Upaya dokter bangunkan Schumacher gagal

Rabu, 26 Februari 2014 - 02:39 WIB
Upaya dokter bangunkan...
Upaya dokter bangunkan Schumacher gagal
A A A
Sindonews.com - Dokter yang mengobati legenda Formula 1, Michael Schumacher dilaporkan meninggalkan usahanya dalam artian upaya dokter untuk membawa Schumacher keluar dari koma buatan menyusul kemunduran kondisi Scumacher tidak berhasil, dan kini dokter pasrah atas kondisi yang dialami Schumacher.

Majalah Focus yang terbit di Jerman mengabarkan dokter di Rumah Sakit Universitas Grenoble Perancis tempat Schumacher berbaring dalam koma artifisial diinduksi sejak 29 Desember dilaporkan meninggalkan usaha mereka untuk membawa Schumacher bangun dari koma.

" Sebelumya Dokter mengumumkan tiga minggu lalu bahwa mereka mengurangi anestesi untuk membawa dia {Schumacher} ke alam sadar, dengan mengurangi obat bius ternyata tidak berhasil," tulis Focus seperti dilansir Dailymail, Rabu (26/2).

Menurut Focus, dokter menghentikan upayanya karena ' ada komplikasi di organ otaknya' meskipun masalahnya yang belum resmi diumumkan .

Focus mengatakan, untuk saat ini, fase pemulihan kembali dilakukan dengan memberikan obat untuk menjaga fungsi otak Schumacer. Proses ini dimulai karena cedera otaknya parah sehingga diperlukan untuk menekan fungsi normal untuk memungkinkan beroperasi kembali funsi otaknya meski dalam tekanan jantung yang rendah. "Mudah-mudahan, cepat pulih," tutup tulisan Majalah Focus .

Sebelumnya Dr Clemens Pahl, seorang dokter ahli bedah syaraf di Rumah Sakit Asklepios, Hamburg yang mengamati kondisi Schumacher ingin memastikan pernapasan dan ingatkan Schumacher.

Pahl mengatakan dokter akan terus melakukan tes pada refleksnya, perlahan-lahan untuk membawa dia keluar dari koma , tapi ini akan memakan waktu.

" Ini berarti mereka mungkin telah melihat tekanan dalam tengkoraknya berkurang. Bisa jadi pembengkakan di otaknya belum berakhir namun begitu mereka mungkin perlu untuk meningkatkan obat lagi," tuturnya seperti dilansir Daillystar,.

Sementara itu Dr Anthony Kuat ,ahli saraf di King College London , menambahkan : " Dokter ingin memastikan apakah ia bisa bernapas sendiri dan kemudian melihat apakah dia bisa mengatakan 'halo ', jika ia menyelidiki ingatannya peristiwa dan untuk melihat apakah ia dapat mengenali anggota keluarga dan mengingat -Nya identitas sendiri," tandasnya.
(wbs)
Berita Terkait
Rans Prestige Sportainment...
Rans Prestige Sportainment Dukung Kemajuan Olahraga Nasional
Momen Keseruan Spektakuler...
Momen Keseruan Spektakuler Acara Merah Meriah Sportainment
Sekda DKI: Formula E...
Sekda DKI: Formula E Hadir sebagai Green Sportainment
Atlet Rusia Pernah Ditawari...
Atlet Rusia Pernah Ditawari Rp2,9 miliar untuk Berkencan dengan Pria Hidung Belang
Kisah Rodman saat Berkunjung...
Kisah Rodman saat Berkunjung ke Korut: Dari Karpet Merah hingga Sambutan Meriah
Gara-Gara Video Panas,...
Gara-Gara Video Panas, Lavezzi Merasa Diperas
Berita Terkini
Hydroplus Soccer League...
Hydroplus Soccer League All-Stars 2025/2026 Digelar di Kudus, 16 Tim Putri Berebut Gelar Musim Perdana
9 menit yang lalu
Paraguay vs Prancis:...
Paraguay vs Prancis: Les Bleus Target Berikutnya La Albirroja?
2 jam yang lalu
Piala Dunia 2026 Ternoda,...
Piala Dunia 2026 Ternoda, Tim Mesir Keluhkan Aksi Polisi Dallas
3 jam yang lalu
4 Suporter Tewas, Meksiko...
4 Suporter Tewas, Meksiko Perketat Pengamanan Jelang Lawan Inggris
4 jam yang lalu
Deretan Rekor Bersejarah...
Deretan Rekor Bersejarah Lionel Messi di Piala Dunia 2026
6 jam yang lalu
Kisah Epik Vozinha di...
Kisah Epik Vozinha di Piala Dunia 2026: 40 Tahun dan 18 Penyelamatan
7 jam yang lalu
Infografis
Upaya Mengatasi Banjir...
Upaya Mengatasi Banjir di Jakarta, 13 Sungai Dikeruk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved