PSS main normal, Garuda muda pakai formasi ideal
Jum'at, 25 Oktober 2013 - 15:56 WIB
PSS main normal, Garuda muda pakai formasi ideal
A
A
A
Sindonews.com - PSS Sleman menjanjikan permainan menarik saat menguji Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-23 pada Sabtu sore (26/10). Laga tersebut untuk mengukur sejauh mana pencapaian latihan PSS menjelang putaran final Divisi Utama, pada 7 November mendatang.
Pelatih PSS Sleman, Lafran Pribadi mengatakan, dua pemainnya, Bona Simanjuntak di posisi tengah dan Abda Ali di posisi bek, dipastikan tidak bisa bermain karena mengalami cedera. Namun, tim asuhannya nanti, tidak akan menyajikan permainan bertahan, untuk melawan anak-anak pilihan dari seluruh Indonesia tersebut. "Yang jelas tidak akan bermain bertahan. Kita akan main normal," kata dia, Jumat (25/10) kemarin.
Permainan lawan menurutnya patut diwaspadai karena para pemain mereka mayoritas di klubnya ikut kompetisi lebih atas dari PSS Sleman. Seperti, Indonesia Super League (ISL) maupun Indonesian Premier League (IPL).
Lanjutnya, uji coba yang dilakukan ini untuk yang kedua kalinya, sebelumnya melawan Merapi Putra dan Berbah Putra. Uji coba melawan dua tim tersebut, dilakukan dengan format satu pertandingan, setiap babaknya satu tim.
Melawan Timnas U-23 nantinya bisa untuk mengukur para pemainnya, untuk kesiapan menghadapi laga putaran final Divisi Utama pada 7 November mendatang. "Kita bisa lihat peningkatan evaluasi yang dicapai anak-anak," tuturnya.
Dalam putaran empat besar ini, dua tim dari grup 1 dan 2 Divisi Utama, akan dipertandingkan. Di grup 1, ada Lampung FC dan PSBL Langsa. Sementara, di group 2, PSS Sleman didampingi oleh Persenga Nganjuk.
Manajemen PSS sleman, sejauh ini baru mendapat kabar dari PSSI kalau untuk semifinalnya akan dilakukan pada 7 November. Sementara, pada final nanti, dilakukan 10 November.
Sementara, Pelatih dari Timnas U-23, Rahmad Darmawan mengatakan, para pemainnya diharapkan bisa menampilkan apa yang diberikan saat latihan. Dirinya juga akan memakai dua formasi, yaitu 4-3-3 pada babak pertama, dan 4-3-2-1 pada babak keduanya.
Setelah melawan PSS Sleman, dijadwalkan pada hari selanjutnya melawan Persibat Batang. Sengaja tidak ada jeda waktu, karena merupakan bagian dari simulasi Sea Games nantinya. "Di SEA Games, selisih waktu jeda antara pertandingan dengan pertandingan selanjutnya, paling banyak hanya dua hari. Misal, main Senin, Rabu akan main lagi atau Selasa, Rabu off, Kamis main lagi," tuturnya.
Dalam dua laga uji coba tersebut, diakuinya, untuk memilih para pemain yang memang siap untuk dibawa ke Myanmar. Nantinya, dari 37 pemain yang ada, akan dikerucutkan hingga jumlahnya ideal. "Nanti kita bandingkan, antara pemain satu dengan yang lain. Siapa yang kompeten akan dibawa, bukan menyeleksi pemain," paparnya.
Laga yang akan digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada pukul 19.00 WIB, nantinya, sudah disediakan tiket sebanyak 30 ribu. Dipastikan, para penonton akan memenuhi stadion yang berkapasitas 40 ribu orang tersebut, seperti pada laga-laga sebelumnya.
Pelatih PSS Sleman, Lafran Pribadi mengatakan, dua pemainnya, Bona Simanjuntak di posisi tengah dan Abda Ali di posisi bek, dipastikan tidak bisa bermain karena mengalami cedera. Namun, tim asuhannya nanti, tidak akan menyajikan permainan bertahan, untuk melawan anak-anak pilihan dari seluruh Indonesia tersebut. "Yang jelas tidak akan bermain bertahan. Kita akan main normal," kata dia, Jumat (25/10) kemarin.
Permainan lawan menurutnya patut diwaspadai karena para pemain mereka mayoritas di klubnya ikut kompetisi lebih atas dari PSS Sleman. Seperti, Indonesia Super League (ISL) maupun Indonesian Premier League (IPL).
Lanjutnya, uji coba yang dilakukan ini untuk yang kedua kalinya, sebelumnya melawan Merapi Putra dan Berbah Putra. Uji coba melawan dua tim tersebut, dilakukan dengan format satu pertandingan, setiap babaknya satu tim.
Melawan Timnas U-23 nantinya bisa untuk mengukur para pemainnya, untuk kesiapan menghadapi laga putaran final Divisi Utama pada 7 November mendatang. "Kita bisa lihat peningkatan evaluasi yang dicapai anak-anak," tuturnya.
Dalam putaran empat besar ini, dua tim dari grup 1 dan 2 Divisi Utama, akan dipertandingkan. Di grup 1, ada Lampung FC dan PSBL Langsa. Sementara, di group 2, PSS Sleman didampingi oleh Persenga Nganjuk.
Manajemen PSS sleman, sejauh ini baru mendapat kabar dari PSSI kalau untuk semifinalnya akan dilakukan pada 7 November. Sementara, pada final nanti, dilakukan 10 November.
Sementara, Pelatih dari Timnas U-23, Rahmad Darmawan mengatakan, para pemainnya diharapkan bisa menampilkan apa yang diberikan saat latihan. Dirinya juga akan memakai dua formasi, yaitu 4-3-3 pada babak pertama, dan 4-3-2-1 pada babak keduanya.
Setelah melawan PSS Sleman, dijadwalkan pada hari selanjutnya melawan Persibat Batang. Sengaja tidak ada jeda waktu, karena merupakan bagian dari simulasi Sea Games nantinya. "Di SEA Games, selisih waktu jeda antara pertandingan dengan pertandingan selanjutnya, paling banyak hanya dua hari. Misal, main Senin, Rabu akan main lagi atau Selasa, Rabu off, Kamis main lagi," tuturnya.
Dalam dua laga uji coba tersebut, diakuinya, untuk memilih para pemain yang memang siap untuk dibawa ke Myanmar. Nantinya, dari 37 pemain yang ada, akan dikerucutkan hingga jumlahnya ideal. "Nanti kita bandingkan, antara pemain satu dengan yang lain. Siapa yang kompeten akan dibawa, bukan menyeleksi pemain," paparnya.
Laga yang akan digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada pukul 19.00 WIB, nantinya, sudah disediakan tiket sebanyak 30 ribu. Dipastikan, para penonton akan memenuhi stadion yang berkapasitas 40 ribu orang tersebut, seperti pada laga-laga sebelumnya.
(aww)