Mau gelar F1, Sirkuit Nurburgring justru dijual?
Jum'at, 22 Maret 2013 - 16:29 WIB
Mau gelar F1, Sirkuit Nurburgring justru dijual?
A
A
A
Sindonews.com - Sirkuit Nurburgring nampaknya tidak benar-benar memiliki niat untuk menggelar balapan jet darat musim ini. Kabar terbaru menyebut sirkuit yang berada di Jerman tersebut telah dijual dengan harga 400 juta euro (Rp 5 triliun).
Seperti dilansir Zeenews, Jumat (22/3/2013), sebenarnya polemik tentang Sirkuit ini telah berlangsung sejak musim lalu dan itu terbukti ketika pihak pengelola lintasan tersebut yakni Nurburgring Otomotif GmbH, akhirnya mengumumkan jika mereka telah mengalami kebangrutan. Selain Sirkuit, kompleks yang berada di sekitar lintasan itu mulai dari roller coaster serta museum telah terjual sekitar 125 juta euro (Rp 1,6 triliun).
Dengan demikian, Sirkuit Hockenheim akan menghelat balapan F1 musim ini untuk menggantikan posisi Nurburgring yang sejak tahun 2009 lalu selalu bergantian menggelar balapan jet darat tersebut.
Sebenarnya masalah ini sudah diketahui ketika CEO F1, Bernie Ecclestone meragukan Sirkuit Nurburgring, setelah mereka mengalami masalah finansial. Namun pada saat itu (28/3) lalu, belum bisa memastikan apakah mereka layak untuk menggelar balapan atau tidak. "Setelah melakukan pemeriksaan secara rinci dari proposal (Nurburgring), kami tidak menerimanya sebagai finansial layak dan karenanya kami mengakhiri negosiasi," jelas Ecclestone diberitakan Der Spiegel seperti dikutip Planetf1.
Seperti dilansir Zeenews, Jumat (22/3/2013), sebenarnya polemik tentang Sirkuit ini telah berlangsung sejak musim lalu dan itu terbukti ketika pihak pengelola lintasan tersebut yakni Nurburgring Otomotif GmbH, akhirnya mengumumkan jika mereka telah mengalami kebangrutan. Selain Sirkuit, kompleks yang berada di sekitar lintasan itu mulai dari roller coaster serta museum telah terjual sekitar 125 juta euro (Rp 1,6 triliun).
Dengan demikian, Sirkuit Hockenheim akan menghelat balapan F1 musim ini untuk menggantikan posisi Nurburgring yang sejak tahun 2009 lalu selalu bergantian menggelar balapan jet darat tersebut.
Sebenarnya masalah ini sudah diketahui ketika CEO F1, Bernie Ecclestone meragukan Sirkuit Nurburgring, setelah mereka mengalami masalah finansial. Namun pada saat itu (28/3) lalu, belum bisa memastikan apakah mereka layak untuk menggelar balapan atau tidak. "Setelah melakukan pemeriksaan secara rinci dari proposal (Nurburgring), kami tidak menerimanya sebagai finansial layak dan karenanya kami mengakhiri negosiasi," jelas Ecclestone diberitakan Der Spiegel seperti dikutip Planetf1.
(wir)