.
(nug)