Gelandang tak berfungsi, taring Singo Edan tumpul
Selasa, 18 Desember 2012 - 18:19 WIB
Gelandang tak berfungsi, taring Singo Edan tumpul
A
A
A
Sindonews.com - Musim kompetisi Indonesia Super League (ISL) belum juga bergulir. Namun klub bertabur bintang Arema ISL sudah gelisah setelah gagal menembus final Inter Island Cup (IIC) 2012. Kekalahan 1-0 dari Sriwijaya FC membuat sebagian suporter bahkan meragukan kapasitas pelatih Rahmad 'RD' Darmawan.
Hasil IIC tersebut sekaligus menunjukkan sebuah kelemahan besar yang dimiliki Singo Edan. Rahmad Darmawan menemui problema besar dengan kinerja timnya, terutama dari lini kedua. Memakai pola 4-2-3-1, tiga gelandang serang di belakang striker utama tidak berfungsi dengan baik.
Masalahnya, Arema tidak memiliki banyak gelandang serang yang bisa mengumpan sekaligus mencetak gol. Semua gelandang yang diletakkan di belakang striker utama sebenarnya berkarakter penyerang. Kayamba Gumbs, Sunarto, Qischil Gandruminny, atau Dendi Santoso, semua adalan striker yang disulap menjadi gelandang.
Itu menjadi persoalan ketika striker utama membutuhkan suplai umpan dari lini kedua. Kayamba dkk tidak mampu memberikan support memadai lewat umpan untuk memberikan peluang kepada algojo di depannya. Kelemahan ini benar-benar terlihat jelas di laga semifinal IIC Cup.
Kayamba Gumbs yang berdiri di belakang striker dan seharusnya menjadi otak serangan Singo Edan, tidak memiliki kreatifitas memadai untuk memberi jalan kepada striker di depannya. Semua gelandang serang langsung terorientasi pada gawang karena begitulah karakter mereka.
Malah holding midfielder seperti Joko Sasongko jauh lebih membahayakan pertahanan lawan dibanding para gelandang serang di depannya. Apakah RD bakal mengubah strategi? Pelatih asal Lampung ini terlihat belum begitu mengkhawatirkan kelemahan timnya tersebut.
Dia menganggap semua masih dalam proses adaptasi, termasuk bagi pemain yang harus bermain bukan di posisi sebenarnya. ''Pemain masih perlu menyesuaikan diri. Saya masih yakin para pemain memiliki potensi untuk berkembang lagi. Untuk strategi belum ada rencana ada perubahan besar,” cetus RD, dihubungi Selasa (18/12).
Kondisi itu semakin rumit dengan kedatangan Christian Gonzales. Padahal sejatinya RD membutuhkan gelandang setelah ditinggal striker Safee Sali ke Johor FA. Kedatangan Christian Gonzalez semakin membuat sesak lini depan dan RD kesulitan menambah pemain tengah karena skuad overload.
''Christian pemain bagus. Semoga kedatangannya bisa lebih memberikan perbedaan karena ada beberapa pilihan untuk striker utama. Apalagi Greg (Nwokolo) juga sering cedera. Saya akan coba bicara dengan manajemen soal kemungkinan mendatangkan pemain tengah,” tambahnya.
RD akan melihat lagi perkembangan performa tim dalam dua-tiga ujicoba ke depan. Dia menargetkan ujicoba pada Desember memberikan progres signifikan sebelum berjibaku di ISL pada awal Januari 2013. Selama ditangani RD, total Arema telah melakukan 14 kali ujicoba.
Uniknya, ujicoba sebanyak itu dianggap belum ideal bagi mantan pelatih Persipura Jayapura dan Sriwijaya FC. ''Uji coba menyesuaikan situasi tim. Jika belum sempurna, masih perlu banyak uji coba lagi. Saya melihat Arema masih perlu melakukan dua-tiga uji coba lagi,” tandasnya.
