Kriket bisa satukan India-Pakistan

Senin, 31 Desember 2012 - 15:05 WIB
Kriket bisa satukan...
Kriket bisa satukan India-Pakistan
A A A
Sindonews.com - Sejarawan dan penulis buku mengenai olah raga kriket, Boria Majumdar, ingat beberapa pertandingan kriket antara India dan Pakistan ketika lapangan kriket menyerupai medan pertempuran.

“Setiap kali regu India bermain di Pakistan, pertandingan kriket otomatis cenderung mengubah kekuatan menjadi keunggulan nasional. Hasilnya, bukan lagi pertandingan kriket, tetapi perang tanpa baku tembak,” paparnya seperti dilansir voasport.

Namun, selagi kedua negara Asia Selatan yang bersaing itu akan saling berhadapan dalam serangkaian pertandingan kriket bilateral yang pertama dalam lima tahun di Bangalore hari Selasa, perbedaan nampak.

Menurut Majumdar, rangkaian pertandingan kriket itu nampaknya seperti menandai mencairnya ketegangan hubungan antar kedua negara.

Olah raga kriket sangat disukai di kedua negara itu, dan tim kedua negara telah saling berhadapan dalam berbagai pertandingan internasional. Namun, pertandingan kriket yang sekarang adalah yang pertama sejak India memutuskan hubungan olah raga dengan Pakistan setelah serangan teroris tahun 2008 di Mumbai yang dilakukan oleh kelompok laki-laki Pakistan bersenjata.

Dimulainya lagi hubungan olah raga itu dilakukan di tengah upaya oleh kedua negara Asia Selatan itu untuk melanjutkan proses perdamaian yang terganggu oleh serangan teroris itu.

Perhatian utama tahun ini adalah mendongkrak hubungan perdagangan. Kedua negara baru-baru ini melonggarkan pemberian visa guna mempermudah pebisnis dan pengunjung lain mendapatkan visa. India setuju mengeluarkan 3.000 visa kepada warga Pakistan penggemar kriket untuk menonton pertandingan itu.

Awal tahun ini, India juga membuka kantor pabean besar di sepanjang perbatasan di Punjab untuk mempermudah perjalanan truk. Kedua pihak berharap, membaiknya hubungan perdagangan dan kedua bangsa akan memajukan proses diplomasi.

Komisaris Tinggi Pakistan untuk India, Salman Bashir, mengatakan dalam pertemuan bisnis di New Delhi minggu lalu bahwa kedua negara harus memusatkan perhatian pada perbaikan hubungan.

“Mengupayakan hubungan bilateral itu adalah sesuatu yang sangat penting, sangat peka. Kunci utamanya adalah punya kejelasan tentang visi bersama. Tanpa visi bersama, kita bisa dengan mudah melakukan kekeliruan. Jadi dengan keyakinan itu, hubungan baik bukan hanya kepentingan kedua bangsa kita, tetapi juga kawasan,” ujarnya.

Namun, para pengamat memperingatkan dibutuhkan lebih daripada perbaikan hubungan perdagangan dan pertandingan kriket untuk menjembatani saling ketidakpercayaan yang masih tetap tinggi di antara kedua negara.
(wbs)
Berita Terkait
Rans Prestige Sportainment...
Rans Prestige Sportainment Dukung Kemajuan Olahraga Nasional
Momen Keseruan Spektakuler...
Momen Keseruan Spektakuler Acara Merah Meriah Sportainment
Sekda DKI: Formula E...
Sekda DKI: Formula E Hadir sebagai Green Sportainment
Atlet Rusia Pernah Ditawari...
Atlet Rusia Pernah Ditawari Rp2,9 miliar untuk Berkencan dengan Pria Hidung Belang
Kisah Rodman saat Berkunjung...
Kisah Rodman saat Berkunjung ke Korut: Dari Karpet Merah hingga Sambutan Meriah
Gara-Gara Video Panas,...
Gara-Gara Video Panas, Lavezzi Merasa Diperas
Berita Terkini
Deretan Fakta Menarik...
Deretan Fakta Menarik Usai Spanyol Singkirkan Portugal
41 menit yang lalu
Gol Telat Mikel Merino...
Gol Telat Mikel Merino Antar Spanyol ke Perempat Final Piala Dunia 2026
57 menit yang lalu
UEFA Murka! FIFA Dituding...
UEFA Murka! FIFA Dituding Rusak Integritas Piala Dunia
1 jam yang lalu
Amerika Serikat vs Belgia:...
Amerika Serikat vs Belgia: Setan Merah Siap Pulangkan Tuan Rumah Terakhir?
4 jam yang lalu
Ronaldo atau Ramos?...
Ronaldo atau Ramos? Statistik CR7 Bikin Martinez Dilema
4 jam yang lalu
Akankah Spanyol Siap...
Akankah Spanyol Siap Akhiri Mimpi Ronaldo di Piala Dunia?
8 jam yang lalu
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved