Derby Medan untuk menguji kematangan taktik
Selasa, 22 Januari 2013 - 17:51 WIB
Derby Medan untuk menguji kematangan taktik
A
A
A
Sindonews.com - PSMS Medan versi PT LPIS akan menghadapi Pro Duta FC di Stadion TD Pardede besok sore. Laga tersebut merupakan tolak ukur kesiapan kedua tim yang bisa saja berkompetisi di kasta sama.
Pro Duta merupakan tim promosi Indonesian Premier League (IPL). Sedangkan PSMS yang akan berkompetisi di kasta kedua juga tengah menanti kemungkinan bisa berkancah di level teratas liga besutan PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS).
Pelatih PSMS Medan versi PT LPIS, Abdul Rahman Gurning menyambut antusias laga tim sekota (derby) dengan Pro Duta. Menurutnya tim berjuluk Kuda Pegasus bisa memberi tekanan tinggi pada anak asuhnya. Untuk saat ini, ia mengesampingkan rivalitas yang terbangun sejak keberadaan Pro Duta di Medan tiga musim lampau (2010/2011).
"Marilah kita memandang laga ini secara positif, meskipun disebut derby tapi saya tak mau terjebak dengan itu. Saya tak ingin permainan kasar anak-anak saat melawan Penang FA kembali terulang saat bertemu Pro Duta. Karena pertandingan ini murni uji coba. Jadi saya fokus untuk mengevaluasi pematangan taktik," kata Gurning pra latihan reguler di Medan, Selasa (22/1) kemarin.
Menurutnya, level tim lawan yang bagus dinilai menjadi gambaran peta kekuatan tim berjuluk Ayam Kinantan. "Pro Duta adalah lawan yang bagus buat kami. Mereka adalah tim dari kasta tertinggi (IPL) yang secara level di atas PSMS. Ini jadi keuntungan karena mereka akan memberi tekanan buat kami. Sebab, uji coba ini akan menakar sudah sejauh mana kemampuan taktik dan kerja sama tim kami," bebernya.
Gurning menuturkan, Kuda Pegasus, julukan Pro Duta mempunyai kolektivitas tinggi dan kemampuan merata di seluruh lini. "Memang mereka diperkuat seluruh pemain lokal dan mayoritas pemain muda, tapi kekuatan timnya solid. Ghozali Siregar, Rahmad Hidayat, Faizal Azmi adalah beberapa pemain yang patut diwaspadai," terangnya.
Kendati demikian, Gurning tidak akan melakukan pengawalan man to man. Ia fokus mematangkan taktik dengan gaya permainan timnya.
"Fokus pada pengembangan kekuatan sendiri saja. Seluruh lini memang masih ada kelemahan masing-masing, tapi lini pertahanan yang paling parah dan membutuhkan rotasi atau pergeseran pemain yang cukup besar. Karena target saya juga adalah menemukan kerangka tim," tandasnya.
Sementara itu, Pro Duta FC bakal tampil tanpa pemain terbaiknya. Ada beberapa pemain yang cedera pasca-ujicoba lawan Timnas Senior Pra Piala Asia di Stadion Mini USU, pekan lalu. Pelatih Pro Duta, Roberto Bianchi menjelaskan ada empat pemain cedera, yakni kapten tim Suyatno, Agus, Adli, dan Dani.
"Empat pemain kami cedera. Namun, saya bisa katakan, pertandingan lawan PSMS tanpa sebuah persiapan khusus seperti kami menghadapi timnas. Bagi saya, tidak penting hasil akhirnya menang atau kalah karena ini ujicoba yang penting bahwa para pemain saya bisa belajar dan level permainannya meningkat," tuturnya.
Beto-sapaan akrabnya, memprediksi duel laga dua tim akan berlangsung keras. Ini, lanjutnya penting untuk para pemain mudanya untuk menambah pengalaman.
"Saya akan mempertahankan pola yang hampir sama saat pertandingan terakhir seri (0-0) lawan timnas. Tapi, akan ada perubahan susunan pemain untuk memberikan kesempatan kepada semua pemain saya," ujar pemain warga negara Spanyol ini.
