Lakukan banyak kesalahan, Safarova dipecundangi Wozniacki
Rabu, 20 Februari 2013 - 02:18 WIB
Lakukan banyak kesalahan, Safarova dipecundangi Wozniacki
A
A
A
Sindonews.com - Caroline Wozniacki dari Denmark sukses menuntaskan dendam masa lalunya atas mantan petenis nomor satu dunia Lucie Safarova, yang telah memenangkan dua dari tiga pertemuan terakhir. Pada pertandingan babak pertama Kejuaraan Tenis Dubai, Selasa (19/2) waktu setempat, Wozniacki berhasil menggulung petenis asal Republik Ceko straight set 6-2, 6-2.
"Terakhir kali itu jauh lebih sulit, 7-6 pada set ketiga, dan saya kalah," ujar Wozniacki, yang menjadi unggulan kedelapan dalam turnamen ini, sebagaimana dikutip situs resmi WTA. "Secara umum saya merasa bola cukup baik hari ini, saya merasa bola kadang-kadang sedikit melayang di sini, tapi saya pikir itu baik- baik saja dalam suguhan pertandingan hari ini dan kembali dari laga yang cukup sulit."
"Lucie adalah lawan yang tangguh, ia mengambil bola benar-benar awal, sangat cepat, dan itu sulit untuk bermaindengan petenis kidal. Jadi saya senang bisa melaluinya. Terdapat beberapa hal yang positif yang bisa diambil."
Sementara itu, Safarova mengaku jika dirinya melakukan terlalu banyak kesalahan dalam permainan, sehingga dirinya tidak bisa masuk ke dalam irama permainan. "Caroline mampu mengembalikan bola dari saya dengan baik. Saya menderita kekalahan."
"Terakhir kali itu jauh lebih sulit, 7-6 pada set ketiga, dan saya kalah," ujar Wozniacki, yang menjadi unggulan kedelapan dalam turnamen ini, sebagaimana dikutip situs resmi WTA. "Secara umum saya merasa bola cukup baik hari ini, saya merasa bola kadang-kadang sedikit melayang di sini, tapi saya pikir itu baik- baik saja dalam suguhan pertandingan hari ini dan kembali dari laga yang cukup sulit."
"Lucie adalah lawan yang tangguh, ia mengambil bola benar-benar awal, sangat cepat, dan itu sulit untuk bermaindengan petenis kidal. Jadi saya senang bisa melaluinya. Terdapat beberapa hal yang positif yang bisa diambil."
Sementara itu, Safarova mengaku jika dirinya melakukan terlalu banyak kesalahan dalam permainan, sehingga dirinya tidak bisa masuk ke dalam irama permainan. "Caroline mampu mengembalikan bola dari saya dengan baik. Saya menderita kekalahan."
(nug)