Mercedes desak FIA segera jatuhkan sanksi
Selasa, 15 April 2014 - 19:16 WIB
Mercedes desak FIA segera jatuhkan sanksi
A
A
A
Sindonews.com - Penolakan pengajuan banding Red Bull mungkin tak seutuhnya final. Pasalnya, FIA International Court of Appeal (ICA), baru akan mengumumkan hasil keseluruhan itu pada akhir pekan ini.
Melihat ketidaktegasan FIA dalam memberikan sanksi kepada Red Bull, membuat tim Mercedes kesal. Lewat kuasa hukum mereka (Mercedes), Paul Harris menggambarkan pendekatan yang dilakukan Red Bull sebagai sebuah pelanggaran.
Karenanya, tambah Harris, Mercedes meminta kepada Pengadilan untuk menjatuhkan sanksi yang berat kepada tim yang dimotori Sebastian Vettel dan Ricciardo tersebut.
Dengan alasan, agar peristiwa memalukan ini tidak terulang lagi di balapan berikutnya. "Terus terang, kami, mempunyai rasa hormat yang besar kepada Red Bull. Tapi kami juga merasa khawatir dengan Red Bull yang telah menunjukkan pendekatan dan adanya kesengajaan atas aturan ini bahwa ada risiko nyata mereka ingin melakukan lagi di balapan berikutnya," kata Harris dikutip Crash, Selasa (15/4).
"Kami di sini untuk mencari tahu dan memastikan bahwa ini tidak akan terjadi lagi. Sehingga kita memiliki balapan yang nyaman di sisa musim ini. Kami masing-masing menyampaikan bahwa cara yang paling efektif untuk memastikan bahwa Red Bull tidak akan mengulanginya lagi. Maka mereka harus memberikan keterangan tertulis kepada FIA. Ini dilakukan untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang."
Sikap Mercedes dalam mendesak FIA segera menjatuhkan sanksi kepada Red Bull sangat beralasan. Sebab, mereka ingin membalas apa yang sudah diperbuat pemegang empat kali juara dunia F1 tersebut ketika tim asal Jerman itu melakukan pengujian ban ilegal bersama Pirelli di tahun lalu.
Melihat ketidaktegasan FIA dalam memberikan sanksi kepada Red Bull, membuat tim Mercedes kesal. Lewat kuasa hukum mereka (Mercedes), Paul Harris menggambarkan pendekatan yang dilakukan Red Bull sebagai sebuah pelanggaran.
Karenanya, tambah Harris, Mercedes meminta kepada Pengadilan untuk menjatuhkan sanksi yang berat kepada tim yang dimotori Sebastian Vettel dan Ricciardo tersebut.
Dengan alasan, agar peristiwa memalukan ini tidak terulang lagi di balapan berikutnya. "Terus terang, kami, mempunyai rasa hormat yang besar kepada Red Bull. Tapi kami juga merasa khawatir dengan Red Bull yang telah menunjukkan pendekatan dan adanya kesengajaan atas aturan ini bahwa ada risiko nyata mereka ingin melakukan lagi di balapan berikutnya," kata Harris dikutip Crash, Selasa (15/4).
"Kami di sini untuk mencari tahu dan memastikan bahwa ini tidak akan terjadi lagi. Sehingga kita memiliki balapan yang nyaman di sisa musim ini. Kami masing-masing menyampaikan bahwa cara yang paling efektif untuk memastikan bahwa Red Bull tidak akan mengulanginya lagi. Maka mereka harus memberikan keterangan tertulis kepada FIA. Ini dilakukan untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang."
Sikap Mercedes dalam mendesak FIA segera menjatuhkan sanksi kepada Red Bull sangat beralasan. Sebab, mereka ingin membalas apa yang sudah diperbuat pemegang empat kali juara dunia F1 tersebut ketika tim asal Jerman itu melakukan pengujian ban ilegal bersama Pirelli di tahun lalu.
(nug)