Arema akui kalah bagus
Rabu, 12 Maret 2014 - 01:14 WIB
Arema akui kalah bagus
A
A
A
Sindonews.com - Arema Cronus menelan pil pahit saat dihajar Ha Noi T&T, 1-3, di Stadion Kanjuruhan, Malang, kemarin. Kekalahan telak tersebut, membuat Arema tercecer di peringkat tiga klasemen sementara Grup F Piala AFC 2014 dengan raihan satu poin.
Arema yang belum terkalahkan di kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2014 Wilayah Barat, ternyata tidak bisa berbuat banyak di laga kedua Grup F. Ini pun jadi catatan kedua kurang meyakinkan penampilan Singo Edan, julukan Arema, setelah pada laga pembuka ditahan imbang, 1-1, dengan oleh Selangor FC yang jadi wakil Malaysia, (25/2).
Ha Noi langsung membuka keunggulan saat babak pertama berjalan 20 menit. Memanfaatkan bola muntah di depan mulut gawang Arema yang dikawal Kurnia Meiga, berhasil dieksekusi dengan baik oleh Gonzalo Gamian Marronkle. Tapi Arema langsung terbangun. Empat menir berselang, Cristian Gonzales menyamakan kedudukan lewat titik putih.
Perlawanan Ha Noi ternyata tidak kendur, setelah gol penyeimbang yang dilesakan El Loco, julukan Gonzales. Hal itu dibuktikan dengan gol kedua Marronkle di akhir jalannya babak kedua. Dan untuk sementara, wakil Vietnam tersebut membuat ribuan Aremania, julukan suporter Arema, terdiam diakhir paruh pertama jalannya laga.
Memasuki babak kedua, Arema coba mengejar ketertinggalan. Berbagai peluang pun lahir lewat aksi Dendi Santoso dan dan Ahmad Bustomi pada menit ke- 60 dan 62 jalannya babak kedua. Tidak hanya peluang yang lahir dari kedua pemain tersebut, tepat di menit ke- 75 giliran sundulan Alberto "Beto" Gonzalves yang tidak menemui sasaran.
Sial bagi Arema, usahanya untuk mengejar ketertinggalan, malah berbuntut kembali robeknya gawang Klub asal Kota Apel tersebut. Kembali, Arema kecurian di menit-menit akhirnya jalannya pertandingan. Setelah dua gol Marronkle, kali ini giliran Nguyen Van Quyet yang mencatatkan namanya dipapan skor. Ha Noi pun berhasil meraih angka penuh, dengan keunggulan, 3-1.
"Kami akui Ha Noi main cukup bagus. Mereka memiliki kecepatan dan tenaga yang bagus. Tapi sebenarnya permainan kami tidaklah kalah dari Ha Noi, mereka hanya lebih unggul dari segi kecepatan. Dan mereka manfaatkan keunggulan itu dengan sangat baik," ungkap pelatih Arema, Suharno, selepas pertandingan.
Tidak hanya Suharno, keunggulan Ha Noi juga diakui gelandang sekaligus kapten Singo Edan, Ahmad Bustomi. Pemain yang baru bergabung dengan Arema selepas memperkuat tim nasional (timnas) Indonesia di Pra Piala Asia (PPA) 2015 Grup C kontra Arab Saudi, menilai Ha Noi mampu tampil lebih disiplin dari pada Arema.
"Kami harus akui, jika pemain-pemain Vietnam mereka bermain sangat disiplin. Tapi tim kami, sebenarnya juga memiliki beberapa peluang emas. Tercatat ada tiga sampai empat peluang, tapi sayang semuanya tidak bisa berbuah menjadi gol," papar gelandang yang sempat memperkuat Mitra Kukar tersebut.
Sementara Persipura Jayapura yang dijamu Home United di Jalan Besar Stadium, Singapura, harus puas membawa satu angka. Sempat tertinggal lebih dulu lewat aksi Yasir Hanafi pada menit ke- 27, tim Mutiara Hitam julukan Persipura, mampu membalas melalui gol yang ditorehkan Ferinando Pahabol pada menit ke- 74.