Menurut mantan pelatih klub Liga Primer Indonesia (LPI) Batavia Union ini, tim lawan (PSMS) diisi pemain-pemain berpengalaman. "Tapi kami pastikan akan bermain dengan baik dan meningkatkan permainan. Para pemain kami memang muda, namun, bisa memberikan level permainan yang bagus untuk tim lawan," paparnya
Pro Duta merupakan tim promosi Indonesian Premier League (IPL). Sedangkan PSMS yang akan berkompetisi di kasta kedua juga tengah menanti kemungkinan bisa berkancah di level teratas liga besutan PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS).
Pelatih PSMS Medan versi PT LPIS, Abdul Rahman Gurning menyambut antusias laga tim sekota (derby) dengan Pro Duta. Menurutnya tim berjuluk Kuda Pegasus bisa memberi tekanan tinggi pada anak asuhnya. Untuk saat ini, ia mengesampingkan rivalitas yang terbangun sejak keberadaan Pro Duta di Medan tiga musim lampau (2010/2011).
"Marilah kita memandang laga ini secara positif, meskipun disebut derby tapi saya tak mau terjebak dengan itu. Saya tak ingin permainan kasar anak-anak saat melawan Penang FA kembali terulang saat bertemu Pro Duta. Karena pertandingan ini murni uji coba. Jadi saya fokus untuk mengevaluasi pematangan taktik," kata Gurning pra latihan reguler di Medan, Selasa (22/1) kemarin.
Menurutnya, level tim lawan yang bagus dinilai menjadi gambaran peta kekuatan tim berjuluk Ayam Kinantan. "Pro Duta adalah lawan yang bagus buat kami. Mereka adalah tim dari kasta tertinggi (IPL) yang secara level di atas PSMS. Ini jadi keuntungan karena mereka akan memberi tekanan buat kami. Sebab, uji coba ini akan menakar sudah sejauh mana kemampuan taktik dan kerja sama tim kami," bebernya.
Gurning menuturkan, Kuda Pegasus, julukan Pro Duta mempunyai kolektivitas tinggi dan kemampuan merata di seluruh lini. "Memang mereka diperkuat seluruh pemain lokal dan mayoritas pemain muda, tapi kekuatan timnya solid. Ghozali Siregar, Rahmad Hidayat, Faizal Azmi adalah beberapa pemain yang patut diwaspadai," terangnya.
Kendati demikian, Gurning tidak akan melakukan pengawalan man to man. Ia fokus mematangkan taktik dengan gaya permainan timnya.
"Fokus pada pengembangan kekuatan sendiri saja. Seluruh lini memang masih ada kelemahan masing-masing, tapi lini pertahanan yang paling parah dan membutuhkan rotasi atau pergeseran pemain yang cukup besar. Karena target saya juga adalah menemukan kerangka tim," tandasnya.
Sementara itu, Pro Duta FC bakal tampil tanpa pemain terbaiknya. Ada beberapa pemain yang cedera pasca-ujicoba lawan Timnas Senior Pra Piala Asia di Stadion Mini USU, pekan lalu. Pelatih Pro Duta, Roberto Bianchi menjelaskan ada empat pemain cedera, yakni kapten tim Suyatno, Agus, Adli, dan Dani.
"Empat pemain kami cedera. Namun, saya bisa katakan, pertandingan lawan PSMS tanpa sebuah persiapan khusus seperti kami menghadapi timnas. Bagi saya, tidak penting hasil akhirnya menang atau kalah karena ini ujicoba yang penting bahwa para pemain saya bisa belajar dan level permainannya meningkat," tuturnya.
Beto-sapaan akrabnya, memprediksi duel laga dua tim akan berlangsung keras. Ini, lanjutnya penting untuk para pemain mudanya untuk menambah pengalaman.
"Saya akan mempertahankan pola yang hampir sama saat pertandingan terakhir seri (0-0) lawan timnas. Tapi, akan ada perubahan susunan pemain untuk memberikan kesempatan kepada semua pemain saya," ujar pemain warga negara Spanyol ini.
Menurut mantan pelatih klub Liga Primer Indonesia (LPI) Batavia Union ini, tim lawan (PSMS) diisi pemain-pemain berpengalaman. "Tapi kami pastikan akan bermain dengan baik dan meningkatkan permainan. Para pemain kami memang muda, namun, bisa memberikan level permainan yang bagus untuk tim lawan," paparnya
(aww)