Akhirnya, Camacho 'menyerah'
Sabtu, 24 November 2012 - 22:41 WIB
Akhirnya, Camacho 'menyerah'
A
A
A
Sindonews.com - Mantan juara dunia tinju Hector 'Macho' Camacho akhirnya meninggal dunia, setelah kondisinya terus memburuk karena serangan jantung dan secara klinis sempat dinyatakan otaknya sudah tidak berfungsi atau mati otak. Demikian sebagaimana dilansir World Boxing News, Sabtu (24/11).
Mantan petinju berkebangsaan Puerto Riko yang membukukan rekor duel 79 kemenangan (38KO), enam kali kalah dan tiga kali imbang itu meninggal pada usia ke-50. Ia diberondong tembakan yang mengenai lehernya, peluru telah merusak tiga arteri yang berjalan melalui leher dan akibatnya darah tidak mengalir dengan baik ke otak Camacho, sementara satu temannya yang berada dalam satu mobil bersamanya tewas seketika.
Anak tertua Camacho, Hector Camacho Jr masih belum yakin jika ayahnya telah meninggal, ia malah percaya bahwa ayahnya masih hidup. "Ayah saya adalah seorang petinju, dan kita akan membiarkannya berjuang untuk hidupnya. Para dokter mengatakan banyak hal, tapi dia masih hidup, dia masih berjuang," tegasnya, seperti dikutip Boxing Scene, Sabtu.
Sementara itu, terkait kasus penembakan Camacho, pihak kepolisian masih belum bisa menangkap pelakunya dan masih terus mewawancarai saksi potensial. Kapten Rafael Rosa mengatakan kepada wartawan bahwa hasil identifikasi mengarah ke beberapa hal, tetapi ia menambahkan bahwa sangat sedikit saksi yang mau bekerjasama. Ia juga menolak untuk mengatakan apakah polisi telah mengidentifikasi tersangkanya.
Camacho Jr menyesalkan kekerasan yang telah terjadi di Puerto Rico, negara berpenduduk hampir 4 juta orang, yang dilaporkan mencatat rekor pembunuhan sebanyak 1.117 kasus pembunuhan pada tahun lalu. "Kematian, penjara, obat-obatan, pembunuhan. Itulah yang terjadi di jalanan sekarang," sesalnya.
Menurut kabar, adik perempuan Camacho menginginkan jenazah kakaknya diterbangkan ke New York dan dikuburkan di sana.
Mantan petinju berkebangsaan Puerto Riko yang membukukan rekor duel 79 kemenangan (38KO), enam kali kalah dan tiga kali imbang itu meninggal pada usia ke-50. Ia diberondong tembakan yang mengenai lehernya, peluru telah merusak tiga arteri yang berjalan melalui leher dan akibatnya darah tidak mengalir dengan baik ke otak Camacho, sementara satu temannya yang berada dalam satu mobil bersamanya tewas seketika.
Anak tertua Camacho, Hector Camacho Jr masih belum yakin jika ayahnya telah meninggal, ia malah percaya bahwa ayahnya masih hidup. "Ayah saya adalah seorang petinju, dan kita akan membiarkannya berjuang untuk hidupnya. Para dokter mengatakan banyak hal, tapi dia masih hidup, dia masih berjuang," tegasnya, seperti dikutip Boxing Scene, Sabtu.
Sementara itu, terkait kasus penembakan Camacho, pihak kepolisian masih belum bisa menangkap pelakunya dan masih terus mewawancarai saksi potensial. Kapten Rafael Rosa mengatakan kepada wartawan bahwa hasil identifikasi mengarah ke beberapa hal, tetapi ia menambahkan bahwa sangat sedikit saksi yang mau bekerjasama. Ia juga menolak untuk mengatakan apakah polisi telah mengidentifikasi tersangkanya.
Camacho Jr menyesalkan kekerasan yang telah terjadi di Puerto Rico, negara berpenduduk hampir 4 juta orang, yang dilaporkan mencatat rekor pembunuhan sebanyak 1.117 kasus pembunuhan pada tahun lalu. "Kematian, penjara, obat-obatan, pembunuhan. Itulah yang terjadi di jalanan sekarang," sesalnya.
Menurut kabar, adik perempuan Camacho menginginkan jenazah kakaknya diterbangkan ke New York dan dikuburkan di sana.
(nug)