Arema mulai frustrasi
Minggu, 02 Desember 2012 - 10:08 WIB
Arema mulai frustrasi
A
A
A
Sindonews.com —Nama besar klub sekaligus dana melimpah tak membuat Arema FC versi Indonesia Super League (ISL) mudah mendapatkan pemain. Paling tidak itu tergambar dari pengalaman Arema sejauh ini yang tak juga menemukan pemain asing Asia yang diinginkan.
Telah menyeleksi tak kurang empat pemain, Pelatih Arema ISL Rahmad 'RD' Darmawan tak menemukan sosok yang dibutuhkannya. Arema pun frustrasi dan sementara menghentikan seleksi pemain walau masih tersisa satu slot untuk pemain impor dari wilayah Asia.
Pemain yang pernah mencoba peruntungan di Stadion Kanjuruhan adalah Rohit Cchand (Nepal, Ebrahim Loveinian (Iran), Naser Al Sebai (Suriah) serta Kwon Jun (Korea Selatan). Spesifikasi keempatnya sama sekali tidak ada yang sesuai dengan kemauan sang entrenador.
“Saya tidak ingin tim sekadar lengkap. Kalau ada tambahan pemain, harus memberikan kontribusi. Kalau penambahan pemain tidak memberikan perbedaan, kan lebih baik memaksimalkan pemain yang ada. Saya melihat kualitas pemain yang ikut seleksi belum sesuai dengan kebutuhan Arema,” ucap RD, Sabtu (1/12).
RD sangat mengidamkan pemain berposisi gelandang bertahan. Sebenarnya dia sangat mengidamkan kapten tim nasional (timnas) Malaysia Safiq Rahim. Sayang keinginan Singo Edan bertepuk sebelah tangan karena Safiq enggan bermain di kompetisi Indonesia.
RD juga belum memutuskan apakah bakal membuka kran seleksi pemain asing lagi. Dia masih melihat bagaimana performa pemain yang ada, sembari memilih pemain yang bisa dioperasikan sebagai gelandang bertahan. Untuk sementara pilihan jatuh ke sosok Purwaka Yudhi.
Pemain yang berposisi natural sebagai centre back dan diyakini RD bisa bertugas sebagai gelandang bertahan. “Purwaka bisa menjadi gelandang bertahan. Dia juga sudah mulai pulih dari cedera. Saya akan melihat sejauh mana kemampuannya jika diposisikan di tengah,” lanjutnya.
Pemain lain yang memiliki kemampuan sebagai gelandang adalah Hendro Siswanto. Persoalannya, Hendro memiliki kelemahan dalam postur tubuhnya yang tak tergolong kecil, sehingga diperkirakan bakal menyulitkannya ketika harus berduel fisik dengan pemain lawan.
Di lapangan tengah sejatinya Arema memiliki pemain berkualitas seperti Egi Melgiansyah dan Joko Sasongko. Kedua pemain ini berpotensi besar menjadi kekuatan utama Arema musim depan. Namun RD membutuhkan tambahan tenaga mengingat cukup riskan memainkan keduanya sepanjang musim.
Kendati tidak melengkapi slot lima pemain asing, kekuatan impor di Arema sebenarnya sudah meluber. Arema telah memiliki Thierry Gathuessi, Kayamba Gumbs, Safee Sali dan Alberto Goncalves. Plus dua pemain asing yang telah di-Indonesia-kan, Greg Nwokolo dan Victor Igbonefo.
Enam pemain non-lokal yang bertumpuk dalam satu tim sudah menjadikan Arema sebagai pengoleksi pemain impor terbanyak di antyara kontestan ISL lainnya. Tak heran jika RD pada akhirnya tidak begitu bernafsu menambah pemain asing karena telah memiliki setumpuk di timnya.
Telah menyeleksi tak kurang empat pemain, Pelatih Arema ISL Rahmad 'RD' Darmawan tak menemukan sosok yang dibutuhkannya. Arema pun frustrasi dan sementara menghentikan seleksi pemain walau masih tersisa satu slot untuk pemain impor dari wilayah Asia.
Pemain yang pernah mencoba peruntungan di Stadion Kanjuruhan adalah Rohit Cchand (Nepal, Ebrahim Loveinian (Iran), Naser Al Sebai (Suriah) serta Kwon Jun (Korea Selatan). Spesifikasi keempatnya sama sekali tidak ada yang sesuai dengan kemauan sang entrenador.
“Saya tidak ingin tim sekadar lengkap. Kalau ada tambahan pemain, harus memberikan kontribusi. Kalau penambahan pemain tidak memberikan perbedaan, kan lebih baik memaksimalkan pemain yang ada. Saya melihat kualitas pemain yang ikut seleksi belum sesuai dengan kebutuhan Arema,” ucap RD, Sabtu (1/12).
RD sangat mengidamkan pemain berposisi gelandang bertahan. Sebenarnya dia sangat mengidamkan kapten tim nasional (timnas) Malaysia Safiq Rahim. Sayang keinginan Singo Edan bertepuk sebelah tangan karena Safiq enggan bermain di kompetisi Indonesia.
RD juga belum memutuskan apakah bakal membuka kran seleksi pemain asing lagi. Dia masih melihat bagaimana performa pemain yang ada, sembari memilih pemain yang bisa dioperasikan sebagai gelandang bertahan. Untuk sementara pilihan jatuh ke sosok Purwaka Yudhi.
Pemain yang berposisi natural sebagai centre back dan diyakini RD bisa bertugas sebagai gelandang bertahan. “Purwaka bisa menjadi gelandang bertahan. Dia juga sudah mulai pulih dari cedera. Saya akan melihat sejauh mana kemampuannya jika diposisikan di tengah,” lanjutnya.
Pemain lain yang memiliki kemampuan sebagai gelandang adalah Hendro Siswanto. Persoalannya, Hendro memiliki kelemahan dalam postur tubuhnya yang tak tergolong kecil, sehingga diperkirakan bakal menyulitkannya ketika harus berduel fisik dengan pemain lawan.
Di lapangan tengah sejatinya Arema memiliki pemain berkualitas seperti Egi Melgiansyah dan Joko Sasongko. Kedua pemain ini berpotensi besar menjadi kekuatan utama Arema musim depan. Namun RD membutuhkan tambahan tenaga mengingat cukup riskan memainkan keduanya sepanjang musim.
Kendati tidak melengkapi slot lima pemain asing, kekuatan impor di Arema sebenarnya sudah meluber. Arema telah memiliki Thierry Gathuessi, Kayamba Gumbs, Safee Sali dan Alberto Goncalves. Plus dua pemain asing yang telah di-Indonesia-kan, Greg Nwokolo dan Victor Igbonefo.
Enam pemain non-lokal yang bertumpuk dalam satu tim sudah menjadikan Arema sebagai pengoleksi pemain impor terbanyak di antyara kontestan ISL lainnya. Tak heran jika RD pada akhirnya tidak begitu bernafsu menambah pemain asing karena telah memiliki setumpuk di timnya.
(wbs)