Pertina Kulonprogo uji petinju ke kejuaraan antarsasana
Rabu, 19 Desember 2012 - 14:10 WIB
Pertina Kulonprogo uji petinju ke kejuaraan antarsasana
A
A
A
Sindonews.com - Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kulonprogo berencana memberangkatkan 3 petinju di kejuaraan antarsasana tinju Jawa-Bali di Surabaya, 28 Desember mendatang. Even ini merupakan kejuaraan akhir tahun yang digelar Sasana Tinju Pirih yang merupakan milik mendiang tokoh tinju Jawa Timur Eddy Pirih.
Ketua Pertina Kulonprogo Ferry Kuahaty mengatakan, tiga petinju yang diberangkatkan terdiri dua amatir dan satu profesional. Dua petinju amatir yakni Deni Febriyanto yang bertanding di kelas layang 60 kilogram) dan Nunung Dwi Prasetyio (bulu 57 Kg). Sedangkan satu profesional atas nama Hendy Luis (ringan junior 58,2 Kg).
Menurut Ferry, kejuaraan tinju antarsasana se Jawa Bali merupakan ajang bergengsi. Selain untuk menambah jam terbang atlet juga untuk persiapan laga even resmi tingkat nasional.
"Ini kehormatan bagi kami mendapat undangan kejuaraan tersebut. Peserta tinju berasal dari sasana tinju yang sudah punya nama. Kami berhasrat mengikutinya," kata pemilik Sasana Tinju Satria Menoreh Boxing Camp Kulonprogo.
Namun, kendala yang dihadapi Pertina Kulonprogo seputar pendanaan untuk biaya operasional ke Surabaya. Sejauh ini, Pertina Kulonprogo sudah meminta kepada KONI setempat agar bersedia mengucurkan anggaran untuk biaya operasional tersebut. "Kalau dana dari KONI cair, pasti kami akan berangkat ke Surabaya karena merupakan ajang bergengsi," ungkapnya.
Ferry optimistis anggaran dari KONI bisa cair sebelum kejuaraan tersebut dihelat. Pasalnya, KONI setempat sudah memberi mendukung penuh untuk memback up anggaran demi nama baik daerah. "Mungkin minggu depan anggaran sudah cair, sehingga kami bisa berangkat. Untuk persiapan mental dan teknis sudah tidak persoalan untuk menghadapi kejuaraan tersebut," jelasnya.
Ketua Pertina Kulonprogo Ferry Kuahaty mengatakan, tiga petinju yang diberangkatkan terdiri dua amatir dan satu profesional. Dua petinju amatir yakni Deni Febriyanto yang bertanding di kelas layang 60 kilogram) dan Nunung Dwi Prasetyio (bulu 57 Kg). Sedangkan satu profesional atas nama Hendy Luis (ringan junior 58,2 Kg).
Menurut Ferry, kejuaraan tinju antarsasana se Jawa Bali merupakan ajang bergengsi. Selain untuk menambah jam terbang atlet juga untuk persiapan laga even resmi tingkat nasional.
"Ini kehormatan bagi kami mendapat undangan kejuaraan tersebut. Peserta tinju berasal dari sasana tinju yang sudah punya nama. Kami berhasrat mengikutinya," kata pemilik Sasana Tinju Satria Menoreh Boxing Camp Kulonprogo.
Namun, kendala yang dihadapi Pertina Kulonprogo seputar pendanaan untuk biaya operasional ke Surabaya. Sejauh ini, Pertina Kulonprogo sudah meminta kepada KONI setempat agar bersedia mengucurkan anggaran untuk biaya operasional tersebut. "Kalau dana dari KONI cair, pasti kami akan berangkat ke Surabaya karena merupakan ajang bergengsi," ungkapnya.
Ferry optimistis anggaran dari KONI bisa cair sebelum kejuaraan tersebut dihelat. Pasalnya, KONI setempat sudah memberi mendukung penuh untuk memback up anggaran demi nama baik daerah. "Mungkin minggu depan anggaran sudah cair, sehingga kami bisa berangkat. Untuk persiapan mental dan teknis sudah tidak persoalan untuk menghadapi kejuaraan tersebut," jelasnya.
(aww)