Khan berencana akhiri masa suram
Sabtu, 15 Desember 2012 - 04:00 WIB
Khan berencana akhiri masa suram
A
A
A
Sindonews.com - Mantan juara dunia dua kali, Amir Khan, berencana mengakhiri masa suramnya dengan mengalahkan Carlos Molina dalam pertarungan non-gelar kelas welter yang digelar di Los Angeles, Amerika Serikat, pada Minggu pagi WIB (16/12). Jika, Khan kembali menelan kekalahan maka hal tersebut akan mempengaruhi masa depan karir tinjunya.
Dalam dua pertarungan sebelumnya di tahun ini, Khan selalu menderita kekalahan. Ia menderita kalah angka secara kontroversial saat berjumpa Lamont Peterson, sebelum dirobohkan di ronde keempat oleh Danny Garcia pada Juli lalu.
Khan, yang menghadapi petinju tak terkalahkan, Molina, pada akhir pekan ini, sangat menyadari jika kembali menelan kekalahan, maka itu akan mengakhiri harapannya untuk meraih gelar juara dunia, dan kemungkinan besar juga bisa mengakhiri karirnya sebagai petinju tingkat elit dunia. "Duel ini menjadi pertarungan yang penting bagi saya, karena saya harus menang jika saya ingin melangkah ke hal-hal yang lebih besar dan lebih baik," tutur petinju berusia 26 tahun itu, dikutip Sky Sports, Jumat waktu setempat (14/12).
"Tahun ini mungkin menjadi tahun terburuk bagi saya, saya kehilangan gelar juara dunia WBA, menderita dua kekalahan, dan itu benar-benar terjadi. Ini sangat sulit. Ini menjadi penyusunan kembali dan ajang penebusan diriku."
Pemilik rekor 26 menang (18KO) dan tiga kali kalah itu mengatakan bahwa pertarungan melawan Molina ini menjadi satu pertarungan terbesar dalam hidupnya, setelah menjalani semua pertandingan yang lain. "Setiap pertarungan memang pertarungan besar bagiku, tapi ini adalah salah satu yang sangat serius. Saya perlu untuk memenangkannya untuk kembali pada jalurnya lagi."
Dalam dua pertarungan sebelumnya di tahun ini, Khan selalu menderita kekalahan. Ia menderita kalah angka secara kontroversial saat berjumpa Lamont Peterson, sebelum dirobohkan di ronde keempat oleh Danny Garcia pada Juli lalu.
Khan, yang menghadapi petinju tak terkalahkan, Molina, pada akhir pekan ini, sangat menyadari jika kembali menelan kekalahan, maka itu akan mengakhiri harapannya untuk meraih gelar juara dunia, dan kemungkinan besar juga bisa mengakhiri karirnya sebagai petinju tingkat elit dunia. "Duel ini menjadi pertarungan yang penting bagi saya, karena saya harus menang jika saya ingin melangkah ke hal-hal yang lebih besar dan lebih baik," tutur petinju berusia 26 tahun itu, dikutip Sky Sports, Jumat waktu setempat (14/12).
"Tahun ini mungkin menjadi tahun terburuk bagi saya, saya kehilangan gelar juara dunia WBA, menderita dua kekalahan, dan itu benar-benar terjadi. Ini sangat sulit. Ini menjadi penyusunan kembali dan ajang penebusan diriku."
Pemilik rekor 26 menang (18KO) dan tiga kali kalah itu mengatakan bahwa pertarungan melawan Molina ini menjadi satu pertarungan terbesar dalam hidupnya, setelah menjalani semua pertandingan yang lain. "Setiap pertarungan memang pertarungan besar bagiku, tapi ini adalah salah satu yang sangat serius. Saya perlu untuk memenangkannya untuk kembali pada jalurnya lagi."
(nug)