Jika Arema tercecer diperingkat ke tiga klasemen sementara Grup F, Persipura tetap aman diposisi puncak klasemen Grup E dengan koleksi empat angka. Tapi peringkat Persipura masih mungkin berubah, jika New Radiant yang jadi wakil Maladewa, bisa mengalahkan tuan rumah Churchill Brothers yang merupakan perwakilan India.
Arema yang belum terkalahkan di kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2014 Wilayah Barat, ternyata tidak bisa berbuat banyak di laga kedua Grup F. Ini pun jadi catatan kedua kurang meyakinkan penampilan Singo Edan, julukan Arema, setelah pada laga pembuka ditahan imbang, 1-1, dengan oleh Selangor FC yang jadi wakil Malaysia, (25/2).
Ha Noi langsung membuka keunggulan saat babak pertama berjalan 20 menit. Memanfaatkan bola muntah di depan mulut gawang Arema yang dikawal Kurnia Meiga, berhasil dieksekusi dengan baik oleh Gonzalo Gamian Marronkle. Tapi Arema langsung terbangun. Empat menir berselang, Cristian Gonzales menyamakan kedudukan lewat titik putih.
Perlawanan Ha Noi ternyata tidak kendur, setelah gol penyeimbang yang dilesakan El Loco, julukan Gonzales. Hal itu dibuktikan dengan gol kedua Marronkle di akhir jalannya babak kedua. Dan untuk sementara, wakil Vietnam tersebut membuat ribuan Aremania, julukan suporter Arema, terdiam diakhir paruh pertama jalannya laga.
Memasuki babak kedua, Arema coba mengejar ketertinggalan. Berbagai peluang pun lahir lewat aksi Dendi Santoso dan dan Ahmad Bustomi pada menit ke- 60 dan 62 jalannya babak kedua. Tidak hanya peluang yang lahir dari kedua pemain tersebut, tepat di menit ke- 75 giliran sundulan Alberto "Beto" Gonzalves yang tidak menemui sasaran.
Sial bagi Arema, usahanya untuk mengejar ketertinggalan, malah berbuntut kembali robeknya gawang Klub asal Kota Apel tersebut. Kembali, Arema kecurian di menit-menit akhirnya jalannya pertandingan. Setelah dua gol Marronkle, kali ini giliran Nguyen Van Quyet yang mencatatkan namanya dipapan skor. Ha Noi pun berhasil meraih angka penuh, dengan keunggulan, 3-1.
"Kami akui Ha Noi main cukup bagus. Mereka memiliki kecepatan dan tenaga yang bagus. Tapi sebenarnya permainan kami tidaklah kalah dari Ha Noi, mereka hanya lebih unggul dari segi kecepatan. Dan mereka manfaatkan keunggulan itu dengan sangat baik," ungkap pelatih Arema, Suharno, selepas pertandingan.
Tidak hanya Suharno, keunggulan Ha Noi juga diakui gelandang sekaligus kapten Singo Edan, Ahmad Bustomi. Pemain yang baru bergabung dengan Arema selepas memperkuat tim nasional (timnas) Indonesia di Pra Piala Asia (PPA) 2015 Grup C kontra Arab Saudi, menilai Ha Noi mampu tampil lebih disiplin dari pada Arema.
"Kami harus akui, jika pemain-pemain Vietnam mereka bermain sangat disiplin. Tapi tim kami, sebenarnya juga memiliki beberapa peluang emas. Tercatat ada tiga sampai empat peluang, tapi sayang semuanya tidak bisa berbuah menjadi gol," papar gelandang yang sempat memperkuat Mitra Kukar tersebut.
Sementara Persipura Jayapura yang dijamu Home United di Jalan Besar Stadium, Singapura, harus puas membawa satu angka. Sempat tertinggal lebih dulu lewat aksi Yasir Hanafi pada menit ke- 27, tim Mutiara Hitam julukan Persipura, mampu membalas melalui gol yang ditorehkan Ferinando Pahabol pada menit ke- 74.
Jika Arema tercecer diperingkat ke tiga klasemen sementara Grup F, Persipura tetap aman diposisi puncak klasemen Grup E dengan koleksi empat angka. Tapi peringkat Persipura masih mungkin berubah, jika New Radiant yang jadi wakil Maladewa, bisa mengalahkan tuan rumah Churchill Brothers yang merupakan perwakilan India.
(wbs)