Pelatih Wigan: Saya frustrasi dan marah
Kamis, 27 Desember 2012 - 12:03 WIB
Pelatih Wigan: Saya frustrasi dan marah
A
A
A
Sindonews.com - Pelatih Wigan Athletic Roberto Martinez, mengakui bahwa timnya harus lebih klinis dalam menyelesaikan setiap peluang di depan gawang jika mereka ingin menghindari zona degradasi musim ini. Hal itu diutarkan setelah melihat timnya kembali menelan kekalahan 2-1 atas Everton.
”Saya frustrasi dan marah. Ini adalah saat musim dimana hasil semua laga mulai menjadi sangat penting," ujar Martinez seperti dikutip Mirror, Kamis (27/12/2012).
Dalam laga bertajuk Boxing Day itu, The Latics sempat membuat The Toffes frustasi hingga berakhirnya paruh babak pertama. Namun kokohnya pertahanan Wigan akhirnya mampu ditembus pada menit ke-52, ketika tendangan Leon Osman sempat menghantam tubuh Gary Caldwell yang sekaligus memecah kebuntuan.
Phil Jagielka menambah keunggulan Everton pada menit ke-77. Gol Arouna Kone sempat menghidupkan semangat Wigan. Tetapi, di sisa waktu tersisa Wigan tak juga mampu mengejar ketertinggalan hingga akhir pertandingan.
Melihat buruknya permainan anak asuhnya, terutama di babak kedua membuat sang pelatih kecewa dan berharap timnya bermain lebih baik di laga berikutnya "Kami tahu kami akan datang ke tempat yang sulit. Tapi cara kami bermain babak pertama, saya pikir kami bisa menghentikan mereka dan memiliki momentum. Kami akan belajar dari kekalahan ini,” sambungnya.
Wigan sendiri hanya mampu memetik satu poin dari enam pertandingan terakhir mereka. Hasil ini membuat posisi anak asuh Martinez berada di peringkat 18 dengan raihan 15 poin.
”Saya frustrasi dan marah. Ini adalah saat musim dimana hasil semua laga mulai menjadi sangat penting," ujar Martinez seperti dikutip Mirror, Kamis (27/12/2012).
Dalam laga bertajuk Boxing Day itu, The Latics sempat membuat The Toffes frustasi hingga berakhirnya paruh babak pertama. Namun kokohnya pertahanan Wigan akhirnya mampu ditembus pada menit ke-52, ketika tendangan Leon Osman sempat menghantam tubuh Gary Caldwell yang sekaligus memecah kebuntuan.
Phil Jagielka menambah keunggulan Everton pada menit ke-77. Gol Arouna Kone sempat menghidupkan semangat Wigan. Tetapi, di sisa waktu tersisa Wigan tak juga mampu mengejar ketertinggalan hingga akhir pertandingan.
Melihat buruknya permainan anak asuhnya, terutama di babak kedua membuat sang pelatih kecewa dan berharap timnya bermain lebih baik di laga berikutnya "Kami tahu kami akan datang ke tempat yang sulit. Tapi cara kami bermain babak pertama, saya pikir kami bisa menghentikan mereka dan memiliki momentum. Kami akan belajar dari kekalahan ini,” sambungnya.
Wigan sendiri hanya mampu memetik satu poin dari enam pertandingan terakhir mereka. Hasil ini membuat posisi anak asuh Martinez berada di peringkat 18 dengan raihan 15 poin.
(akr)