Tim Astana datang, peserta asing membeludak
Selasa, 04 Desember 2012 - 21:00 WIB
Tim Astana datang, peserta asing membeludak
A
A
A
Sindonews.com - Acungan jempol pantas diberikan kepada panitia kejuaraan balap sepada Banyuwangi Tour de Ijen (BTdI). Meski baru kali pertama diperlombakan, jumlah peserta sudah melampaui target.
Tercatat, total ada 23 tim balap sepeda yang dipastikan turun dalam even yang digelar, 7-9 Desember. Hebatnya animo tim luar lebih tinggi. Terdiri dari , 12 tim asing dan 11 tim lokal. Bahkan jumlah peserta Tour de Ijen lebih banyak dibandingkan Tour de East Java. Even tingkat provinsi hanya diikuti 18 tim, 15 tim asing dan 3 tim lokal.
Ketua Pelaksana Tour de Ijen 2012, Guntur Priambodo mengatakan, membeludaknya peserta di luar dugaan. Sebab, dari pengalaman, sulit mencari peserta jika menggelar even pada akhir tahun karena masa pre season.
"Antara Oktober-November banyak pembalap yang berpindah tim. Tapi kenyataannya peserta bisa mencapai 23 peserta dari 20 peserta yang ditargetkan. Sebenarnya target awal 20 tim, 10 tim lokal dan 10 tim asing,” katanya.
Bahkan, sebelum menutup pendaftarana pihak penyelenggara sempatmenolak sejumlah team yang hendak mendaftarkan diri. Di antaranya tim asing asal Bahrain. Membeludaknya peserta ini tak lepas dari strategi yang diterapkan penyelenggara. Yaitu, mengundang Track Team Astana asal Kazakhstan yang merupakan salah satu tim balap sepeda terbaik di dunia.
Setelah mengetahui Track Team Astana menjadi peserta, membuat tim asing lain berbondong-bondong mendaftarkan diri. Padahal sebelum keikutsertaan Track Team Astana peserta asing yang mendaftar berkisar antara 6-7 team.
''Astana sengaja kita undang dan kita biayai. Begitu Astana masuk, banyak yang daftar,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Pengcab Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Banyuwangi ini.
Selain dibanjiri peserta asing, sejumlah pembalap andalan dari tanah air dipastikan ikut meramaikan ajang balapan yang masuk kalender resmi UCI ini. Bahkan, hampir seluruh pembalap Pelatnas Pratama turun memperebutkan total hadiah Rp 300 juta ini. "Pembalap pelatnas turun membela klubnya masing-masing."
Sementara Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas berharap balap sepeda Tour de Ijen 2012 bisa memromosikan pariwisata Banyuwangi kepada dunia internasional. Sebab, rutenya melewati beberapa tempat wisata. ''Setiap finis nanti juga akan disajikan kebudayaan Banyuwangi yang berbeda,” ucapnya.
Selain itu, pihak panitia juga menyewa konsultan dan EO yang menangani Tour de Singkarak. "Kami semua ingin berjalan lancar untuk itu kita libatkan tenaga profesional dibantu Pemprov, karena even ini akan menjadi sorotan dunia, " tandasnya.
Tercatat, total ada 23 tim balap sepeda yang dipastikan turun dalam even yang digelar, 7-9 Desember. Hebatnya animo tim luar lebih tinggi. Terdiri dari , 12 tim asing dan 11 tim lokal. Bahkan jumlah peserta Tour de Ijen lebih banyak dibandingkan Tour de East Java. Even tingkat provinsi hanya diikuti 18 tim, 15 tim asing dan 3 tim lokal.
Ketua Pelaksana Tour de Ijen 2012, Guntur Priambodo mengatakan, membeludaknya peserta di luar dugaan. Sebab, dari pengalaman, sulit mencari peserta jika menggelar even pada akhir tahun karena masa pre season.
"Antara Oktober-November banyak pembalap yang berpindah tim. Tapi kenyataannya peserta bisa mencapai 23 peserta dari 20 peserta yang ditargetkan. Sebenarnya target awal 20 tim, 10 tim lokal dan 10 tim asing,” katanya.
Bahkan, sebelum menutup pendaftarana pihak penyelenggara sempatmenolak sejumlah team yang hendak mendaftarkan diri. Di antaranya tim asing asal Bahrain. Membeludaknya peserta ini tak lepas dari strategi yang diterapkan penyelenggara. Yaitu, mengundang Track Team Astana asal Kazakhstan yang merupakan salah satu tim balap sepeda terbaik di dunia.
Setelah mengetahui Track Team Astana menjadi peserta, membuat tim asing lain berbondong-bondong mendaftarkan diri. Padahal sebelum keikutsertaan Track Team Astana peserta asing yang mendaftar berkisar antara 6-7 team.
''Astana sengaja kita undang dan kita biayai. Begitu Astana masuk, banyak yang daftar,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Pengcab Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Banyuwangi ini.
Selain dibanjiri peserta asing, sejumlah pembalap andalan dari tanah air dipastikan ikut meramaikan ajang balapan yang masuk kalender resmi UCI ini. Bahkan, hampir seluruh pembalap Pelatnas Pratama turun memperebutkan total hadiah Rp 300 juta ini. "Pembalap pelatnas turun membela klubnya masing-masing."
Sementara Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas berharap balap sepeda Tour de Ijen 2012 bisa memromosikan pariwisata Banyuwangi kepada dunia internasional. Sebab, rutenya melewati beberapa tempat wisata. ''Setiap finis nanti juga akan disajikan kebudayaan Banyuwangi yang berbeda,” ucapnya.
Selain itu, pihak panitia juga menyewa konsultan dan EO yang menangani Tour de Singkarak. "Kami semua ingin berjalan lancar untuk itu kita libatkan tenaga profesional dibantu Pemprov, karena even ini akan menjadi sorotan dunia, " tandasnya.
(aww)