Cuma terima dana, pelatih dan petinju disanksi
Senin, 18 Maret 2013 - 19:04 WIB
Cuma terima dana, pelatih dan petinju disanksi
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Umum PP Pertina Reza Ali mengambil langkah tegas terhadap pelatih dan petinju program Prima Pratama yang tak memberikan kontribusi. Reza mengancam akan menjatuhkan skorsing kepada mereka yang terus menerima hak, tapi tidak memenuhi kewajiban.
Reza mengungkapkan, ada tiga daerah yang ditunjuk sebagai penyelenggara program Prima Pratama untuk tinju amatir yakni Maluku, Sulawesi Utara dan Kepulauan Riau. Setelah beberapa tahun berjalan, kata Reza, ada yang tidak pernah mengirim petinju ke pelatnas.
"Ada pula di antaranya yang tidak hanya sepi prestasi, bahkan petinju dan kegiatannya pun tidak ada sementara dana bantuan terus mengalir,"ujar Reza seperti dilansir situs resmi PP Pertina.
"Mereka dilarang mengikuti seluruh kegiatan tinju di tingkat nasional selama 2 tahun. Ini berlaku untuk pelatih dan atletnya. Kita harus memberi pelajaran bagi mereka. Karena seharusnya pelatih dan petinju yang 'berkeringat' lah yang lebih berhak menimati dana bantuan pemerintah itu,"ia menambahkan.
Sanksi skorsing 2 tahun tersebut sempat menjadi bahan diskusi dalam rapat pleno PP Pertina, beberapa waktu lalu, karena dinilai terlalu berat. Sempat muncul ide untuk memberikan pengampunan atau keringanan, jika mengembalikan separo dari dana yang sudah diterima untuk diberikan kepada petinju dan pelatih yang aktif.
"Sebelumnya sudah ada pembicaraan seperti itu, tapi pada gilirannya mereka menghindar,"ungkap Reza.
Reza mengungkapkan, ada tiga daerah yang ditunjuk sebagai penyelenggara program Prima Pratama untuk tinju amatir yakni Maluku, Sulawesi Utara dan Kepulauan Riau. Setelah beberapa tahun berjalan, kata Reza, ada yang tidak pernah mengirim petinju ke pelatnas.
"Ada pula di antaranya yang tidak hanya sepi prestasi, bahkan petinju dan kegiatannya pun tidak ada sementara dana bantuan terus mengalir,"ujar Reza seperti dilansir situs resmi PP Pertina.
"Mereka dilarang mengikuti seluruh kegiatan tinju di tingkat nasional selama 2 tahun. Ini berlaku untuk pelatih dan atletnya. Kita harus memberi pelajaran bagi mereka. Karena seharusnya pelatih dan petinju yang 'berkeringat' lah yang lebih berhak menimati dana bantuan pemerintah itu,"ia menambahkan.
Sanksi skorsing 2 tahun tersebut sempat menjadi bahan diskusi dalam rapat pleno PP Pertina, beberapa waktu lalu, karena dinilai terlalu berat. Sempat muncul ide untuk memberikan pengampunan atau keringanan, jika mengembalikan separo dari dana yang sudah diterima untuk diberikan kepada petinju dan pelatih yang aktif.
"Sebelumnya sudah ada pembicaraan seperti itu, tapi pada gilirannya mereka menghindar,"ungkap Reza.
(wir)