Djokovic geram dengan serangan militer ke Suriah
Senin, 02 September 2013 - 17:43 WIB
Djokovic geram dengan serangan militer ke Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Petenis terbaik dunia, Novak Djokovic, membeberkan pengalamannya ketika bertahan hidup di tengah konflik yang mendera Suriah. Hal itu diungkapkannya ketika Amerika Serikat berencana mengambil tindakan militer terhadap negera tersebut terkait konflik berkepanjangan.
Petenis asal Serbia itu mengatakan, serangan yang dilancarkan setiap negara terhadap Suriah sangatlah keliru dan kontra produktif. Pernyataan yang dilontarkannya itu, karena dia pernah tinggal di Suriah selama beberapa tahun sebelum akhirnya memutuskan hijrah ke Serbia.
"Saya benar-benar geram dengan segala serangan senjata, udara, dan rudal ke Suriah. Saya benar-benar akan melawan setiap serangan apa pun yang merusak kehidupan di sana, karena saya punya pengalaman pribadi di sana. Bagi saya, serangan yang terus dilancarkan sejumlah negera tidak akan membawa kebaikan apapun," tegas Djokovic dilansir SPort24, Senin (2/9/2013).
"Perang merupakan hal yang terburuk dalam hidup beragama. Sebab ini tidak ada yang benar-benar menang," tambahnya.
Senada dengan pendapat yang diucapkan Djokovic, sekitar dua pertiga warga Prancis tidak menginginkan negaranya berpartisipasi dalam operasi militer di Suriah terkait dugaan serangan senjata kimia yang menewaskan ratusan warga sipil.
Meski begitu, penyelidikan terhadap dugaan penggunaan zat kimia yang dilakukan oleh Presiden Suriah Bashar al-Assad, akan keluar paling lambat tiga pekan ke depan. Hal ini dikonfirmasi oleh oganisasi pelarangan senjata kimia (The Organisation for the Prohibition of Chemical Weapons, OPCW).
Petenis asal Serbia itu mengatakan, serangan yang dilancarkan setiap negara terhadap Suriah sangatlah keliru dan kontra produktif. Pernyataan yang dilontarkannya itu, karena dia pernah tinggal di Suriah selama beberapa tahun sebelum akhirnya memutuskan hijrah ke Serbia.
"Saya benar-benar geram dengan segala serangan senjata, udara, dan rudal ke Suriah. Saya benar-benar akan melawan setiap serangan apa pun yang merusak kehidupan di sana, karena saya punya pengalaman pribadi di sana. Bagi saya, serangan yang terus dilancarkan sejumlah negera tidak akan membawa kebaikan apapun," tegas Djokovic dilansir SPort24, Senin (2/9/2013).
"Perang merupakan hal yang terburuk dalam hidup beragama. Sebab ini tidak ada yang benar-benar menang," tambahnya.
Senada dengan pendapat yang diucapkan Djokovic, sekitar dua pertiga warga Prancis tidak menginginkan negaranya berpartisipasi dalam operasi militer di Suriah terkait dugaan serangan senjata kimia yang menewaskan ratusan warga sipil.
Meski begitu, penyelidikan terhadap dugaan penggunaan zat kimia yang dilakukan oleh Presiden Suriah Bashar al-Assad, akan keluar paling lambat tiga pekan ke depan. Hal ini dikonfirmasi oleh oganisasi pelarangan senjata kimia (The Organisation for the Prohibition of Chemical Weapons, OPCW).
(nug)