Produksi gol Alves macet, pelatih tetap salut
Selasa, 25 Maret 2014 - 15:17 WIB
Produksi gol Alves macet, pelatih tetap salut
A
A
A
Sindonews.com - Tidak banyak tim yang bersabar ketika seorang penyerang mengalami seret gol atau tak kunjung produktif. Salah satunya adalah Persela Lamongan yang terhitung masih toleran dengan performa striker berdarah Brazil, Addison Alves.
Dari enam pertandingan ISL, striker berusia 33 tahun tersebut hanya mencetak satu gol yakni ke gawang Mitra Kukar. Golnya pun tidak memberi kontribusi berarti karena pada laga di Tenggarong tersebut Persela dibantai dengan skor 5-1.
Bandingkan dengan striker Persik Kediri Jean Paul Boumsong yang harus tersingkir ketika baru mencetak satu gol. Perbedaannya, Persik memang tengah krisis produktivitas sedangkan Persela tergolong masih subur walau perolehan gol bukan didominasi penyerang.
Hingga enam pertandingan, keberadaan pemilik nama lengkap Addison Alves de Oliveira masih cukup mapan. Belum ada kritikan atau keluhan dari pelatih maupun manajemen terkait rendahnya produktivitas sang striker. Malah Persela memuji semua pemain asingnya.
"Kami mengukur bukan semata dari jumlah gol. Addison beberapa kali berkonstribusi terhadap gol yang diciptakan rekan-rekannya. Saya rasa kinerjanya di lapangan sebagai elemen tim masih cukup bagus," kata Pelatih Persela Eduard Tjong.
Kendati begitu sang pelatih tetap menginginkan ada kontribusi lebih dari Addison berupa gol. Eduard Tjong yakin kemampuan pemain yang pernah memperkuat PSIS Semarang itu bakal meningkat seiring adaptasi di Stadion Surajaya.
Memang, pemain berpostur 177 cm itu baru mengenal sepak bola Indonesia bersama PSIS Semarang di level Divisi Utama. Artinya, dia baru musim ini mengenal ketatnya ISL bersama Laskar Joko Tingkir. Adaptasi iti disebut tidak mudah bagi sang pemain.
"Dia naik level dengan bermain di ISL dan tentunya tidak mudah. Semoga di pertandingan ke depan dia sudah membaik," ucap Eduard. Dibanding dua pemain asing lainnya, memang kontribusi Addison masih kalah menonjol.
Di Persela ada Roman Golian yang menjadi benteng utama tim, serta Serdjan Lopicic yang telah menjadi jenderal lapangan tengah. Kendati begitu, Addison masih menjadi pilihan utama tim biru langit di lini depan dibanding striker lokal.
Setelah LA Mania menemukan sosok pengganti Gustavo Lopez pada diri Lopicic, mereka masih menunggu munculnya Mario Costas baru di Surajaya. Harapan jelas tertumpu pada sosok Addison yang pada pramusim lalu cukup meyakinkan.
Dari enam pertandingan ISL, striker berusia 33 tahun tersebut hanya mencetak satu gol yakni ke gawang Mitra Kukar. Golnya pun tidak memberi kontribusi berarti karena pada laga di Tenggarong tersebut Persela dibantai dengan skor 5-1.
Bandingkan dengan striker Persik Kediri Jean Paul Boumsong yang harus tersingkir ketika baru mencetak satu gol. Perbedaannya, Persik memang tengah krisis produktivitas sedangkan Persela tergolong masih subur walau perolehan gol bukan didominasi penyerang.
Hingga enam pertandingan, keberadaan pemilik nama lengkap Addison Alves de Oliveira masih cukup mapan. Belum ada kritikan atau keluhan dari pelatih maupun manajemen terkait rendahnya produktivitas sang striker. Malah Persela memuji semua pemain asingnya.
"Kami mengukur bukan semata dari jumlah gol. Addison beberapa kali berkonstribusi terhadap gol yang diciptakan rekan-rekannya. Saya rasa kinerjanya di lapangan sebagai elemen tim masih cukup bagus," kata Pelatih Persela Eduard Tjong.
Kendati begitu sang pelatih tetap menginginkan ada kontribusi lebih dari Addison berupa gol. Eduard Tjong yakin kemampuan pemain yang pernah memperkuat PSIS Semarang itu bakal meningkat seiring adaptasi di Stadion Surajaya.
Memang, pemain berpostur 177 cm itu baru mengenal sepak bola Indonesia bersama PSIS Semarang di level Divisi Utama. Artinya, dia baru musim ini mengenal ketatnya ISL bersama Laskar Joko Tingkir. Adaptasi iti disebut tidak mudah bagi sang pemain.
"Dia naik level dengan bermain di ISL dan tentunya tidak mudah. Semoga di pertandingan ke depan dia sudah membaik," ucap Eduard. Dibanding dua pemain asing lainnya, memang kontribusi Addison masih kalah menonjol.
Di Persela ada Roman Golian yang menjadi benteng utama tim, serta Serdjan Lopicic yang telah menjadi jenderal lapangan tengah. Kendati begitu, Addison masih menjadi pilihan utama tim biru langit di lini depan dibanding striker lokal.
Setelah LA Mania menemukan sosok pengganti Gustavo Lopez pada diri Lopicic, mereka masih menunggu munculnya Mario Costas baru di Surajaya. Harapan jelas tertumpu pada sosok Addison yang pada pramusim lalu cukup meyakinkan.
(aww)