Pellegrini: City favorit juara, itu terlalu dini
Kamis, 30 Januari 2014 - 10:17 WIB
Pellegrini: City favorit juara, itu terlalu dini
A
A
A
Sindonews.com - Manajer Manchester City, Manuel Pellegrini, memuji penampilan anak asuhnya saat mengalahkan Totteham Hotspur. Namun, eks pelatih Malaga itu menolak jika timnya disebut salah satu favorit juara. Menurutnya, hal itu terlalu dini.
City menang 5-1 atas Tottenham di laga lanjutan Premier League, Kamis (30/1) dini hari WIB. Kemenangan penting ini mengantarkan The Citizens ke puncak klasemen sementara menggeser Arsenal yang turun ke posisi kedua.
"Saya pikir masih terlalu dini untuk menjadi favorit juara-masih banyak pertandingan yang harus dimainkan," kata Pellegrini kepada BT Sport.
"Jika kami terus bermain dengan cara kami, kami memiliki kesempatan untuk menang. Tapi, itu terlalu dini," sambungnya.
City mengakhiri babak pertama dengan satu gol. Di babak kedua, The Sky Blues tancap gas dengan mencetak empat gol. Tuan rumah harus bermain dengan sepuluh pemain usai Danny Rose dikartu merah. Namun, pelatih asal Chile itu menilai kartu merah itu tidak menjadi patokan karena sejak awal timnya memang dominan.
"Kami memainkan sepak bola yang fantastis di babak pertama-kami hanya mencetak satu gol tapi kami punya tiga atau empat peluang emas," lanjutnya.
"Saya tidak berpikir penalti adalah titik baliknya. Saya berpikir kami tidak pantas mencetak satu gol di babak pertama. Tentu saja bermain dengan minus satu pemain lebih lebih sulit bagi Spurs tapi menurut saya permainan tidak berubah di titik itu. Kamilah tim yang mencatatkan seluruh peluang, menguasai permainan, dan bikin lima gol," tegasnya.
City menang 5-1 atas Tottenham di laga lanjutan Premier League, Kamis (30/1) dini hari WIB. Kemenangan penting ini mengantarkan The Citizens ke puncak klasemen sementara menggeser Arsenal yang turun ke posisi kedua.
"Saya pikir masih terlalu dini untuk menjadi favorit juara-masih banyak pertandingan yang harus dimainkan," kata Pellegrini kepada BT Sport.
"Jika kami terus bermain dengan cara kami, kami memiliki kesempatan untuk menang. Tapi, itu terlalu dini," sambungnya.
City mengakhiri babak pertama dengan satu gol. Di babak kedua, The Sky Blues tancap gas dengan mencetak empat gol. Tuan rumah harus bermain dengan sepuluh pemain usai Danny Rose dikartu merah. Namun, pelatih asal Chile itu menilai kartu merah itu tidak menjadi patokan karena sejak awal timnya memang dominan.
"Kami memainkan sepak bola yang fantastis di babak pertama-kami hanya mencetak satu gol tapi kami punya tiga atau empat peluang emas," lanjutnya.
"Saya tidak berpikir penalti adalah titik baliknya. Saya berpikir kami tidak pantas mencetak satu gol di babak pertama. Tentu saja bermain dengan minus satu pemain lebih lebih sulit bagi Spurs tapi menurut saya permainan tidak berubah di titik itu. Kamilah tim yang mencatatkan seluruh peluang, menguasai permainan, dan bikin lima gol," tegasnya.
(dka)