Etape ditambah, jalur Alas Purwo dibelah
Rabu, 12 Desember 2012 - 21:08 WIB
Etape ditambah, jalur Alas Purwo dibelah
A
A
A
Sindonews.com - Sukses menggelar kejuaraan balap sepeda internasional Tour de Ijen tidak membuat Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, bertepuk dada. Sebaliknya, bupati termuda di Jawa Timur itu sudah menyiapkan rencana lebih "gila" dengan membelah jalur Alas Purwo.
Ya, tahun depan, Abdullah Azwar Anas, bertekad akan kembali menggelar Tour de Ijen. Bukan lagi tiga etape, tapi akan ditambah menjadi empat sampai lima etape. "Tentu kita akan berusaha bisa minimal empat atau lima etape tahun depan, " ujar bupati yang berusia 37 tahun itu.
Rute baru yang sudah dibidik adalah jalur Taman Nasional Alas Purwo. Sebab, Alas Purwo merupakan salah satu tujuan wisata terkenal di Banyuwangi selain Kawah Ijen. Alas Purwo yang terletak di Kecamatan Tegaldlimo dan Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi itu dikenal sebagai tempat wisata lengkap.
Bagi pelancong penggemar menjelajah hutan, Alas Purwo memang salah satu tempatnya. Kawasan ini sedikitnya memiliki lima tipe ekosistem, yaitu hutan bambu, hutan pantai, hutan mangrove, hutan tanaman dan padang rumput.
"Sesuai dengan tujuan awal, Tour de Ijen merupakan salah satu usaha kita mengenalkan wisata Banyuwangi ke dunia internasional. Maka jalur ke Alas Purwo kita tambahkan di etape tahun depan,'' ujarnya.
Dari sisi wisata, Alas Purwo memang cukup menjanjikan pemandangan indah jika menjadi salah satu etape Tour de Ijen tahun depan. Selain itu juga menantang bagi para pembalap, karena memiliki topografi unik. Mulai jalur mendatar, bergelombang, hingga menanjak. Rata-rata berkisar antara 0-322 meter di atas permukaan laut (mdpl). Puncak tertinggi kawasan Alas Purwo ada di Gunung Manis (322 mdpl).
Bagi masyarakat sekitar nama Alas Purwo memiliki arti sebagai hutan pertama, atau hutan tertua di Pulau Jawa,tak heran bila masyarakat sekitar menganggap Alas Purwo sebagai hutan keramat,sehingga selain diminati sebagai tujuan wisata alam, juga wisata ziarah mistis.
Sayangnya, rencana menambah etepe di jalur Alas Purwo tidak mudah karena infrasktur jalan belum memadai. Repotnya lagi, Pemkab Banyuwangi tidak membangun dengan cepat, Sebab, sebagian besar kawasan hutan merupakan milik nasional di bawah Perhutani, "Saya tidak bisa berjanji tahun depan selesai, kalau pihak Perhutani mengijinkan akan segara kita bangun jalan, " tandasnya.
Namun, jika ijin dari Perhutani bisa cepat keluar. Bukan tidak mungkin jalur Alas Purwo akan segera bisa terealisasi. Apalagi, Pemkab Banyuwangi sudah bisa membuktikan membuat aksen jalan ke Kawah Ijen dengan membelah bukit hampir 1 kilometer, "Untuk jalur Ijen akan kita rapikan lagi, tahun 2013 kita sudah rencanakan membagun jalan baru sebanyak 250 kilometer di Banyuwangi, " ucapnya.
Sementara Konsultan Tour de Ijen, Harijanto Sastro mendukung penuh rencana penambahan etape tahun depan. Apalagi Tour de Ijen merupakan satu-satunya kejuaraan balap sepeda internasional yang digelar dalam satu kabupaten, "Jalur Alas Purwo akan membuat Tuor de Ijen tahun depan makin diminati peserta terutama dari asing. Mudah-mudahan harapan pak bupati bisa terealisasi, " tandasnya. (
Ya, tahun depan, Abdullah Azwar Anas, bertekad akan kembali menggelar Tour de Ijen. Bukan lagi tiga etape, tapi akan ditambah menjadi empat sampai lima etape. "Tentu kita akan berusaha bisa minimal empat atau lima etape tahun depan, " ujar bupati yang berusia 37 tahun itu.
Rute baru yang sudah dibidik adalah jalur Taman Nasional Alas Purwo. Sebab, Alas Purwo merupakan salah satu tujuan wisata terkenal di Banyuwangi selain Kawah Ijen. Alas Purwo yang terletak di Kecamatan Tegaldlimo dan Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi itu dikenal sebagai tempat wisata lengkap.
Bagi pelancong penggemar menjelajah hutan, Alas Purwo memang salah satu tempatnya. Kawasan ini sedikitnya memiliki lima tipe ekosistem, yaitu hutan bambu, hutan pantai, hutan mangrove, hutan tanaman dan padang rumput.
"Sesuai dengan tujuan awal, Tour de Ijen merupakan salah satu usaha kita mengenalkan wisata Banyuwangi ke dunia internasional. Maka jalur ke Alas Purwo kita tambahkan di etape tahun depan,'' ujarnya.
Dari sisi wisata, Alas Purwo memang cukup menjanjikan pemandangan indah jika menjadi salah satu etape Tour de Ijen tahun depan. Selain itu juga menantang bagi para pembalap, karena memiliki topografi unik. Mulai jalur mendatar, bergelombang, hingga menanjak. Rata-rata berkisar antara 0-322 meter di atas permukaan laut (mdpl). Puncak tertinggi kawasan Alas Purwo ada di Gunung Manis (322 mdpl).
Bagi masyarakat sekitar nama Alas Purwo memiliki arti sebagai hutan pertama, atau hutan tertua di Pulau Jawa,tak heran bila masyarakat sekitar menganggap Alas Purwo sebagai hutan keramat,sehingga selain diminati sebagai tujuan wisata alam, juga wisata ziarah mistis.
Sayangnya, rencana menambah etepe di jalur Alas Purwo tidak mudah karena infrasktur jalan belum memadai. Repotnya lagi, Pemkab Banyuwangi tidak membangun dengan cepat, Sebab, sebagian besar kawasan hutan merupakan milik nasional di bawah Perhutani, "Saya tidak bisa berjanji tahun depan selesai, kalau pihak Perhutani mengijinkan akan segara kita bangun jalan, " tandasnya.
Namun, jika ijin dari Perhutani bisa cepat keluar. Bukan tidak mungkin jalur Alas Purwo akan segera bisa terealisasi. Apalagi, Pemkab Banyuwangi sudah bisa membuktikan membuat aksen jalan ke Kawah Ijen dengan membelah bukit hampir 1 kilometer, "Untuk jalur Ijen akan kita rapikan lagi, tahun 2013 kita sudah rencanakan membagun jalan baru sebanyak 250 kilometer di Banyuwangi, " ucapnya.
Sementara Konsultan Tour de Ijen, Harijanto Sastro mendukung penuh rencana penambahan etape tahun depan. Apalagi Tour de Ijen merupakan satu-satunya kejuaraan balap sepeda internasional yang digelar dalam satu kabupaten, "Jalur Alas Purwo akan membuat Tuor de Ijen tahun depan makin diminati peserta terutama dari asing. Mudah-mudahan harapan pak bupati bisa terealisasi, " tandasnya. (
(aww)