600 personel polisi amankan laga PSIS v Timnas U 19
Jum'at, 14 Februari 2014 - 10:42 WIB
600 personel polisi amankan laga PSIS v Timnas U 19
A
A
A
Sindonews.com - Sedikitnya 600 personel kepolisian dari Polrestabes Semarang akan mengamankan jalannya laga uji coba antara Timnas U-19 melawan PSIS di Stadion Jatidiri Semarang yang rencananya berlangsung Jumat (14/2). Hal tersebut terungkap saat management PSIS melakukan audiensi dengan Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Djihartono di Mapolrestabes Semarang, Kamis (13/2).
Dalam pertemuan itu, Direktur PT Mahesa Jenar Semarang (MJS) Yoyok Sukawi berharap petugas kepolisian berperan dalam mensukseskan laga uji coba tersebut. Bahkan, pengamanan diharapkan berbeda dengan pengamanan pada pertandingan lainnya.
“Kami harap Polisi bisa bekerjasama dengan baik menjaga keamanan selama pertandingan berlangsung. Sebab, tidak dipungkiri lagi jumlah pengunjung di Stadion Jatidiri pasti akan membludak,” pintanya.
Yoyok menambahkan, penonton yang akan memenuhi stadion Jatidiri dipastikan akan membdludak. Untuk mengantisipasi adanya peristiwa yang tidak diinginkan, diharapkan pihak kepolisian siaga di lokasi pertandingan.
“Sebab, bisa dipastikan jumlah penonton yang akan menyaksikan pertandingan itu akan membludak dan berbeda dengan laga biasanya. Kami harap keamanan jalannya itu dapat terjamin oleh petugas kepolisian,” imbuhnya.
Sementara itu, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Djihartono menyatakan akan menerjunkan pasukan ekstra untuk mengamankan laga itu. Pihaknya akan menerjunkan kurang lebih 6 Satuan Setingkat Kompi (SSK) atau setara dengan 500 hingga 600 personel. Bahkan, dalam pengamanan dua kali lipat ini, pihaknya juga melibatkan anjing pelacak dari satuan satwa.
“Jika pada pertandingan biasa hanya 2 atau 3 SSK, kali ini kami akan menurunkan 6 SSK berikut dengan kelengkapan anti huru hara,” ujarnya.
Djihartono menambahkan, untuk meminimalisir kecurangan menjelang pertandingan, pihaknya akan diberlakukan sweping tiket bagi penonton di Jatidiri. Termasuk pula meringkus sejumlah calo yang ingin memanfaatkan momen penting tersebut.
Pada pengamanan bagian luar, sebut Djihartono, akan ditempatkan beberapa personel guna berjaga-jaga di kawasan stadion. Terlebih pertandingan akan berlangsung pada malam hari, dikhawatirkan ada sekelompok orang yang tidak bertanggungjawab yang akan melempar petasan dari luar.
“Sterilisasi sudah kami lakukan hari ini (kemarin). Tinggal besok (hari ini) pelaksanaannya seperti apa, mudah-mudahan saja bisa berjalan lancer tanpa gangguan apapun,” paparnya.
Djihartono juga akan melakukan pengamanan bagi penonton yang akan masuk ke stadion Jatidiri. Pemeriksaan itu dilakukan untuk menghindari barang-barang berbahaya yang kemungkinan di bawa oleh supporter.
“Termasuk juga petasan-petasan. Nanti akan kami geledah terlebih dahulu penonton yang akan masuk. Sehingga mereka masuk hanya membawa tiket dan makanan saja,” pungkasnya.
Dalam pertemuan itu, Direktur PT Mahesa Jenar Semarang (MJS) Yoyok Sukawi berharap petugas kepolisian berperan dalam mensukseskan laga uji coba tersebut. Bahkan, pengamanan diharapkan berbeda dengan pengamanan pada pertandingan lainnya.
“Kami harap Polisi bisa bekerjasama dengan baik menjaga keamanan selama pertandingan berlangsung. Sebab, tidak dipungkiri lagi jumlah pengunjung di Stadion Jatidiri pasti akan membludak,” pintanya.
Yoyok menambahkan, penonton yang akan memenuhi stadion Jatidiri dipastikan akan membdludak. Untuk mengantisipasi adanya peristiwa yang tidak diinginkan, diharapkan pihak kepolisian siaga di lokasi pertandingan.
“Sebab, bisa dipastikan jumlah penonton yang akan menyaksikan pertandingan itu akan membludak dan berbeda dengan laga biasanya. Kami harap keamanan jalannya itu dapat terjamin oleh petugas kepolisian,” imbuhnya.
Sementara itu, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Djihartono menyatakan akan menerjunkan pasukan ekstra untuk mengamankan laga itu. Pihaknya akan menerjunkan kurang lebih 6 Satuan Setingkat Kompi (SSK) atau setara dengan 500 hingga 600 personel. Bahkan, dalam pengamanan dua kali lipat ini, pihaknya juga melibatkan anjing pelacak dari satuan satwa.
“Jika pada pertandingan biasa hanya 2 atau 3 SSK, kali ini kami akan menurunkan 6 SSK berikut dengan kelengkapan anti huru hara,” ujarnya.
Djihartono menambahkan, untuk meminimalisir kecurangan menjelang pertandingan, pihaknya akan diberlakukan sweping tiket bagi penonton di Jatidiri. Termasuk pula meringkus sejumlah calo yang ingin memanfaatkan momen penting tersebut.
Pada pengamanan bagian luar, sebut Djihartono, akan ditempatkan beberapa personel guna berjaga-jaga di kawasan stadion. Terlebih pertandingan akan berlangsung pada malam hari, dikhawatirkan ada sekelompok orang yang tidak bertanggungjawab yang akan melempar petasan dari luar.
“Sterilisasi sudah kami lakukan hari ini (kemarin). Tinggal besok (hari ini) pelaksanaannya seperti apa, mudah-mudahan saja bisa berjalan lancer tanpa gangguan apapun,” paparnya.
Djihartono juga akan melakukan pengamanan bagi penonton yang akan masuk ke stadion Jatidiri. Pemeriksaan itu dilakukan untuk menghindari barang-barang berbahaya yang kemungkinan di bawa oleh supporter.
“Termasuk juga petasan-petasan. Nanti akan kami geledah terlebih dahulu penonton yang akan masuk. Sehingga mereka masuk hanya membawa tiket dan makanan saja,” pungkasnya.
(wbs)