Benny ingin kiper Timnas U-23 pede
Selasa, 04 Maret 2014 - 22:53 WIB
Benny ingin kiper Timnas U-23 pede
A
A
A
Sindonews.com - Sedikitnya ada empat nama penjaga gawang dari Tim Nasional Indonesia U-23 yang ikut dalam pemusatan latihan tahap pertama di Yogyakarta. Mereka sudah berlatih selama sepekan sejak Selasa, 25 Februari lalu hingga Senin, 3 Maret kemarin.
Pelatih kiper, Benny Van Breukelen menginginkan penjaga gawang convident dalam laga uji coba perdana melawan Malaysia pada Rabu, 5 Maret besok di Stadion Maguwoharjo, Sleman, DIY.
"Saya ingin mereka Percaya Diri," kata Benny kepada wartawan usai latihan terakhir sore kemarin, Senin (3/3/2014) di lapangan Universitas Negeri Yogyakarta.
Selain itu, Benny memberi nasehat agar materi yang disampakan dalam latihan sungguh-sungguh diterapkan dalam pertandingan. Apalagi, pertandingan itu merupakan uji coba untuk mengetahui kemampuan pemain yang akan diseleksi pada tahab berikutnya.
"Tampilkan yang dilatihan, keluarkan dalam pertandingan secara optimal," imbuhnya.
Benny juga menanamkan poin penting bagi seorang penjaga gawang, yakni serius tapi tetap rilek selama pertandingan. Terakhir, dia menekankan tidak boleh tegang selama menjaga gawang.
"Tidak perlu tegang karena bisa merusak konsentrasi, poin-poin itu saja saya kira yang penting," jelasnya.
Pelatih kiper, Benny Van Breukelen menginginkan penjaga gawang convident dalam laga uji coba perdana melawan Malaysia pada Rabu, 5 Maret besok di Stadion Maguwoharjo, Sleman, DIY.
"Saya ingin mereka Percaya Diri," kata Benny kepada wartawan usai latihan terakhir sore kemarin, Senin (3/3/2014) di lapangan Universitas Negeri Yogyakarta.
Selain itu, Benny memberi nasehat agar materi yang disampakan dalam latihan sungguh-sungguh diterapkan dalam pertandingan. Apalagi, pertandingan itu merupakan uji coba untuk mengetahui kemampuan pemain yang akan diseleksi pada tahab berikutnya.
"Tampilkan yang dilatihan, keluarkan dalam pertandingan secara optimal," imbuhnya.
Benny juga menanamkan poin penting bagi seorang penjaga gawang, yakni serius tapi tetap rilek selama pertandingan. Terakhir, dia menekankan tidak boleh tegang selama menjaga gawang.
"Tidak perlu tegang karena bisa merusak konsentrasi, poin-poin itu saja saya kira yang penting," jelasnya.
(wbs)