Persik tak mau lewatkan kesempatan terakhir
Jum'at, 10 Januari 2014 - 15:23 WIB
Persik tak mau lewatkan kesempatan terakhir
A
A
A
Sindonews.com -Turnament Inter Island Cup (IIC) bakal memberikan makna tersendiri bagi tuan rumah Zona Jawa 3, Persik Kediri. Tim berjuluk Macan Putih memiliki kesempatan terakhir untuk mengukur kemampuan pasukannya sebelum benar-benar layak ke Indonesia Super League (ISL).
Perjalanan Persik layak menjadi perhatian tersendiri dibandingkan klub-klub lain asal Jawa Timur. Bahkan hingga tiga pelan jelang kick off ISL, kekuatan tim kebanggaan Kota Tahu masih diragukan. Berbagai ujicoba dan turnamen dilalui dengan hasil kurang menjanjikan.
Misalnya ujicoba kontra klub lokal milik LDII beberapa hari jelang IIC. Tim arahan Aris Budi Sulistyo hanya menang 2-1 dan kans untuk memperoleh hasil impresif di turnamen nanti perlu dipertanyakan lagi. Praktis, tinggal laga di IIC yang menjadi kesempatan Aris menemukan komposisi terbaik.
"Saya ingin ada perkembangan bagus di Inter Island Cup. Selama ini banyak pemain seleksi dan saya agak kebingungan menilai kualitas mereka. Tapi dari pemain yang dipilih untuk turnamen nanti, saya berharap muncul kekuatan yang lebih bagus," tutur Aris Budi Sulistyo, pelatih sementara Persik.
Harapan Aris memang sangat beralasan, karena Persik digelayuti sejumlah problem dalam persiapan tim jelang ISL. Masalah pendanaan yang berakibat belum adanya kontrak untuk pemain membuat Macan Putih loyo di bursa transfer dan terlambat membangun kekuatan.
Pemain yang mengikuti seleksi pun terlampau sulit untuk dipilih. Pada seleksi tahap awal, klub pemegang dua gelar Liga Indonesia ini didatangi pemain-pemain renta seangkatan Danilo Fernando. Selain mereka, pemain asing lainnya adalah pemain 'antah berantah' yang belum diketahui kualitasnya.
Pada Desember lalu mungkin Persik masih bisa beralasan tim baru memulai aktivitas ketika jeblok di East Java Tournament 2013. Tapi untuk saat ini mau tak mau tim kesayangan Persikmania harus membuktikan mereka telah layak mengarungi kompetisi yang sebenarnya.
"Paling tidak di IIC nanti saya harus sudah menemukan bentuk kekuatan Persik. Sekaligus merekomendasi pemain-pemain yang layak dikontrak," tambah Aris. Ya, Persik memang sama sekali belum bernegosiasi dengan pemain untuk urusan kontrak. Rencananya itu baru dibicarakan seusai IIC.
Persik bakal memulai turnamen IIC pada Minggu (12/1) menghadapi Persegres Gresik United di Stadion Brawijaya. Selain menghadapi Persegres, tim ungu juga ditantang Persebaya Surabaya dan Persiba Bantul. Predikat tuan rumah sama sekali bukan jaminan Persik bakal mudah.
Soal kekuatan calon lawan, Aris mengakui rata-rata berada di level yang sama. "Semua lawan kekuatannya hampir sama. Persebaya walau tim promosi tapi sangat serius membentuk tim. Persegres juga memiliki kekuatan merata dan ada yang pernah menjadi bagian dari Persik," tandas Aris Budi.
Pertemuan antara Persik kontra Persegres bakal diwarnai reuni pelatih Persik Agus Yuwono. Pelatih asal Malang itu pernah menangani Macan Putih pada 2009-2010 silam. Selain ini ada gelandang Legimin Raharjo yang juga sempat berkiprah di Stadion Brawijaya selama beberapa musim.
Perjalanan Persik layak menjadi perhatian tersendiri dibandingkan klub-klub lain asal Jawa Timur. Bahkan hingga tiga pelan jelang kick off ISL, kekuatan tim kebanggaan Kota Tahu masih diragukan. Berbagai ujicoba dan turnamen dilalui dengan hasil kurang menjanjikan.
Misalnya ujicoba kontra klub lokal milik LDII beberapa hari jelang IIC. Tim arahan Aris Budi Sulistyo hanya menang 2-1 dan kans untuk memperoleh hasil impresif di turnamen nanti perlu dipertanyakan lagi. Praktis, tinggal laga di IIC yang menjadi kesempatan Aris menemukan komposisi terbaik.
"Saya ingin ada perkembangan bagus di Inter Island Cup. Selama ini banyak pemain seleksi dan saya agak kebingungan menilai kualitas mereka. Tapi dari pemain yang dipilih untuk turnamen nanti, saya berharap muncul kekuatan yang lebih bagus," tutur Aris Budi Sulistyo, pelatih sementara Persik.
Harapan Aris memang sangat beralasan, karena Persik digelayuti sejumlah problem dalam persiapan tim jelang ISL. Masalah pendanaan yang berakibat belum adanya kontrak untuk pemain membuat Macan Putih loyo di bursa transfer dan terlambat membangun kekuatan.
Pemain yang mengikuti seleksi pun terlampau sulit untuk dipilih. Pada seleksi tahap awal, klub pemegang dua gelar Liga Indonesia ini didatangi pemain-pemain renta seangkatan Danilo Fernando. Selain mereka, pemain asing lainnya adalah pemain 'antah berantah' yang belum diketahui kualitasnya.
Pada Desember lalu mungkin Persik masih bisa beralasan tim baru memulai aktivitas ketika jeblok di East Java Tournament 2013. Tapi untuk saat ini mau tak mau tim kesayangan Persikmania harus membuktikan mereka telah layak mengarungi kompetisi yang sebenarnya.
"Paling tidak di IIC nanti saya harus sudah menemukan bentuk kekuatan Persik. Sekaligus merekomendasi pemain-pemain yang layak dikontrak," tambah Aris. Ya, Persik memang sama sekali belum bernegosiasi dengan pemain untuk urusan kontrak. Rencananya itu baru dibicarakan seusai IIC.
Persik bakal memulai turnamen IIC pada Minggu (12/1) menghadapi Persegres Gresik United di Stadion Brawijaya. Selain menghadapi Persegres, tim ungu juga ditantang Persebaya Surabaya dan Persiba Bantul. Predikat tuan rumah sama sekali bukan jaminan Persik bakal mudah.
Soal kekuatan calon lawan, Aris mengakui rata-rata berada di level yang sama. "Semua lawan kekuatannya hampir sama. Persebaya walau tim promosi tapi sangat serius membentuk tim. Persegres juga memiliki kekuatan merata dan ada yang pernah menjadi bagian dari Persik," tandas Aris Budi.
Pertemuan antara Persik kontra Persegres bakal diwarnai reuni pelatih Persik Agus Yuwono. Pelatih asal Malang itu pernah menangani Macan Putih pada 2009-2010 silam. Selain ini ada gelandang Legimin Raharjo yang juga sempat berkiprah di Stadion Brawijaya selama beberapa musim.
(wbs)