Murray akui bisa atasi tekanan
Sabtu, 29 Juni 2013 - 17:31 WIB
Murray akui bisa atasi tekanan
A
A
A
Sindonews.com - Andy Murray tidak mengesampingkan kabar jika dirinya sedang mengalami tekanan yang berat ketika masyarakat Inggris sangat berharap bahwa unggulan kedua ini bisa meraih trofi di Wimbledon tahun ini. Tekanan itu datang ketika mengetahui sejumlah petenis terbaik seperti, Rafael Nadal, Roger Federer, Jo-Wilfried Tsonga dan Marin Cilic sudah terlebih dahulu tersingkir di turnamen lapangan rumput ini.
Kendati demikian, Murray bisa membuktikan bahwa dirinya masih dapat menghibur pendukung Inggris, ketika memastikan tempat di babak keempat usai mengalahkan Tommy Robredo dengan skor 6-2, 6-4, 7-5 di babak ketiga. Dengan keberhasilan itu membuat petenis putra terbaik Inggris tersebut belum pernah sekali pun kehilangan set sejak tampil di babak pertama Wimbledon.
Dalam situasi seperti ini, banyak pakar yang menyebutkan jika Murray bisa mengakhiri penantian 77 tahun sejak kemenangan Fred Perry di Wimbledon ini. "Saya pikir ada banyak tekanan pada saya sekarang, ketika mengetahui petenis terbaik berada di luar (tersingkir)," kata Murray dilansir Sport24, Sabtu (29/6/2013).
"Saya tidak membaca koran. Tapi ada kertas di ruang ganti, sehingga saya melihat beberapa berita utama mengenai karir saya. Tapi saya harus profesional untuk tidak membiarkan hal itu mengganggu pikiran untuk berkonsentrasi pada setiap pertandingan," pungkasnya.
Pada babak keempat nanti, petenis terbaik kedua di dunia itu akan menunggu pemenang antara Viktor Troicki menghadapi Mikhail Youzhny. Yang baru akan bertanding hari ini, akibat hujan deras terus mengguyur tempat pertandingan Jumat (28/6) kemarin.
Kendati demikian, Murray bisa membuktikan bahwa dirinya masih dapat menghibur pendukung Inggris, ketika memastikan tempat di babak keempat usai mengalahkan Tommy Robredo dengan skor 6-2, 6-4, 7-5 di babak ketiga. Dengan keberhasilan itu membuat petenis putra terbaik Inggris tersebut belum pernah sekali pun kehilangan set sejak tampil di babak pertama Wimbledon.
Dalam situasi seperti ini, banyak pakar yang menyebutkan jika Murray bisa mengakhiri penantian 77 tahun sejak kemenangan Fred Perry di Wimbledon ini. "Saya pikir ada banyak tekanan pada saya sekarang, ketika mengetahui petenis terbaik berada di luar (tersingkir)," kata Murray dilansir Sport24, Sabtu (29/6/2013).
"Saya tidak membaca koran. Tapi ada kertas di ruang ganti, sehingga saya melihat beberapa berita utama mengenai karir saya. Tapi saya harus profesional untuk tidak membiarkan hal itu mengganggu pikiran untuk berkonsentrasi pada setiap pertandingan," pungkasnya.
Pada babak keempat nanti, petenis terbaik kedua di dunia itu akan menunggu pemenang antara Viktor Troicki menghadapi Mikhail Youzhny. Yang baru akan bertanding hari ini, akibat hujan deras terus mengguyur tempat pertandingan Jumat (28/6) kemarin.
(wbs)