Astana tetap unggulan, tim China bisa mengejutkan

Rabu, 05 Desember 2012 - 21:55 WIB
Astana tetap unggulan,...
Astana tetap unggulan, tim China bisa mengejutkan
A A A
Sindonews.com - Genderang pertempuran ajang balap sepeda Banyuwangi Tour de Ijen (BTdI) sudah ditabuh. Persaingan dipastikan lebih sengit setelah sejumlah tim baik asing maupun lokal menurunkan pembalap terbaik. Akankah tim lokal bisa berjaya atau kembali mengalami nasib seperti Tour de East Java?.

Sebanyak 23 tim lokal dan asing akan beradu cepat dalam tiga etape dengan total lintasan sejauh 382,1 kilometer, mulai 7-9 Desember. Pada etape pertama itu, start akan dimulai dari kantor Pemkab Banyuwangi menuju Pulau Merah dengan jarak tempuh 124,7 km. Rute sepanjang jalan dipenuhi pemandangan pesisir lautan perawan. Mulai dari Rogojampi-Sanggon-Sempu-Genteng-Cluring dan berakhir di Pulau Merah.

Sedangkan etape kedua menempuh jarak sejauh 147,4 km. Stage ini dimulai dari arah perbukitan Kalibaru menuju Paltuding, Kawah Ijen. Dalam stage kedua ini, para rider akan melintasi pemandangan bukit yang dikelilingi perkebunan.

Etape kedua diyakini sebagai babak penentuan, karena finish di ketinggian 2.000 meter diatas permukaan laut. Bisa jadi ini adalah babak penentuan, karena pada etape ketiga circuit race di kota Banyuwangi dengan jarak tempu hanya 110 km dari 10 lap. ”Etape kedua bisa menjadi penentuan karena paling menantang, " ujar Organizer Tour de Ijen, Sastra Harijanto Tjondrokusumo.

Meski baru pertama digelar dan hanya tiga etape, namun rute penuh tantangan membuat sejumlah tim elite tak ingin melewatkan even berkategori 2,2 UCI ini. Terbukti, lima dari 12 tim asing berstatus sebagai 12 Asia Continental Team. Artinya mereka turun dengan kekuatan campuran antara pembalap asing dan pembalap lokal.

Kelima Asian Continental Team itu adalah Qinghai Tianyoude Cycling Team-China, Max Success Super Sport China, Team Hong Kong-China, CCN Cycling Team Brunei Darussalam, dan Terengganu Cycling Team. Sedangkan dua tim nasional asal Asia, seperti Malaysia dan Uzbekistan sudah juga tampil dengan pembalap terbaik.

Sementara non continental team yang ambil bagian adalah Polygon Sweet Nice (Indonesia), Al Ahli Cycling Club (United Arab Emirates), Plan B Racing Team (Australia), RCCC Presented by EHBS (Australia), dan Track Team Astana (Kazakhstan).

Melihat deretan nama-nama yang ambil bagian tergolong tim tangguh yang sudah malang melintang dikawasan Asia. Sebut saja Track Team Astana yang menjuarai Polygon Tour de East Java 2012, Terengganu Cycling Team, dan dua tim asal China juga layak diwaspadai, meski belum pernah tampil di Indonesia.

Menurut Harijanto, dua tim asal China , Qinghai Tianyoude Cycling Team dan Max Success Super Sport belum diketahui kekuatannya karena baru pertama kali datang ke Indonesia. ''Kita masih bisa dibilang buta dengan kekuatan tim China. Tetapi saya yakin tim asal China tergolong tangguh, karena sudah terbiasa tampil di level tinggi,” ujarnya.

Diakui Harijanto, tim Astana yang meraih gelar juara di Tour de East Java 2012 masih menjadi unggulan. Sebab, mereka sudah teruji baik di medan datar maupun tanjakan. "Meski mereka kuat, saya rasa tidak mudah karena tim-tim lain juga turun dengan kekuatan terbaik, persaingan akan lebih ketat, " tandasnya.

Tim-tim lokal, lanjut Harijanto bisa membuat kejutan seperti ISSI Kota Probolinggo yang bermaterikan mantan pebalap Polygon Sweet Nice, seperti Hari Fitrianto, Herwin Jaya, Bambang Suryadi, dan Nandra Eko Wahyudi.

Tim lokal lain, Custom Cycling Club Jakarta, Jatim Muda, dan Translibas bisa bersiap menjadi kuda hitam. "Di ajang ini persaingan akan lebih sengit karena kekuatan merata, " tandasnya.
(aww)
Berita Terkait
Korban Terus Bertambah...
Korban Terus Bertambah di Prancis, Bagaimana Nasib Tour de France?
Tak Diperkuat Froome...
Tak Diperkuat Froome dan Thomas, Ineos Andalkan Egan Bernal di Tour de France
Tak Sekedar Juara, Pogacar...
Tak Sekedar Juara, Pogacar Ukir Sejarah di Tour de France 2020
Juara Tour de France,...
Juara Tour de France, Mimpi Chaves yang Belum Terwujud
Positif Corona, Tim...
Positif Corona, Tim Ineos Isolasi Pembalap
Juara Eropa Terdepak...
Juara Eropa Terdepak dari TdF 2020
Berita Terkini
Timnas Indonesia Gagal...
Timnas Indonesia Gagal ke Final Piala AFF U-19 Usai Dikalahkan Australia
1 jam yang lalu
Pesta Akbar Piala Dunia...
Pesta Akbar Piala Dunia 2026, Tiga Upacara Pembukaan Digelar
3 jam yang lalu
Juara 2 di Kompetisi...
Juara 2 di Kompetisi Berkuda Shark Anantya, Narantraya Jeihan Widjaya Tatap Porda Jabar
3 jam yang lalu
FIFA Perketat Aturan,...
FIFA Perketat Aturan, Drama Mengulur Dihabisi
5 jam yang lalu
Hong Kong Bongkar Sindikat...
Hong Kong Bongkar Sindikat Merchandise Piala Dunia Palsu Senilai Rp359 Miliar
6 jam yang lalu
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
8 jam yang lalu
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved