Red Bull: Masalah Finansial F1 Bukan Karena Kami
Selasa, 04 November 2014 - 17:35 WIB
Red Bull: Masalah Finansial F1 Bukan Karena Kami
A
A
A
BUCKINGHAMSHIRE - Kepala tim Red Bull, Christian Horner kesal dengan pemberitaan masalah keuangan yang melilit beberapa tim Formula 1 disebabkan oleh tim besar. Menurutnya, hal itu sebenarnya tanggung jawab masing-masing tim.
Topik hangat yang tengah menyelimuti kompetisi balap jet darat itu tentu saja kasus tim Marussia dan Caterham. Keduanya gagal ikut lomba di Grand Prix Amerika pekan lalu akibat tak lolos syarat administrasi sebagai tim.
Banyak yang menilai jika hal itu dikarenakan keduanya diperlakukan tak adil dalam pembagian hasil keuntungan F1 musim lalu. Marussia dan Caterham disebut mendapat jatah keuntungan yang lebih kecil ketimbang tim besar seperti Mercedes, Ferrari dan Red Bull.
Horner pun merasa kesal dengan stigma tersebut. Menurutnya, hal itu bukanlah karena tim besar, melainkan tim kecil tak mampu mengelola keuangannya dengan baik.
"Kami memiliki tekanan anggaran juga, bahkan lebih besar. Tapi aku harus memikirkan anggaran kami. Jadi sekali lagi, itu tidak akan menjadi penilaian yang tepat," ujar Horner dilansir crash, Selasa (4/11).
"Kesepakatan terjalin sampai tahun 2020. Jika pemegang hak komersial ingin menempatkan lebih banyak uang ke tim yang lebih kecil, kemudian yang mereka lakukan adalah pilihan dan tanggung jawab mereka. Tim di sini untuk bersaing, tidak mensponsori satu sama lain," sambungnya.
Kendati demikian, Horner merasa prhatin dengan apa yang dialami oleh Marussia dan Caterham sampai tak bisa ikut lomba. Menurutnya, hal itu juga pernah dialami Red Bull saat merintis tim dari kecil hingga besar seperti sekarang.
"Tentu saja aku bersimpati karena saya juga menjalankan tim kecil dengan bentuk lain, Saat kami datang kami jadi tim kecil, kami memiliki pendapatan kecil dibandingkan saat ini. Tapi ketika Anda selesai melihat F1, itu adalah urusan promotor untuk memutuskan bagaimana dia ingin mendistribusikan dan membayar tim yang berbeda," tutupnya.
Topik hangat yang tengah menyelimuti kompetisi balap jet darat itu tentu saja kasus tim Marussia dan Caterham. Keduanya gagal ikut lomba di Grand Prix Amerika pekan lalu akibat tak lolos syarat administrasi sebagai tim.
Banyak yang menilai jika hal itu dikarenakan keduanya diperlakukan tak adil dalam pembagian hasil keuntungan F1 musim lalu. Marussia dan Caterham disebut mendapat jatah keuntungan yang lebih kecil ketimbang tim besar seperti Mercedes, Ferrari dan Red Bull.
Horner pun merasa kesal dengan stigma tersebut. Menurutnya, hal itu bukanlah karena tim besar, melainkan tim kecil tak mampu mengelola keuangannya dengan baik.
"Kami memiliki tekanan anggaran juga, bahkan lebih besar. Tapi aku harus memikirkan anggaran kami. Jadi sekali lagi, itu tidak akan menjadi penilaian yang tepat," ujar Horner dilansir crash, Selasa (4/11).
"Kesepakatan terjalin sampai tahun 2020. Jika pemegang hak komersial ingin menempatkan lebih banyak uang ke tim yang lebih kecil, kemudian yang mereka lakukan adalah pilihan dan tanggung jawab mereka. Tim di sini untuk bersaing, tidak mensponsori satu sama lain," sambungnya.
Kendati demikian, Horner merasa prhatin dengan apa yang dialami oleh Marussia dan Caterham sampai tak bisa ikut lomba. Menurutnya, hal itu juga pernah dialami Red Bull saat merintis tim dari kecil hingga besar seperti sekarang.
"Tentu saja aku bersimpati karena saya juga menjalankan tim kecil dengan bentuk lain, Saat kami datang kami jadi tim kecil, kami memiliki pendapatan kecil dibandingkan saat ini. Tapi ketika Anda selesai melihat F1, itu adalah urusan promotor untuk memutuskan bagaimana dia ingin mendistribusikan dan membayar tim yang berbeda," tutupnya.
(bbk)