Tak ada alasan wanita tak bisa balap pria
Selasa, 16 April 2013 - 01:54 WIB
Tak ada alasan wanita tak bisa balap pria
A
A
A
Sindonews.com - Komentar mantan pembalap asal Inggris, Sir Stirling Moss yang mengatakan kalau wanita akan kesulitan berkompetisi di ajang Formula One (F1) karena tak memiliki mentalitas yang dibutuhkan, terus menuai perlawanan.
Setelah pembalap racing wanita asal Skotlandia, Susie Wolff mengaku tak setuju dengan pendapat Moss. kini Supremo Formula One (F1) Bernie Ecclestone mengatakan bahwa sejatinya ia tak mau menutup peluang pembalap wanita untuk berkompetisi di F1. Namun, menurutnya, hal itu memang sulit terwujud, apalagi untuk tim-tim papan atas seperti Red Bull dan Ferrari.
Sebelumnya, eks pembalap F1 asal Inggris, Sir Stirling Moss mengatakan bahwa wanita tak memiliki mentalitas untuk beradu cepat di ajang balap mobil paling bergengsi tersebut. Pasalnya, tekanan yang ada cukup tinggi, sehingga para pembalap wanita, menurutnya, tak akan mampu mengatasinya.
"Tak ada alasan mengapa (pembalap) wanita tak mampu berkompetisi dengan (pembalap) pria. Sayangnya, yang terjadi memang seperti itu, saya tak dapat membayangkan seorang wanita akan memiliki kesempatan untuk mengendarai Red Bull atau Ferrari," ujar Ecclestone, seperti dilansir BBC, Senin (15/4/2013).
"Satu-satunya kesempatan adalah dengan tim yang lebih lemah -dan mereka hanya akan mengontraknya jika mereka dapat sponsor yang bagus. Namun, persoalannya, mereka juga harus bersaing dengan para pembalap pria yang juga tak memiliki kesempatan," sambung pria berusia 82 tahun itu.
Pembalap racing wanita, Susie Wolff pun setuju, meskipun ia sebenarnya masih merasa wanita mampu terjun di F1. "Ferrari dan Red Bull mengontrak pembalap-pembalap terbaik demi memenangi kejuaraan dunia. Saya ada di posisi di mana hanya mencoba untuk bisa berlaga di F1, tapi saya yakin bahwa pembalap wanita itu mungkin untuk terlibat," tuturnya.
Seperti diketahui, dalam sejarah F1, hanya ada lima pembalap wanita yang pernah terlibat. Mereka adalah Maria Teresa de Filippis, Lella Lombardi, Divina Galica, Desire Wilson, dan Giovanna Amati. Namun, dari kesemuanya, hanya Lombardi yang mampu menghasilkan poin, itu pun hanya 0,5.
Setelah pembalap racing wanita asal Skotlandia, Susie Wolff mengaku tak setuju dengan pendapat Moss. kini Supremo Formula One (F1) Bernie Ecclestone mengatakan bahwa sejatinya ia tak mau menutup peluang pembalap wanita untuk berkompetisi di F1. Namun, menurutnya, hal itu memang sulit terwujud, apalagi untuk tim-tim papan atas seperti Red Bull dan Ferrari.
Sebelumnya, eks pembalap F1 asal Inggris, Sir Stirling Moss mengatakan bahwa wanita tak memiliki mentalitas untuk beradu cepat di ajang balap mobil paling bergengsi tersebut. Pasalnya, tekanan yang ada cukup tinggi, sehingga para pembalap wanita, menurutnya, tak akan mampu mengatasinya.
"Tak ada alasan mengapa (pembalap) wanita tak mampu berkompetisi dengan (pembalap) pria. Sayangnya, yang terjadi memang seperti itu, saya tak dapat membayangkan seorang wanita akan memiliki kesempatan untuk mengendarai Red Bull atau Ferrari," ujar Ecclestone, seperti dilansir BBC, Senin (15/4/2013).
"Satu-satunya kesempatan adalah dengan tim yang lebih lemah -dan mereka hanya akan mengontraknya jika mereka dapat sponsor yang bagus. Namun, persoalannya, mereka juga harus bersaing dengan para pembalap pria yang juga tak memiliki kesempatan," sambung pria berusia 82 tahun itu.
Pembalap racing wanita, Susie Wolff pun setuju, meskipun ia sebenarnya masih merasa wanita mampu terjun di F1. "Ferrari dan Red Bull mengontrak pembalap-pembalap terbaik demi memenangi kejuaraan dunia. Saya ada di posisi di mana hanya mencoba untuk bisa berlaga di F1, tapi saya yakin bahwa pembalap wanita itu mungkin untuk terlibat," tuturnya.
Seperti diketahui, dalam sejarah F1, hanya ada lima pembalap wanita yang pernah terlibat. Mereka adalah Maria Teresa de Filippis, Lella Lombardi, Divina Galica, Desire Wilson, dan Giovanna Amati. Namun, dari kesemuanya, hanya Lombardi yang mampu menghasilkan poin, itu pun hanya 0,5.
(wbs)