Sementara itu, sempat adanya desakan mundur dari segelintir supporter Aremania, RD hanya tertawa. Dia menganggap wajar jika supporter kecewa dengan hasil kurang maksimal yang dicapai timnya. RD menegaskan, dirinya tetap akan bertanggunjawab penuh dengan apa yang terjadi di tim Arema.
Hasil IIC tersebut sekaligus menunjukkan sebuah kelemahan besar yang dimiliki Singo Edan. Rahmad Darmawan menemui problema besar dengan kinerja timnya, terutama dari lini kedua. Memakai pola 4-2-3-1, tiga gelandang serang di belakang striker utama tidak berfungsi dengan baik.
Masalahnya, Arema tidak memiliki banyak gelandang serang yang bisa mengumpan sekaligus mencetak gol. Semua gelandang yang diletakkan di belakang striker utama sebenarnya berkarakter penyerang. Kayamba Gumbs, Sunarto, Qischil Gandruminny, atau Dendi Santoso, semua adalan striker yang disulap menjadi gelandang.
Itu menjadi persoalan ketika striker utama membutuhkan suplai umpan dari lini kedua. Kayamba dkk tidak mampu memberikan support memadai lewat umpan untuk memberikan peluang kepada algojo di depannya. Kelemahan ini benar-benar terlihat jelas di laga semifinal IIC Cup.
Kayamba Gumbs yang berdiri di belakang striker dan seharusnya menjadi otak serangan Singo Edan, tidak memiliki kreatifitas memadai untuk memberi jalan kepada striker di depannya. Semua gelandang serang langsung terorientasi pada gawang karena begitulah karakter mereka.
Malah holding midfielder seperti Joko Sasongko jauh lebih membahayakan pertahanan lawan dibanding para gelandang serang di depannya. Apakah RD bakal mengubah strategi? Pelatih asal Lampung ini terlihat belum begitu mengkhawatirkan kelemahan timnya tersebut.
Dia menganggap semua masih dalam proses adaptasi, termasuk bagi pemain yang harus bermain bukan di posisi sebenarnya. ''Pemain masih perlu menyesuaikan diri. Saya masih yakin para pemain memiliki potensi untuk berkembang lagi. Untuk strategi belum ada rencana ada perubahan besar,” cetus RD, dihubungi Selasa (18/12).
Kondisi itu semakin rumit dengan kedatangan Christian Gonzales. Padahal sejatinya RD membutuhkan gelandang setelah ditinggal striker Safee Sali ke Johor FA. Kedatangan Christian Gonzalez semakin membuat sesak lini depan dan RD kesulitan menambah pemain tengah karena skuad overload.
''Christian pemain bagus. Semoga kedatangannya bisa lebih memberikan perbedaan karena ada beberapa pilihan untuk striker utama. Apalagi Greg (Nwokolo) juga sering cedera. Saya akan coba bicara dengan manajemen soal kemungkinan mendatangkan pemain tengah,” tambahnya.
RD akan melihat lagi perkembangan performa tim dalam dua-tiga ujicoba ke depan. Dia menargetkan ujicoba pada Desember memberikan progres signifikan sebelum berjibaku di ISL pada awal Januari 2013. Selama ditangani RD, total Arema telah melakukan 14 kali ujicoba.
Uniknya, ujicoba sebanyak itu dianggap belum ideal bagi mantan pelatih Persipura Jayapura dan Sriwijaya FC. ''Uji coba menyesuaikan situasi tim. Jika belum sempurna, masih perlu banyak uji coba lagi. Saya melihat Arema masih perlu melakukan dua-tiga uji coba lagi,” tandasnya.
Sementara itu, sempat adanya desakan mundur dari segelintir supporter Aremania, RD hanya tertawa. Dia menganggap wajar jika supporter kecewa dengan hasil kurang maksimal yang dicapai timnya. RD menegaskan, dirinya tetap akan bertanggunjawab penuh dengan apa yang terjadi di tim Arema.
(aww)