Murray buat warga Dunblane kehilangan rumah
Selasa, 11 Februari 2014 - 21:11 WIB
Murray buat warga Dunblane kehilangan rumah
A
A
A
Sindonews.com - Sebagai seorang atlet Andy Murray memang sudah tak diragukan lagi dalam mengayunkan raket di olahraga tenis. Tapi apa jadinya jika ia mengelola sebuah hotel yang dibelinya di dekat kampung halamannya di Dunblane Stirlingshire, Skotlandia.
Hampir satu tahun hotel mewah bintang lima (Cromlix Hotel) dibeli Murray dari pemilik sebelumnya bernama Henry dan Edward Eden. Tapi janjinya dalam membantu perekonomian masyarakat sekitar tidak berjalan dengan baik. Pasalnya, warga yang berada di sekitar wilayah tersebut mulai tak simpatik dengan juara AS Terbuka ini.
Pasalnya, kesepakatan untuk tetap membiarkan mereka (warga sekitar) tetap tinggal ternyata hanya isapan jempol belaka. Laura Campbell beserta suami dan dua anaknya, yang sudah tinggal selama delapan bulan terakhir terancam digusur. Setelah Murray berencana membuat penginapan kepada pegawainya.
Tak senang dengan perlakukan Murray, Laura melontarkan perkataan: "Saya sudah mendukung Andy Murray sepanjang perjalanan dia di olahraga tenis. Semua orang tahu dia adalah pahlawan lokal (Inggris Raya), tapi saya sudah kehilangan rasa hormat kepada dia sekarang," katanya dilansir DailyMail, Selasa (11/2).
"Bagi saya, Murray telah membuat warga sekitar hotel kehilangan tempat tinggal," lanjutnya.
Menurut laporan, warga sekitar diberikan waktu hingga 1 April mendatang untuk merapihkan barang-barangnya dan mencari tempat tinggal. Sebelum penggusuran dilakukan.
Diketahui, Hotel ini memiliki 14 kamar, aula resepsi, dua kamar mewah, ruang makan, perpustakaan, ruang pertemuan, dan konservatorium.
Hampir satu tahun hotel mewah bintang lima (Cromlix Hotel) dibeli Murray dari pemilik sebelumnya bernama Henry dan Edward Eden. Tapi janjinya dalam membantu perekonomian masyarakat sekitar tidak berjalan dengan baik. Pasalnya, warga yang berada di sekitar wilayah tersebut mulai tak simpatik dengan juara AS Terbuka ini.
Pasalnya, kesepakatan untuk tetap membiarkan mereka (warga sekitar) tetap tinggal ternyata hanya isapan jempol belaka. Laura Campbell beserta suami dan dua anaknya, yang sudah tinggal selama delapan bulan terakhir terancam digusur. Setelah Murray berencana membuat penginapan kepada pegawainya.
Tak senang dengan perlakukan Murray, Laura melontarkan perkataan: "Saya sudah mendukung Andy Murray sepanjang perjalanan dia di olahraga tenis. Semua orang tahu dia adalah pahlawan lokal (Inggris Raya), tapi saya sudah kehilangan rasa hormat kepada dia sekarang," katanya dilansir DailyMail, Selasa (11/2).
"Bagi saya, Murray telah membuat warga sekitar hotel kehilangan tempat tinggal," lanjutnya.
Menurut laporan, warga sekitar diberikan waktu hingga 1 April mendatang untuk merapihkan barang-barangnya dan mencari tempat tinggal. Sebelum penggusuran dilakukan.
Diketahui, Hotel ini memiliki 14 kamar, aula resepsi, dua kamar mewah, ruang makan, perpustakaan, ruang pertemuan, dan konservatorium.
(irc)