Gagal Gelar Balapan, Penyelenggara GP Korea Terancam Denda
Kamis, 12 Februari 2015 - 12:18 WIB
Gagal Gelar Balapan, Penyelenggara GP Korea Terancam Denda
A
A
A
SEOUL - Pihak penyelenggara GP Korea terancam didenda setelah balapan F1 di negara tersebut urung digelar pada musim 2015. Masalah keuangan disebut-sebut menjadi akar permasalahan batalnya GP Korea.
Masalah finansial telah membuat pihak penyelenggara GP Korea tak bisa menggelar balapan di 2014 dan berpotensi keluar dari kalender 2015, meskipun sempat tercatat dalam kalender musim ini.
Seorang pejabat senior komite Formula One Management (FOM) telah melayangkan surat pemberitahuan bahwa kegagalan untuk mempersiapkan perlombaan merupakan pelanggaran berat dalam kontrak. “Kami berencana untuk mengunjungi London untuk melakukan pembicaraan dengan FOM,” kata pejabat itu dikutip The News, Kamis (12/2/2015).
Menutur laporan media setempat, denda yang akan menimpa pihak penyelenggara GP Korea setelah memutuskan mundur dari kalender 2015 bisa mencapai USD 43 Juta atau setara dengan Rp 552 miliar Miliar. Balapan GP Korea di Yeongam mulai digelar pada 2010, dalam sebuah kesepakatan awal yang berdurasi shingga 2016 dengan opsi perpanjangan lima tahun berikutnya.
Tetapi gelaran itu nyatanya mendapat hantaman finansial berupa kerugian empat gelaran pada 2010-2013. Kondisi itu membuat pihak penyelenggara GP Korea diklaim sudah nyaris bangkrut, apalagi pemerintah provinsi Jeolla Selatan tempat sirkuit itu berada juga disebut sudah tak lagi memberikan bantuan dana.
Masalah finansial telah membuat pihak penyelenggara GP Korea tak bisa menggelar balapan di 2014 dan berpotensi keluar dari kalender 2015, meskipun sempat tercatat dalam kalender musim ini.
Seorang pejabat senior komite Formula One Management (FOM) telah melayangkan surat pemberitahuan bahwa kegagalan untuk mempersiapkan perlombaan merupakan pelanggaran berat dalam kontrak. “Kami berencana untuk mengunjungi London untuk melakukan pembicaraan dengan FOM,” kata pejabat itu dikutip The News, Kamis (12/2/2015).
Menutur laporan media setempat, denda yang akan menimpa pihak penyelenggara GP Korea setelah memutuskan mundur dari kalender 2015 bisa mencapai USD 43 Juta atau setara dengan Rp 552 miliar Miliar. Balapan GP Korea di Yeongam mulai digelar pada 2010, dalam sebuah kesepakatan awal yang berdurasi shingga 2016 dengan opsi perpanjangan lima tahun berikutnya.
Tetapi gelaran itu nyatanya mendapat hantaman finansial berupa kerugian empat gelaran pada 2010-2013. Kondisi itu membuat pihak penyelenggara GP Korea diklaim sudah nyaris bangkrut, apalagi pemerintah provinsi Jeolla Selatan tempat sirkuit itu berada juga disebut sudah tak lagi memberikan bantuan dana.
(bbk)