Dzeko merasa dipaksa bermain oleh pelatih Bosnia
Jum'at, 07 Maret 2014 - 00:10 WIB
Dzeko merasa dipaksa bermain oleh pelatih Bosnia
A
A
A
Sindonews.com - Penyerang Manchester City, Edin Dzeko mengaku telah merasa diforsir oleh pelatih Bosnia-Herzegovina untuk bermain selama 90 menit ketika dikalahkan Mesir 2-0 dalam laga persahabatan, Kamis (6/3) dini hari tadi. Bosnia harus takluk berkat dua gol dari Gedo dan Mohamed Salah untuk memberi kemenangan bagi Mesir.
Pemain 27 tahun itu mengatakan seharusnya diganti pada babak pertama, terkait cedera yang ia alami sebelumnya. "Saya datang ke sini dengan cedera, dan Susic tahu itu. Dia masih tidak menggantikan saya di babak pertama, yang sudah direncanakan, atau setelah istirahat ketika saya meminta untuk diganti," terang Dzeko seperti dilansir Soccerway, Kamis (6/3).
Pelatih Bosnia, Safet Susic menggambarkan reaksi fans sangat tidak adil, tapi Dzeko mengkritik gaya kepemimpinan Susic karena gagal berpegang pada rencana semula untuk menarik penyerang City itu setelah bermain setengah babak. "Saya tidak tahu mengapa dia membiarkan saya di lapangan selama 90 menit penuh," sambungnya.
"Saya ingin berterima kasih kepada semua fans yang mendukung saya, tapi yang lain harus malu, karena saya lahir sebagai seorang pemenang, dan selalu bermain dengan hati untuk tim nasional," tandasnya.
Pemain 27 tahun itu mengatakan seharusnya diganti pada babak pertama, terkait cedera yang ia alami sebelumnya. "Saya datang ke sini dengan cedera, dan Susic tahu itu. Dia masih tidak menggantikan saya di babak pertama, yang sudah direncanakan, atau setelah istirahat ketika saya meminta untuk diganti," terang Dzeko seperti dilansir Soccerway, Kamis (6/3).
Pelatih Bosnia, Safet Susic menggambarkan reaksi fans sangat tidak adil, tapi Dzeko mengkritik gaya kepemimpinan Susic karena gagal berpegang pada rencana semula untuk menarik penyerang City itu setelah bermain setengah babak. "Saya tidak tahu mengapa dia membiarkan saya di lapangan selama 90 menit penuh," sambungnya.
"Saya ingin berterima kasih kepada semua fans yang mendukung saya, tapi yang lain harus malu, karena saya lahir sebagai seorang pemenang, dan selalu bermain dengan hati untuk tim nasional," tandasnya.
(akr)